Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

22 February 2013

Network Troubleshooting Beserta Solusinya



Network troubleshooting dapat diartikan sebagai cara atau teknik mengenal (recognizing) dan mendiagnosa (diagnosing) masalah-masalah jaringan dengan tujuan untuk menjaga agar jaringan tetap berjalan dengan normal. Yang perlu diperhatikan oleh administrator jaringan, teknisi jaringan, dan spesialis jaringan, adalah memelihara konektivitas dari semua perangkat jaringan (dalam sebuah proses biasanya sebut dengan fault management). Dalam mengevaluasi dan meningkatkan kinerja jaringan harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Karena masalah-masalah jaringan yang serius dapat mengindikasikan adanya masalah kinerja dari sebuah jaringan sehingga dengan perhatian yang lebih serius dapat membantu mengetahuinya lebih dini sebelum menjadi masalah yang lebih serius. Network troubleshooting yang akan lakukan adalah berbasiskan pada layanan -layanan di TCP/IP atau Internet. Beberapa alat troubleshooting untuk software yang digunakan berbasiskan pada platform sistem operasi (OS) Linux dan Windows.
Hal-hal yang sering terjadi dalam jaringan di antaranya adalah:

1.       Masalah Konektivitas

Masalah konekvitas terjadi ketika suatu end stations (seperti komputer, hub/switch, router) tidak dapat berkomunikasi satu sama lain dengan baik di lingkungan jaringan LAN (local area network) maupun WAN (wide area network). Masalah konektivitas dapat diatasi menggunakan alat-alat manajemen berupa software maupun hardware. Masalah konektivitas yang sering terjadi meliputi:
a. Kehilangan Konektivitas (Loss of connectivity ), kehilangan konektivitas biasanya terjadi akibat adanya kerusakan pada hardware atau pun kesalahan pada settingan software-nya.
b. Konektivitas terputus-putus atau tidak stabil (Intermittent connectivity), Kendati para pengguna memiliki akses ke sumber daya jaringan beberapa kali tetapi kadangkala masih menghadapi koneksi jaringan yang 'mati' (periods of downtime). Masalah konektivitas yang terputus-putus dapat mengindikasikan bahwa jaringan berada pada ambang kerusakan yang lebih parah. Jika konektivitas tidak menentu maka segeralah melakukan pengamatan dan penyelidikan pada masalah tersebut.
c. Masalah Timeout menyebabkan kehilangan konektivitas (loss of connectivity)
tetapi lebih sering dihubungkan dengan kinerja jaringan yang buruk.

2.       Masalah Kinerja Jaringan

Jaringan memiliki masalah kinerja ketika tidak dapat beroperasi secara efektif. Misalkan, ketika respon jaringan yang lambat dan jaringan tidak stabil seperti biasanya, sehingga pengguna tidak dapat menggunakan jaringan dengan optimal.
Beberapa masalah kinerja yang bersifat sewaktu-waktu muncul seperti duplikasi alamat dan laju utilisasi jaringan yang selalu konsisten tinggi dapat saja terjadi. Jika secara teratur jaringan diperiksa untuk masalah kinerja, dapat memperpanjang fungsi konfigurasi jaringan yang ada dan merencanakan peningkatan kualitas jaringan agar dampak dari masalah tersebut tidak mengganggu terhadap produktivitas pengguna.

Permasalahan Koneksi Jaringan dan Solusinya

bagaimana menangani masalah jaringan computer ?Kebanyakan masalah berhubungan dengan TCP/IP, yaitu bagaimana konfigurasi komputer pada jaringan. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pada jaringan komputer:

1.       Memeriksa Konfigurasi

Hal pertama yang harus dilakukan pada proses troubleshooting adalah dengan memeriksa konfigurasi TCP/IP. Dengan mengetikkan ipconfig/all di cmd maka terlihat bahwa beberapa komputer mungkin mempunyai beberapa kartu antarmuka jaringan, dan Windows juga bisa mengenali Port Firewire sebagai adapter jaringan, perhatikan interface yang akan dikonfigurasi. Jika konfigurasi masih kosong, maka ada beberapa kemungkinan, antara lain Interface belum memperoleh alamat IP.

Alamat IP bisa diberikan secara manual, atau via server DHCP. Jika IP diperoleh dari DHCP, ada beberapa perintah yang dapat digunakan untuk melihat apakah komputer mampu untuk memperoleh alamat IP, antara lain:
Ipconfig /release
Ipconfig /renew
Ipconfig /all

Jika komputer tidak dapat menampilkan alamat IP, ada kemungkinan beberapa penyebab. Sebagai contoh Server DHCP telah memberikan semua alamat IP nya (alamat IP habis). Administrator jaringan harus memeriksa log server jika terjadi kemungkinan ini.

Kemungkinan lain adalah disebabkan karena kabel jaringan yang tidak baik. Menghubungkan kabel dengan komputer lain dapat dilakukan untuk memastikan apakah kabel memang berfungsi dengan baik. Kemungkinan lain yaitu kartu jaringan tidak terpasang dengan benar. Pada kebanyakan kasus, Windows XP akan secara otomatis mendeteksi sebuah kartu jaringan dan memasang driver secara otomatis.

Namun demikian, Windows seringkali salah mengidentifikasi kartu jaringan. Apabila terjadi masalah saat koneksi ke jaringan, periksalah model kartu jaringan yang terpasang apakah sesuai dengan driver yang di-load oleh windows. Jika driver sesuai tapi jaringan masih mengalami masalah, download driver kartu jaringan terbaru dari website resmi kartu jaringan tersebut. Dengan menginstal driver terbaru kemungkinan basar masalah tersebut dapat diatasi. Namun apabila tetap mengalami masalah, hal terakhir yang harus dilakukan adalah mengganti kartu jaringan dengan kartu jaringan yang baru.

2.       Kegagalan Komunikasi

Jika NIC sudah memiliki alamat IP yang berasosiasi, tapi komputer tidak dapat berkomunikasi dengan jaringan, maka harus menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang berbeda. Hal pertama yang harus dianalisis adalah asal dari alamat IP komputer tersebut, apakah manual atau berasal dari DHCP server.

Jika alamat IP diperoleh dari server DHCP, maka dapat menghilangkan banyak kemungkinan penyebab masalah jaringan tersebut. Jika komputer mampu untuk ‘menyewa’ sebuah alamat IP, artinya kartu jaringan sedang berfungsi dan koneksi ke switch tidak ada masalah. Ketika komputer ‘menyewa’ sebuah alamat dari server DHCP, alamat ini valid untuk periode waktu tertentu. Jika komputer telah sukses ‘menyewa’ alamat sebelumnya, namun belum kadaluarsa, kemungkinan tampak bahwa komputer telah memperoleh IP baru, namun kenyataannya komputer masih mempertahankan IP yang diperoleh sebelumnya. Cara termudah untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi adalah dengan menggunakan perintah ipconfig /release dan ipconfig/renew untuk melepaskan IP yang lama dan untuk mendapatkan IP yang baru.

Jika NIC telah mempunyai alamat IP, tapi alamat telah diberikan secara manual, maka hal pertama yang dibutuhkan adalah menjalankan beberapa tes konektivitas dasar. Hubungkanlah komputer yang lain ke koneksi jaringan untuk meyakinkan koneksi bagus. Hal ini dilakukan untuk memastikan perangkat hardware-nya bagus.

Untuk memastikan semua berfungsi dengan baik, buka Command Prompt dan ping alamat IP komputer tersebut. Jika ping berhasil, artinya stack protkol TCP/IP berfungsi. Jika pada command prompt terdapat pesan error Destination Host Unreachable’, artinya ada masalah dengan komputer setup-nya, atau file system yang penting telah dihapus atau corrupted. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan mencoba me-remove dan install ulang kartu jaringan dan driver-nya. Jika tidak berhasil, gunakan Windows Servis Pack untuk me-refresh file system-nya

Apabila komputer mampu melakukan ping pada dirinya sendiri, selanjutnya lakukan ping ke komputer lain pada jaringan. Jika tidak bisa, coba untuk ping komputer-komputer yang lain lagi. Jika komputer tidak mampu membangun komunikasi dengan komputer-komputer tersebut, coba perhatikan apakah link jaringan sedang tidak baik atau mungkin kartu jaringan yang jelek. Jika berhasil melakukan ping ke komputer lain, coba lakukan ping menggunakan nama host-nya,
apabila nama host-nya tidak diketahui buka alamat website apa saja untuk memasttikan koneksinya baik, apabila berhasil berarti jaringan sudah berfungsi dengan baik.

Sumber : http://elib.unikom.ac.id

Network Troubleshooting Beserta Solusinya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

1 comments:

Anonymous said...

menarik