Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

21 November 2009

Naskah Wawancara Pelamar Kerja

Ketika pelamar datang, usahakan agar dia merasa nyaman dengan cara kita menunjukkan sikap bisnis yang ramah dan praktis. Biarkan pelamar mengetahui bahwa Anda senang kalau ia datang dan bahwa Anda telah meluangkan banyak waktu tanpa gangguan untuk wawancara. Anda dapat memulai wawancara dengan obrolan tentang hobi, minat dll., apabila Anda merasa nyaman untuk melakukannya dan merasa yakin bahwa Anda dapat menjauhkan diri dari pertanyaan pribadi yang dapat dianggap sebagai diskriminatif. Atau Anda cukup mengajukan salah satu pertanyaan:


“Bagaimana Anda bisa tertarik untuk bergabung dengan organisasi kami?”

“Bagaimana Anda mengetahui lowongan pekerjaan ini?”

Bergantung pada tanggapan yang diterima, Anda dapat memperoleh gambaran mengenai apa yang akan Anda rencanakan.

“Sebelum kita mulai, saya ingin memberi gambaran tentang hal-hal yang akan saya tanyakan. Saya ingin mengetahui latar belakang dan pengalaman Anda, sehingga saya dapat memutuskan apakah pekerjaan ini cocok bagi Anda. Jadi, saya ingin mendengar tentang pekerjaan, pengalaman, minat, kegiatan luar, dan apa pun yang ingin Anda sampaikan kepada saya. Dan setelah kita berbicara tentang latar belakang Anda, saya ingin memberikan keterangan tentang organisasi dan pekerjaan Anda, dan menjawab pertanyaan Anda, jika ada”.

Pengalaman Kerja

Pembahasan tentang pengalaman kerja harus seluas mungkin, antara lain tentang berapa lama pelamar sudah bekerja. Berbagai pertanyaan yang diajukan ke seorang lulusan perguruan tinggi atau sekolah menengah akan tidak wajar saat mewawancarai seseorang yang mengaku berpengalaman 15 tahun. Bagi seorang pelamar dengan pengalaman yang banyak, maka titik pangkalnya akan lebih pantas dengan pembahasan tentang jabatan yang terakhir dipegang. Selain daripada memofokuskan pada pekerjaan itu sendiri, mungkin akan membantu apabila Anda membahas mengapa pelamar berganti pekerjaan di masa lalu, lama dari setiap pekerjaan, masa-masa putus kerja dll. Naskah berikut ini akan tepat untuk mewawancarai seseorang yang belum lama bekerja.

“Permulaan yang baik adalah membicarakan pengalaman kerja Anda”.

“Saya tertarik dengan semua jabatan yang pernah Anda pegang, apa saja tugas dan tanggung jawab Anda, apa yang Anda senangi dan Anda benci, dan manfaat apa saja yang Anda rasakan”.

“Mari kita mulai dengan pembahasan singkat tentang pengalaman bekerja pertama Anda, yang mungkin telah Anda jalani secara paruh-waktu selama bersekolah atau selama musim panas, dan kemudian kita akan pusatkan pada beberapa pekerjaan yang berikutnya secara lebih terinci”.

“Hal apakah yang Anda ingat tentang pekerjaan pertama?”

Pilih pertanyaan tindak lanjut khusus untuk setiap pekerjaan dan bergeraklah maju secara berurut. Telah disarankan agar Anda bergerak maju secara berurut untuk memperoleh arus percakapan yang lebih alami sehingga Anda bisa lihat munculnya berbagai pola tingkah laku.

Pertanyaan Anda perlu menanyakan beberapa contoh tingkah laku tertentu sebagai pertanyaan tindak lanjut, bukan sebagai tanggapan umum atau hipotetis. Jangan tanyakan “Apakah Anda bisa diandalkan?”, karena pasti tanggapan yang akan Anda peroleh hanya “Ya”.

Tanyakan, “Ceritakan pada saya tentang satu hari dimana Anda dibutuhkan bekerja pada waktu yang tepat hanya dengan upaya ekstra”. Pertanyaan ini memfokus ke contoh tingkah laku khusus. Demikian pula, daripada bertanya, “Apakah Anda memiliki sifat teratur?”, katakan “Ceritakan pada saya tentang waktu ketika ketrampilan berorganisasi membuat suatu proyek sukses” atau “Bagaimana Anda mengatur pekerjaan di jabatan terakhir Anda? Bagaimana Anda menangani kejadian yang tidak terduga?”

Ajukan pertanyaan yang spesifik dengan jelas satu per satu, dan biarkan pelamar menjawab tanpa menyela. Pertahankan suasana teduh dalam percakapan; nantikan sampai pelamar melakukannya sendiri.
Baik secara lisan atau dengan bahasa tubuh hindari memperlihatkan tanda bagaimana Anda menilai jawaban pelamar; tetaplah bersikap netral.

Untuk memperpanjang waktu bagi pelamar tanpa mengungkapkan apa yang Anda pikirkan, cobalah menggunakan kata-kata pelamar sendiri. Apabila pelamar mengatakan, “Saya senang bekerja sendiri”, Anda bisa menjawab, “Sendiri?” Tentu saja, Anda juga bisa menggunakan kesempatan untuk meminta pelamar memberi contoh tentang apa yang dikerjakan secara sendiri.

Setelah Anda membahas pengalaman kerja, Anda dapat melanjutkan ke masalah pendidikan.

Pendidikan

Seperti pada bagian pengalaman kerja, pembahasan tentang pendidikan sebaiknya disesuaikan dengan tingkat pendidikan pelamar. Contoh wawancara berikut ini akan sesuai bagi pelamar muda yang belum lama lulus sekolah menengah atas. Saat mewawancarai untuk jabatan profesional, maka fokus harus bergeser ke pendidikan profesional.

“Anda telah memberi ringkasan yang bagus tentang pengalaman kerja, sekarang mari kita berbicara tentang pendidikan Anda. Mengapa secara singkat kita tidak mulai dari sekolah menengah, dan kemudian ke tingkat berikutnya, dan dilanjutkan ke pelatihan kerja yang lebih khusus lagi. Saya tertarik dengan mata pelajaran yang Anda sukai, ranking Anda di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, dan apa pun yang Anda anggap penting”.

“Bagaimana dengan sekolah menengah Anda?”

Pilih pertanyaan tindak lanjut khusus untuk setiap pengalaman pendidikan dan bergeraklah maju secara berurut. Tampung segala keterangan dan pola kelakuan yang diceritakan kepada Anda dan lakukan analisis berdasarkan ketrampilan kinerja yang dibutuhkan yang sudah Anda tetapkan sebelum wawancara dimulai.

Aktivitas dan Minat

“Kembali ke masa sekarang, saya ingin Anda menyebutkan beberapa hal yang menarik minat Anda dan beberapa kegiatan Anda di luar pekerjaan – hobi, apa yang Anda lakukan untuk bersenang-senang dan bersantai, kegiatan kemasyarakatan, asosiasi profesional, atau apa pun yang ingin Anda kemukakan dan mungkin relevan dengan pekerjaan Anda. Apa saja yang ingin Anda katakan?”

Pilih beberapa pertanyaan tindak lanjut khusus.

Tunjukkan minat dan perhatian, serta penghargaan bagi pelamar. Jangan bicara dengan tinggi hati. Gunakan gaya bahasa yang pantas.

Penilaian Diri Sendiri

“Sekarang mari kita ringkas hasil percakapan kita. Berbicara tentang hal-hal yang sudah kita bicarakan, Anda ingin menyampaikan tentang kekuatan Anda – kualitas baik pribadi maupun profesional yang membuat Anda calon terbaik sebagai karyawan?”

Pilih pertanyaan tindak lanjut khusus, jika dipandang perlu.

“Anda telah memberikan modal yang nyata, dan saya sekarang ingin tahu tentang bidang yang bisa Anda kembangkan kelak – kita semua mempunyai kemampuan yang kita ingin ubah atau tingkatkan. Bagaimana dengan Anda?”

Pilih pertanyaan tindak lanjut khusus, jika dipandang perlu.

Peralihan ke Tahap Pemberian Informasi

Apabila Anda masih tertarik dengan pelamar, lanjutkan ke tahap wawancara ini. Sebaliknya, apabila Anda telah memutuskan bahwa pelamar bukan orang yang tepat, tidak ada gunanya menjelaskan suatu pekerjaan yang tidak akan diisi olehnya.

“Anda telah memberi ulasan yang bagus tentang latar belakang dan pengalaman, dan saya menikmati pembicaraan kita. Sebelum beralih ke tinjauan tentang organisasi kami, dan pekerjaan ini, adakah hal lain tentang latar belakang yang ingin Anda sampaikan?”

“Apakah Anda memiliki pertanyaan atau perhatian khusus sebelum saya memberi informasi tentang pekerjaan dan peluang di sini?”

Baiklah, saya sekarang ingin menyampaikan informasi kepada Anda”.

Sampaikan kajian tentang organisasi, pekerjaan, tunjangan, lokasi dll.

Sesuaikan paparan Anda dengan minat Anda terhadap calon.

Penutupan

“Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang kami, pekerjaan, atau apa pun?”

Tutuplah wawancara dengan ramah. Apabila Anda telah memutuskan untuk tidak menawarkan pekerjaan ke pelamar, Anda bisa langsung mengatakan kepadanya. Lakukan secara dengan baik dan tanpa kritikan; Anda tidak perlu memberi tahu secara khusus mengapa Anda menolak calon tersebut.

“Saya senang berbicara dengan Anda hari ini, namun dengan menyesal kami tidak bisa menawarkan jabatan ini kepada Anda”.

Apabila Anda berpikir bahwa Anda akan mempertimbangkan pelamar tersebut untuk jabatan yang lain kelak di masa mendatang, katakan demikian. Anda sudah meluangkan waktu untuk wawancara.

Apabila Anda dipaksa calon untuk menjawab mengapa dia ditolak, Anda selalu memiliki pilihan untuk mengatakan kepadanya bahwa Anda tidak ingin membahas alasannya. Atau, Anda bisa menjelaskan bahwa, misalnya, Anda telah mewawancarai orang lain, yang dianggap lebih tepat. Gunakan pertimbangan Anda, mengingat bahwa apabila Anda hanya menjawab bahwa “calon tidak memenuhi syarat” atau “calon tidak memiliki pengalaman”, ini dapat menciptakan situasi yang kurang mengenakkan. Berlakulah jujur, namun jangan konfrontatif.

Apabila Anda sudah menemukan calon yang menjanjikan, Anda bisa melanjutkan.

“Bagaimana minat Anda terhadap kami pada saat ini?”

Selidiki keraguan atau keberatan diihak pelamar, jika ada.

“Mari kita tinjau langkah berikutnya”.

Biarkan pelamar mengetahui apa yang akan terjadi berikutnya, apakah diperlukan wawancara lain, dan berapa lama sebelum keputusan diambil.

“Saya ucapkan terima kasih atas kedatangan Anda hari ini...”.

Naskah Wawancara Pelamar Kerja Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: