Blog Informasi Apa Aja

02 Januari 2013

Sejarah dan Definisi Cloud Computing


    Ide awalCloud computing bisa ditarik dari tahun 1960-an, saat John McCarthy, pakar komputasi Massachussetts Institute of Technology (MIT) yang dikenal juga sebagai salah satu pionir kecerdasan buatan, menyampaikan visi bahwa "suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publicseperti listrik dan telepon". Namun baru di tahun 1995, Larry Ellison, pendiri Oracle, memunculkan ide "Network Computing" sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat itu merajai Desktop Computing dengan Windows 95 nya.Larry Ellison menawarkan ide bahwa sebetulnya user tidak memerlukan berbagai perangkat lunak, mulai dari Sistem Operasi dan berbagai perangkat lunak lain, untuk diinstall ke dalam PC Desktop mereka.
    PC Desktop bisa digantikan oleh sebuah terminal yang langsung terhubung dengan sebuah server yang menyediakan berbagai kebutuhan perangkat lunak yang siap diakses oleh pengguna.Ide "Network Computing" ini sempat menghangat dengan munculnya beberapa pabrikan seperti Sun Microsystem dan Novell Netware yang menawarkan Network Computing client sebagai pengganti desktop.
    Pada tahun 1998, Network Computingsempat diimplementasikan pada sebuah Windows NT Server, di mana Network Computing client dapat menggunakan berbagai aplikasi yang tersedia di dalam server tersebut secara remote.Namun akhirnya, Network Computing ini lenyap dengan sendirinya, terutama disebabkan kualitas jaringan komputer yang saat itu masih belum memadai, sehingga akses Network Computing ini menjadi sangat lambat, sehingga orang-orang akhirnya kembali memilih kenyamanan PC Desktop, seiring dengan semakin murahnya harga PC.
    Tonggak selanjutnya adalah kehadiran konsep ASP (Application Service Provider) di akhir era 90-an. Seiring dengan semakin meningkatnya kualitas jaringan komputer, memungkinkan akses aplikasi menjadi lebih cepat.Hal ini ditangkap sebagai peluang oleh sejumlah pemilik data center untuk menawarkan fasilitasnya sebagai tempat ‘hosting’ aplikasi yang dapat diakses oleh pelanggan melalui jaringan komputer.Dengan demikian pelanggan tidak perlu investasi di perangkat data center.Hanya saja ASP ini masih bersifat "private", di mana layanan hanya dikelompokkan khusus untuk satu pelanggan tertentu, sementara aplikasi yang di sediakan waktu itu umumnya masih bersifat client – server.
    Kehadiran berbagai teknik baru dalam pengembangan perangkat lunak di awal abad 21 terutama di area pemrograman berbasis web disertai peningkatan kapasitas jaringan internet, telah menjadikan situs-situs internet bukan lagi berisi sekedar informasi statik.Tapi sudah mulai mengarah ke aplikasi bisnis yang lebih kompleks.
    Seperti diungkapkan sebelumnya, popularitas Cloud Computing semakin menjulang saat di awal tahun 2000, Marc Benioff ex VP di Oracle, meluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk Software as a Service, Salesforce.com, yang mendapatkan sambutan gegap gempita.Dengan misinya yang terkenal yaitu "The End of Software", Benioff bisa dikatakan berhasil mewujudkan visi Larry Elisson tentang Network Computing menjadi kenyataan.
    Dimulai di tahun 2005, mulai muncul inisiatif yang didorong oleh nama-nama besar seperti Amazon.com yang  meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), Google dengan Google AppEngine-nya, tak ketinggalan raksasa biru IBM meluncurkan Blue Cloud Initiative dan lain sebagainya.Bahkan Dell, pernah mencoba mempatenkan istilah "Cloud Computing", namun ditolak oleh otoritas paten Amerika.Walaupun di luar negeri Cloud Computing ini sudah sangat marak, namun tidak demikian di tanah air Indonesia tercinta ini.
     Salah satu perusahaan yang cukup serius bermain di area ini adalah PT Telkom.Saat ini PT Telkom sudah menawarkan dua layanan aplikasi berbasis Software as a Service.Salah satunya melalui anak usahanya, Sigma Cipta Caraka, yang menawarkan layanan aplikasi core banking bagi bank kecil-menengah.Kemudian
bekerjasama dengan IBM Indonesia dan mitra bisnisnya, PT Codephile, Telkom menawarkan layanan e-Office on Demand untuk kebutuhan kolaborasi/ korespondensi di dalam suatu perusahaan atau organisasi. 
Seluruh perusahaan besar seperti IBM, Microsoft, Google, dan Apple saat ini sedang terlibat dalam peperangan untuk menjadi penguasa terbesar cloud ini.
  1. IBM di paruh akhir tahun 2009 kemarin telah meluncurkan LotusLive, layanan kolaborasi berbasis cloud.
  2. Microsoft yang sekarang di perkuat oleh Ray Ozzie sebagai Chief Software Architect pengganti Bill Gates, menggadang Windows Azure, sistem operasi berbasis cloud yang akan menjadi masa depan Windows OS.
  3. Apple telah menyediakan layanan Mobile Me yang memungkinkan pengguna produk Mac, untuk melakukan sinkronisasi data ke dalam cloud.
  4. Google, satu-satunya raksasa yang lahir di era internet, sudah sejak lama memberikan layanan Google Docs yang memungkinkan pengguna membuat dokumen atau bekerja dengan spreadsheet secara online tanpa perlu perangkat lunak terinstal di PC atau notebook.Bahkan Google dalam waktu dekat akan meluncurkan sistem operasi cloud-nya, Chrome OS, yang akan menjadi ancaman serius bagi para penyedia sistem operasi lain.
    "Cloud Computing" secara sederhana adalah "layanan teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan atau diakses oleh pelanggannya melalui jaringan internet"."Cloud (awan)" sendiri merujuk kepada simbol awan di dunia Teknologi Informasi digunakan untuk menggambarkan jaringan internet (internet cloud).
    Cloud computing adalah sebuah mekanisme yang memungkinkan kita "menyewa" sumber daya teknologi informasi (Software, processing power, storage, dan lainnya) melalui internet dan memanfaatkannya sesuai kebutuhan kita. Dengan konsep ini, maka semakin banyak orang yang bisa memiliki akses dan memanfaatkan sumber daya tersebut, karena tidak harus melakukan investasi besar-besaran.

Sumber : library.binus.ac.id

Sejarah dan Definisi Cloud Computing Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

1 komentar:

ululf01 mengatakan...

Makasih gan sudah berbagi ilmunya

moga bermanfaat dan ilmu bertambah