Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

13 May 2013

Komponen dan Karakteristik Pembelajaran Kontekstual



Menurut Johnson, 2002 (Kunandar, 2007: 274) ada delapan komponen utama dalam sistem pembelajaran kontekstual, yaitu sebagai berikut :
a.       Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections). Artinya, siswa dapat mengatur diri sendiri sebagai orang yang belajar secara aktif dalam mengembangkan minatnya secara individual, orang yang dapat bekerja sendiri atau bekerja dalam kelompok, dan orang yang dapat belajar sambil berbuat (Learning by Doing).
b.      Melakukan kegiatan-kegiatan yang signifikan  (doing significant work). Artinya, siswa membuat hubungan-hubungan antara sekolah dan berbagai konteks yang ada dalam kehidupan nyata sebagai pelaku dan sebagai anggota masyarakat .
c.       Belajar yang diatur sendiri (self regulated learning).
d.      Bekerja sama (collaborating). Artinya siswa dapat bekerja sama, guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok, membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan berkomunikasi.
e.       Berfikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking). Artinya, siswa dapat menggunakan tingkat berfikir yang lebih tinggi secara kritis dan kreatif, dapat menganalisis, membuat sintesis, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan membuat logika serta bukti-bukti.
f.       Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nurturing the individual). Artinya, siswa memelihara pribadinya : mengetahui, memberi perhatian, memiliki harapan-harapan yang tinggi, memotivasi dan memperkuat diri sendiri. siswa tidak dapat berhasil tanpa dukungan orang dewasa.
g.      Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards). Artinya, siswa mengenal dan mencapai standar yang tinggi, mengidentifikasi tujuan, dan memotivasi siswa untuk mencapainya. Guru memperlihatkan kepada siswa cara mencapai apa yang disebut “excellence”.
h.      Menggunakan perhatian autentik (using authentic assessment).

Elaine (2006: 67) mengemukakan sistem Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna di dalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka, yaitu dengan konteks kehidupan pribadi, sosial dan budaya mereka. Untuk mencapai tujuan ini, sistem tersebut meliputi 8 (delapan) komponen berikut :
1.      Membuat keterkaitan-keterkaitan yang bermakna.
2.      Melakukan pekerjaan yang berarti.
3.      Melakukan pembelajaran yang diatur sendiri.
4.      Melakukan kerja sama
5.      Berfikir kritis dan kreatif.
6.      Membantu individu untuk tumbuh dan berkembang.
7.      Mencapai standar yang tinggi
8.      Menggunakan penilaian yang autentik.
Sofyan dan Amiruddin (2007: 15-16) secara garis besar mengemukakan 7 (tujuh) komponen utama dalam pembelajaran kontekstual yaitu :
1.      Konstruktivisme
a.       Membangun pengetahuan mereka sendiri dari pengalaman baru berdasarkan pada pengetahuan awal.
b.      Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan.
2.      Inquiry.
a.       Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman.
b.      Peserta didik belajar menggunakan keterampilan berfikir kritis.
3.      Questioning (bertanya)
a.       Kegiatan guru untuk mendorong, memebimbing dan menilai kemampuan berfikir peserta didik.
b.      Bagi peserta didik yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry.
4.      Learning Community (Masyarakat Belajar)
                                           a.      Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar
                                          b.      Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri
                                           c.      Tukar pengalaman
                                          d.      Berbagi ide
5.      Modeling (Pemodelan)
                                           a.      Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berfikir, bekerja dan belajar.
                                          b.      Mengerjakan apa yang guru inginkan agar peserta didik mengerjakannya.
6.      Reflection (Refleksi)
a.       Cara berfikir tentang apa yang telah kita pelajari.
b.      Mencatat apa yang yang telah dipelajari.
c.       Membuat jurnal, karya seni, dan diskusi kelompok.
7.      Authentic Assessment (Penilaian Yang Sebenarnya).
a.       Mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik.
b.      Penilaian produk (kinerja)
c.       Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual.
Selain itu juga Sofyan dan Amiruddin (2007: 16) mengemukakan bahwa karakteristik pembelajaran kontekstual yaitu :
1.      Kerjasama.
2.      Saling menunjang.
3.      Menyenangkan, tidak membosankan.
4.      Belajar dengan bergairah
5.      Pembelajaran terintegrasi
6.      Menggunakan berbagai sumber
7.      Peserta didik aktif
8.      Sharing dengan teman
9.      Peserta didik kritis dan kreatif.

Komponen dan Karakteristik Pembelajaran Kontekstual Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: