Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

29 May 2013

Alat Peraga Dalam Pembelajaran Matematika



a.      Pengertian 
Pada dasarnya anak belajar melalui yang konkret. Untuk memahami konsep abstrak anak memerlukan benda-benda konkret (rill) sebagai perantara atau visualisasi. Konsep abstrak itu dicapai melalui tingkat-tingkat belajar yang berbeda-beda. Bahkan, orang dewasa pun yang pada umumnya sudah dapat memahami konsep abstrak, pada keadaan tertentu, sering memerlukan visualisasi.
Belajar anak akan meningkat bila ada motivasi. Karena itu dalam pengajaran diperlukan faktor-faktor yang dapat memotivasi anak belajar, bahkan untuk pengajar. Misalnya: pengajaran supaya kaya dan menarik, dapat menimbulkan minat, sikap guru dan penilaiannya yang baik; suasana sekolah bagi guru menyenangkan, ada imbalan bagi guru yang baik.
Karena itulah maka dalam pembelajaran matematika kita sering menggunakan alat peraga. Karena dengan menggunakan alat peraga maka:
1)      Proses belajar mengajar termotivasi;
2)      Konsep abstrak matematika tersajikan dalam bentuk konkret dan karena itu lebih  dapat dipahami dan dimengerti, dan dapat ditanamakan pada tingkat-tingkat yang lebih rendah;
3)      Hubungan antara konsep abstrak matematika dengan benda-benda di alam sekitar akan lebih dapat dipahami;
4)      Konsep-konsep abstrak yang tersajikan dalam bentuk konkret, (Suherman, 2001: 204)
Selain dari fungsi atau faedah di atas, penggunaan alat peraga itu dapat dikaitkan dan dihubungkan dengan salasatu atau beberapa dari tujuan berikut:
1)      Pembentukan konsep
2)      Pemahaman konsep
3)      Latihan dan penguatan
4)      Pelayanan terhadap perbedaan individual, termasuk pelayanan terhadap anak lemah dan berbakat
5)      Pengukuran; alat peraga yang dipakai sebagai alat ukur
6)      Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan relasi baru serta penyimpulannya secara umum;
7)      Pemecahan masalah pada umumnya
8)      Termotivasi untuk berfikir
9)      Termotivasi untuk berdiskusi
10)  Termotivasi untuk partisipasi aktif,  (Ruseffendi,  1992: 140) dan (Suherman, 2001:  204)
Alat peraga itu berupa benda rill, gambarnya atau diagramnya. Keuntungan alat peraga benda rill adalah benda-benda itu dapat dipindah-pindahkan (dimanipulasikan), sedangkan kelemahannya tidak dapat disajikan dalam buku (tulisan). Oleh karena itu untuk bentuk tulisannya kita buat gambarnya atau diagramnya. Tetapi,  kelemahannya tidak dapat dimanipulasikan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat alat peraga yang sederhana  (Ruseffendi, 1992: 140) dan (Suherman, 2001: 204) diantaranya:
1)      Dibuat dari bahan-bahan yang cukup kuat agar tahan lama;
2)      Bentuk dan warnanya menarik;
3)      Sederhana dan mudah diolah;
4)      Ukurannya seimbang dengan ukuran fisik anak;
5)      Dapat menyajikan (dalam bentuk rill, gambar dan diagram) konsep matematika;
6)      Sesuai dengan konsep;
7)      Dapat menunjukan konsep matematika dengan jelas;
8)      Siswa diharapkan bisa aktif (sendiri atau berkelompok), karena alat peraga dapat dimanipulasikan;
9)      Dapat berfaedah ganda (banyak).
Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa alat peraga pembelajaran matematika adalah alat untuk menerangkan atau mewujudkan konsep matematika. Merubah konsep abstrak menjadi ke hal yang konkret.
b.      Manfaat Alat Peraga
Piaget, Bruner dan Dienes (Ruseffendi, 1992: 147) mengemukakan beberapa manfaat dari memakai alat peraga dalam pengajaran matematika adalah sebagai berikut:
1)      Dapat meningkatkan minat belajar siswa;
2)      Membantu daya tilik ruang;
3)      Dapat melihat hubungan antara ilmu yang dipelajari dengan lingkungan alam sekitar;
4)      Mengundang berdiskusi, berfikir, berpartisipasi aktif, memecahkan masalah, dan sebagainya;
5)      Anak belajar melalui dunia nyata dan memanipulasi benda-benda nyata pula;
6)      Anak akan lebih berhasil jika belajar banyak melibatkan inderanya;
c.       Peranan Alat Peraga
Tidak sedikit guru beranggapan bahwa pola pikir siswa terutama siswa SD sama dengan pola pikir guru sehingga banyak guru menganggap bahwa apa yang dijelaskannya di depan kelas dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Anggapan ini sebenarnya menyesatkan. Sesuai dengan teori belajar Bruner (Aisyah 2007: 22) pembelajaran matematika di SD terutama di kelas rendah sangat memerlukan benda-benda konkret yang dapat diamati dan dipegang langsung oleh siswa ketika melakukan aktivitas belajar. Karena itu peranan alat peraga dalam pembelajaran matematika realistik tidak boleh dilupakan. Dalam hal ini alat peraga dapat menjembatani konsep abstrak matematika dengan dunia nyata. Di samping itu, alat peraga juga dapat membantu siswa menemukan strategi pemecahan masalah. Dari penggunaan alat peraga ini siswa dapat membangun sendiri pengetahuannya, memahami masalahnya, dan menemukan  strategi pemecahan masalahnya, (Aisyah 2007: 22).

Alat Peraga Dalam Pembelajaran Matematika Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: