Blog Informasi Apa Aja

29 Mei 2013

Fungsi Organ Pernapasan Manusia



Mata pelajaran Sains di sekolah Dasar merupakan salah satu mata pelajaran yang berhubungan dengan alam sekitar, hal ini sejalan menurut pendapat Darmodjo (Syahrani, 2009:8) bahwa “Sains adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam”. Oleh karena itu pembelajaran Sains sangat penting untuk dipelajari siswa dan diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mengenal diri sendiri dan alam sekitar serta dapat menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari. Dalam KTSP 2006 mata pelajaran Sains, salah satu materi yang harus dikuasai oleh siswa adalah fungsi organ pernapasan manusia dimana materi tersebut sangat penting untuk dipelajari karena berkaitan langsung dengan dunia nyata anak. Menurut Haryanto (2006:5) pernapasan adalah proses menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbondioksida (CO2) oleh makhluk hidup. Pernapasan disebut juga respirasi. Organ pernapasan manusia terdiri atas paru-paru kiri dan paru-paru kanan. Oksigen untuk pernapasan dapat berasal dari udara bebas, dalam tanah dan dalam air. Oksigen yang diserap digunakan untuk mengoksidasi zat makanan dan menghasilkan energi dan mengeluarkan uap air serta karbondioksida. Karbondioksida dikeluarkan melalui paru-paru, tenggorokan, lubang hidung. Gas karbondioksida dikeluarkan dari tubuh sebagai sisa pernapasan.
Alat khusus untuk pernapasan pada manusia adalah paru-paru. Fungsi dari paru-paru adalah menukar oksigen dari darah dengan karbondioksida dari darah. Paru-paru terletak dalam rongga dada di atas diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut. Paru-paru dilindungi oleh tulang dada dan tulang rusuk. Di dalam paru-paru terjadi pertukaran gas oksigen dengan karbondioksida.
Pernapasan pada manusia menurut Abtokhi (2008:58) ada dua macam yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dengan menggunakan bantuan otot antar tulang rusuk disebut pernapasan dada. Pernapasan dengan menggunakan diafragma (selaput rongga dada)  disebut pernapasan perut. Pernapasan dada terjadi karena pergerakan otot-otot antar tulang otot yang berkontraksi  sehingga tulang rusuk terangkat naik yang menyebabkan volume rongga dada membesar dan udara dalam rongga dada turun serta paru-paru mengembang. Pada saat paru-paru mengembang, tekanan udara dalam paru-paru  lebih rendah daripada tekanan udara di lingkungan akibatnya udara mengalir dari luar ke dalam paru-paru (inspirasi). Ketika otot-otot antar tulang rusuk relaksasi, sehingga tulang rusuk turun yang menyebabkan rongga dada menyempit dan tekanan udara di dalamnya naik. Keadaan ini menyebabkan paru-paru mengempis dan tekanan udara di dalam paru-paru lebih tinggi daripada tekanan udara lingkungan (ekspirasi). Sedangkan pernapasan perut terjadi akibat gerakan diafragma yang berkontraksi yang semula cembung ke atas bergerak turun menjadi agak rata. Akibatnya rongga dada membesar dan paru-paru mengembang sehingga perut mengembung. Tekanan udara di dalam paru-paru turun sehingga udara dari luar masuk ke dalam paru-paru (inspirasi). Ketika otot-otot diafragma relaksasi, diafragma kembali ke keadaan semula (cembung) dan mengakibatkan rongga dada menyempit. Pada saat demikian paru-paru mengempis dan mendorong udara keluar dari paru-paru (ekspirasi) pernapasan perut terjadi terutama  pada saat tidur.
Bagaimanakah proses pernapasan berlangsung? Pada saat menarik napas otot diafragma mengerut. Akibatnya diafragma mendatar, rongga dada membesar, dan udara masuk paru-paru, selain itu, paru-paru dapat pula terisi udara dengan mengerutnya otot antar tulang rusuk. Otot antar tulang rusuk mengerut menyebabkan rongga dada membesar dan udara masuk ke dalam paru-paru. Proses masuknya udara pernapasan ke dalam paru-paru disebut inspirasi. Pada saat menghembuskan napas, otot diafragma dan otot antar tulang rusuk mengendur. Akibatnya, rongga dada mengecil dan paru-paru mengempis sehingga CO2 dalam paru-paru terdorong keluar. Proses tersebut merupakan proses ekspirasi

Fungsi Organ Pernapasan Manusia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: