Blog Informasi Apa Aja

29 Mei 2013

Metode Tanya Jawab



Menurut Nur (1997) Sebuah pertanyaan adalah kalimat introgatif yang membutuhkan jawaban. Sebuah pertanyaan dinyatakan dalam bahasa yang sederhana, jelas, langsung, yang dapat dimengerti oleh siswa. Sebuah pertanyaan yang baik merangsang pemikiran dan sebaiknya disesuaikan dengan umur, kemampuan, dan minat siswa. 
1.      Dasar-dasar Pertayaan yang baik
Menurut Usman (2006) dasar-dasar pertanyaan yang baik yakni: a) jelas dan mudah dimengerti oleh murid, b) berikan informasi yang cukup untuk menjawab pertanyaan, c) difokuskan pada suatu masalah atau tugas tertentu, d) berikan waktu yang cukup kepada anak sebelum menjawab pertanyaan, e) bagikanlah seluruh pertanyaan kepada murid secara merata, f) berikan respon yang ramah dan menyenangkan, g) tuntutanlah jawaban murid sehingga mereka bias menemukan sendiri jawaban.
2.      Tujuan Bertanya
Depdiknas (2004) menyatakan bahwa, sebuah pertanyaan dipergunakan untuk keperluan tertentu. Pertanyaan dipakai untuk: a) menemukan apa yang telah diketahui atau mencari apakah ada yang mengetahuinya, b) memotivasi, c) membantu siswa berpikir runtut, d) mengembangkan kemampuan berpikir, e) mendiagnosa kesulitan belajar, dan f) mengevaluasi.
Sementara pendapat Hidayat (1995) guru memakai pertanyaan untuk tiga tujuan utama: (a) Untuk mengevaluasi atau untuk menjajaki apa yang sudah diketahui siswa, (b) Untuk mengendalikan fungsi kelas, menjadikannya strategi pengelolaan kelas atau untuk mengurangi tingkah laku yang tidak dikehendaki dalam kelas, dan (c) Untuk mengajar siswa dengan menunjukkan sumber dan cara memfokuskan pada observasi, menunjukkan perbedaan dan ketidaksesuaian, dan sebagainya.
Pertanyaan juga digunakan untuk tujuan-tujuan lain yang dikemukakan Rowe (Depdiknas, 2004: 25) adalah:
“(a) Membangkitkan minat siswa dan memotivasi partisipasi, (b) Menentukan pengetahuan awal siswa sebelum pelajaran dimulai, (c) Mengetahui pikiran siswa dan informasi penting lainnya tentang masalah sebelum dibelajarkan, (d) Mengarahkan siswa menuju pemikiran yang lebih tinggi, (e) Mendisiplinkan siswa nakal agar menjelaskan perilaku mereka dengan mengajukan pertanyaan, (f) Menggiring siswa untuk menemukan jawaban dan memfokuskan perhatian, (g) Mendiagnosis kekuatan dan kelemahan siswa, (h) Membantu siswa membangun konsep atau melihat hubungan di antara obyek, atau fenomena, (i) Merevieu atau merangkum pelajaran, (j) Menilai secara informal penguasaan siswa, (k) Mengevaluasi hasil pelajaran, seperti tujuan yang ingin dicapai”.

3.      Jenis-jenis Pertanyaan
Menurut Usman (2006) jenis-jenis pertanyaan, yaitu: (a) Pertanyaan hafalan dalam menyatakan atau merevieu fakta, (b) pertanyaan konvergen yang mempunyai satu jawaban benar dan membutuhkan alasan, (c) Pertanyaan divergen yang memiliki beberapa jawaban dan membantu adanya kemungkinan berpikir dan berkreasi, dan (d) Pertanyaan evaluasi menentukan kebijaksanaan dan pembelaan, (e) pertanyaan permintaan, (f) pertanyaan retoris, (g) pertanyaan mengarahkan, (h) pertanyaan mengali.
Keterampilan bertanya ada dua yaitu : (a) Keterampilan bertanya dasar komponen-komponennya; Pengungkapan pertanyaan secara singkat dan jelas, pemberian acuan, pemusatan, pemindahan giliran, penyebaran pertanyaan, pemberian waktu berpikir, pemberian tuntutan, (b) Keterampilan bertanya lanjut, komponen-komponennya; pengubahan tuntutan tingkat kognitif, pengaturan urutan peranyaan, penggunaan pertanyaan pelacak (klasifikasi, meminta murid memberikan alasan, meminta kesepakatan pandangan, meminta ketepatan jawaban, meminta jawaban yang lebih relevan, meminta contoh, meminta jawaban yang lebih kompleks), peningkatan terjadinya interaksi.
4.      Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bertanya
Menurut Usman (2006) Hal yang perlu diperhatikan dalam bertanya adalah (a) kehangatan dan keantusiasan, (b) kebiasaan yang perlu dihindari  (mengulangi pertanyaan sendiri, mengulangi jawaban murid, menjawab pertanyaan sendiri, pertanyaan yang memancing jawaban serentak, pertanyaan ganda, menentukan siswa tertentu untuk menjawab sebelum mengajukan pertanyaan).
5.      Dampak pertanyaan terhadap siswa
Menurut Usman (2006) Pertanyaan yang dipilih dan digunakan guru harus dapat mempengaruhi siswa dalam tiga aspek yaitu sikap, cara berpikir, dan prestasi belajar.

1.      Sikap siswa
Sikap mempengaruhi bagaimana siswa berpartisipasi, berpikir, dan mencapai sukses. Siswa yang memiliki sikap positif cenderung menyenangi pelajaran, guru, atau metode mengajarnya. Siswa yang memiliki sikap negativ seringsekli menghubungkan sikap negative ini dengan mata pelajaran, pengalaman, sekolah, atau guru, dan cenderung menolak, serta berpestasi jelek.
2.      Cara berpikir siswa
Pertanyaan guru akan mempengaruhi cara berpikir siswa. Guru yang mengharapkan siswa untuk berpikir pada tingkatan tertentu, menyusun dan memakai pertanyaan, dan menerima respon siswa sesuai dengan tingkatan yang diharapkan guru. Tingkatan pemikiran siswa perlu disesuaikan dengan persyaratan metode yang dipakai guru, apabila siswa diharapkan menjadi siswa pandai. Pertanyaan siswa merupakan indikator tingkat pemikiran siswa dan akan dilakukan karena pengaruh pertanyaan guru.
3.      Hasil belajar siswa
Perubahan dalam interaksi verbal dapat membuat perbedaan. Pertanyaan guru dapat mengubah prestasi siswa menjadi lebih baik, dari pada pertanyaan-pertanyaan tertulis yang tedapat di dalam buku siswa dan lembar kegiatan siswa.
Dari hasil penelitian William dalam Martin, (1997) disimpulkan bahwa pertanyaan guru berperan penting dalam membentuk sikap, pemikiran, dan keberhasilan belajar siswanya. 

6.      Teknik Penyajian Metode Tanya Jawab
Menurut Alipandie (1994) penyajian metode tanya jawab oleh guru, pada umumnya adalah untuk memberi motivasi kepada siswa agar bangkit pemikirannya untuk bertanya selama mendengarkan  pelajaran atau guru yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu, siswa menjawab. Adapun teknik menyajikan pelajaran dengan menggunakan metode tanya jawab adalah sebagai berikut: (a) rumuskan tujuan khusus yang akan dicapai, (b) selidiki dan pertimbangkan dengan seksama apakah metode tanya jawab itu tepat untuk dipakai, (c) susunlah bahan pertanyaan yang dapat membangkitkan minat, perhatian, mendorong inisiatif siswa, dan dapat merangsang siswa untuk dapat bekerjasama, (d) ditujukan untuk melatih siswa agar mampu mengasosiasikannya dengan masalah lain, (e) pertanyaan hendaknya diarahkan kepada seluruh kelas secara bergilir dan merata, tidak tertuju pada siswa tertentu saja, supaya dapat dihindari kemungkinan jawaban yang menyimpang dari pokok persoalan, (f) menyediakan kesempatan bertanya bagi siswa yang masih memerlukan penjelasan.  
7.      Kelebihan Metode Tanya Jawab
Dalam pelaksanaannya metode tanya jawab mempunyai kelebihan seperti kelas lebih hidup karena partisipasi siswa lebih aktif dan berusaha mendengarkan pertanyaan guru dengan baik dan mencoba untuk memberikan jawaban yang tepat, sehingga siswa menerima pelajaran dengan aktif berpikir, tidak pasif mendengarkan saja.
Kebaikan metode tanya jawab secara sistematis telah dikemukakan oleh Alipandie (1994), yaitu sebgai kerikut: (a) situasi kelas lebih hidup karena para siswa aktif berpikir dan menyampaikan buah pikirannya melalui jawaban atas pertanyaan guru, (b) sangat positif untuk melatih anak agar berani mengemukakan pendapatnya dengan lisan secara teratur, (c) timbulnya perbedaan pendapat di antara para anak didik, membawa kelas pada situasi diskusi yang menarik, (f) siswa yang segan mencurahkan perhatian, menjadi berhati-hati dan secara sungguh-sungguh mengikuti pelajaran, (e) sekalipun pelajaran berjalan agak lamban, tetapi guru dapat melakukan kontrol terhadap pemahaman dan pengertian siswa tentang masalah yang dibicarakan.
8.      Kelemahan Metode Tanya Jawab
Secara umum kelemahan metode tanya jawab adalah kelancaran jalannya pelajaran agak terhambat karena diselingi dengan tanya jawab, jawaban siswa belum tentu tepat.
Menurut Sudirman (1992) bahwa kelemahan metode tanya jawab dalam proses pembelajaran antara lain: (a) siswa sering merasa takut, apabila guru kurang dapat medorong siswa untuk berani dengan menciptakan suasana yang tidak tegang dan akrab, (b) tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa dan mudah dipahami siswa, (c) waktu sering banyak terbuang, terutama apabila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang, (d) guru masih tetap mendominasi proses belajar mengajar, (e) apabila jumlah siswa puluhan, tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan kepada setiap siswa, (f) sering jawaban diborong oleh sejumlah kecil siswa yang menguasai dan senang berbicara, sedangkan banyak siswa lainnya tidak memikirkan jawabannya

Metode Tanya Jawab Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: