Blog Informasi Apa Aja

29 Mei 2013

Model Pembelajaran Kooperatif



a.      Konsep  Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang di lakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah durumuskan. Ada empat unsur-unsur penting dalam pembelajaran koopertif, yaitu: 1) adanya peserta dalam kelompok, (2) adanya aturan kelompok, (3) adanya upaya belajar setiap anggota kelompok, dan (4) adanya tujuan yang harus dicapai ( Sanjaya,2006:241).
Lungren (Trianto,,2002:46), menyusun keterampilan-keterampilan- kooperatif tersebut secara terinci dalam tiga tingkatan keterampilan. Tingkatan tersebut yaitu keterampilan kooperatif yaitu, (1), keterampilan kooperatif tingkat awal, (2), keterampilan kooperatif tingkat menengah, (3), keterampilan kooperatif tingkat mahir.
Menurut Lungren (Trianto, 2007:47) menyebutkan bahwa unsur-unsur dasar yang perluh untuk ditanamkan kepada siswa agar pembelajaran kooperatif dapat berjalan lebih efektif lagi adalah:
1.   Para siswa harus memiliki persepsi sama bahwa mereka     “tengelam” atau “berenang” bersama, 2 para siswa memiliki tanggung jawab terhadap tiap siswa lain dalam kelompoknya, di samping tanggung jawab terhadap diri sendiri, dalam mempelajari materi yang dihadapi, 3 para siswa harus berpandangan bahwa mereka semuanya mamiliki tujuan yang sama, 3 para siswa harus membagi tugas dan berbagi tanggung jawab sama besarnya diantara para anggota kelompok, 4 para siswa akan diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok, 5 para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerjasama selama balajar , dan 6 para siswa akan diminta memepertanggung jawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

Arends (Trianto,2007:47) menyatakan bahwa pelajaran yang menggunakan pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.   Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajar, 2 kelompok dibentuk dari siswa yang mempunyai kemampuan tinggi, sedang, dan rendah, 3 bila memingkikan, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang beragam, dan  4 Penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok dari pada individu.

Upaya belajar adalah segala aktivitas siswa untuk meningkatkan kamampuan baru, baik kemampuan dalam aspek pengetahuan, sikap maupun keterampilan. Aktivitas pembelajaran tersebut dilakukan dalam kegiatan kelompok, sehingga antar peserta dapat saling membelajarkan melalui tukar pikiran, pengalaman, maupun gagasan-gagasan.
Slavin (1995) mengemukakan dua alasan, pertama, beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa penggunanan pembelajaran koopertif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sekaligus dapat meningkatkan kemampuan hubungan social, menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain, serta dapat meningkatkan harga diri. Kedua, pembelajaran kooperatif dapat merealisasaikan kebutuhan siswa dalam belajar berpikir, memecahkan masalah, dan mengintekrasikan pengetahuan dengan keterampilan. Dari dua alas an tersebut maka pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran yang dapat memperbaiki system pembelajaran yang selama ini memiliki kelemahan.

b.      Tujuan Pembelajaran Kooperatif
            Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama Enggen and Kauchak, (1996: 279).
“pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk meingkatkan partisipasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnaya.

c.       Karakteristik Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif berbeda dengan strategi pembelajaran yang lain. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari proses pembelajaran yang lebih menekankan kepada proses kerjasama dalam kelompok. Tujuan yang ingin dicapai tidak hanya kemampuan akademik dalam pengertian penguasaan bahan pelajaran, tetapi juga adanya unsur kerja sama untuk penguasaan materi tersebut. Adanya kerjasama inilah yang menjadi ciri khas dari pembelajaran kooperatif. Slavin, Abrani, dan Chambers (1996) berpendapat.
Bahwa belajar melalui kooperatif learning dapat dijelaskan dari beberapa perspektif, yaitu perspektif motivasi, perspektif social, perspektif perkembangan kognitif, dan perspektif elaborasi kognitif. Perspektif motivasi artinya bahwa penghargaan yang diberikan kepada kelompok akan saling membantu. Dengan demikian, keberhasilan setiap individu pada dasarnya adalah keberhasilan kelompok. Hal semacam ini akan mendorong setiap anggota kelompok untuk memperjuangkan keberhasilan kelompoknya.

            Perspektif perkembangan kognitif artinya bahwa dengan adanya interaksi antara anggota kelompok dapat mengembangkan prestasi siswa untuk berpikir mengolah berbagai informasi. Elaborasi kognitif, artinya bahwa setiap siswa akan berusaha untuk memahami dan menimba informasi untuk menambah pengetahuan kognitinya. Dengan demikian, karakteristik pembelajaran kooperatif menurut  Sanjaya (2006;244) yaitu, (1)  Pembelajaran secara tim, (2) Didasarkan pada Manajemen Kooperatif, (3) Kemauan untuk Berjasama, (4)  Keterampilan Bekerja Sama.
d.       Prinsip-prisip Pembelajaran Kooperatif
            Menurut  Sanjaya (2006:246)  Terdapat empat prinsip dasar pembelajaran kooperatif , seperti dijelaskan di bawah ini.
1) Prinsip Ketergantungan Positif (Positif Interdependence)
 2) Tanggung Jawab Perseorangan (Individual Accountability)
 3) Interaksi tatap Muka (face to face promotion Interaction)
 4) Partisipasi dan komunikasi (participation Communication)
e.         Prosedur Pembelajaran Kooperatif
            Prosedur pembelajaran kooperatif pada prinsipnya terdiri atas empat tahap yaitu; (1) penjelasan materi, (2) belajar dalam kelompok, (3) penilaian, dan (4) pengakuan tim menurut  Sanjaya (2006:248).


1) Penjelasan Materi
     Tahap penjelasan diartikan sebagai proses penyampaian pokok-pokok materi pelajaran sebelum siswa belajar dalam kelompok. Tujuan utama dalam tahap ini adalah pemahaman siswa terhadap materi pokok pelajaran.
2)  Belajar dalam Kelompok
Setelah guru menjelaskan gambaran umum tentang pokok-pokok materi pelajaran, selanjutnya siswa diminta untuk belajar pada kelompoknya masing-masing yang telah dibentuk sebelumnya. Pengelompokkan dalam pembelajaran kooperatif bersifat heterogen, artinya kelompok dibentuk berdasarkan perbedaan-perbedaan setiap anggotanya, baik perbedaan gender, latar belakang agama, social-ekonomi, dan etnik, serta perbedaan kemampuan akademik.
3) Penilaian
Penilaian dalam pembelajaran kooperatif biasa dilakukan dengan tes atau kuis. Tes atau kuis dilakukan baik secara individual maupun secara kelompok. Tes individual nantinya akan memberikan informasi kemampuan setiap siswa, dan tes kelompok akan memberikan informasi kemampuan setiap kelompok. Hasil akhir setiap siswa adalah penggabungan keduanya dan dibagi dua. Nilai setiap kelompok memiliki nilai sama dalam kelompoknya.
4) Pengakuan Tim
     Pengakuan tim (team recognition) adalah penetapan tim yang dianggap paling menonjol atau tim paling berprestasi untuk kemudian diberikan penghargaan atau hadiah. Pengakuan dan pemberian penghargaan tersebut diharapakan dapat memotivasi tim untuk terus berprestasi dan juga membengkitkan motivasi tim lain untuk lebih mampu meningkatkan prestasi mereka.
f.     Keunggulan pembelajaran kooperatif
Keunggulan Pembelajaran Kooperatif sebagai suatu strategi pembelajaran di antaranya : sebagaimna yang diungkapkan Sanjaya (2006:246)
1)   Melalui pembelajaran kooperatif siswa tidak terlalu menggantungkan pada  guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa yang lain.
2)   Pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain.
3)   Pembelajaran kooperatif dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan.
4)   Pembelajaran kooperatif dapat membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
5)   Pembelajaran kooperatif merupakan suatu strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain, mengembangkan keterampilan me-manage waktu, dan sikap positif terhadap sekolah.
6)   Melalui pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri, menerima umpan balik. Siswa dapat berpraktek memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan, karena keputusan yang dibuat adalah tanggung jawab kelompoknya.
7)   Pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata (riil).
8)   Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangkah panjang.

Model Pembelajaran Kooperatif Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: