Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

29 May 2013

Model Pembelajaran STAD



Model STAD adalah salah satu model belajar kooperatif yang paling sederhana, Sehingga model belajar tersebut dapat digunakan oleh guru-guru yang baru memulai menggunakan model belajar kooperatif. Slavin (1994) menyatakan bahwa dalam STAD siswa ditempatkan dalam kelompok belajar beranggotakan empat atau lima orang yang merupakan campuran dari kemampuan akademik yang berbeda, sehingga dalam setiap kelompok terdapat siswa yang berprestasi tinggi, sedang, dan rendah. Selain itu, berimbang menurut jenis kelamin. Guru menyajikan pelajaran dan kemudian siswa bekerja di dalam kelompok mereka untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok telah menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya, semua siswa diberi tes tentang materi itu. Pada saat diadakan tes mereka tidak boleh saling membantu. Skor siswa dibandingkan antara skor sebelumnya dengan skor yang baru diperoleh. Skor tiap anggota kelompok ini dijumlahkan untuk mendapatkan skor kelompok dan kelompok yang mencapai kriteria tertentu dapat diberi sertifikat atau penghargaan.
Guru lebih dahulu menyajikan pelajaran baru dalam kelas dengan memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS), kemudian siswa mempelajari dan berlatih untuk materi tersebut dalam kelas dalam kelompoknya yang biasanya bekerja berpasangan. Siswa melengkapi lembaran kerja, bertanya satu sama lain, membahas masalah dan mengerjakan latihan. Tugas-tugas siswa itu harus dikuasai oleh setiap anggota kelompok. Pada akhirnya guru memberikan kuis yang harus dikerjakan siswa secara individu. Menurut Slavin (Masniladevi,2003:9) STAD terdiri atas siklus pembelajaran yang tetap yaitu: (a) bahan pelajaran yang disajikan oleh guru dan siswa harus mencurahkan perhatiannya, (b) belajar dalam kelompok, dengan dipandu oleh lembaran kegiatan siswa untuk menuntaskan materi pembelajaran, (c) kuis, siswa mangerjakan secara individu, (d) skor- skor peningkatan individu, dan e) penghargaan kelompok, memberi penghargaan kepada kelompok yang berhasil mencapai skor yang tertinggi, skor kelompok dihitung
Untuk kerja kelompok, peneliti memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada setiap anggota kelompok. Untuk menyelesaikan tugas kelompok, siswa mengerjakan secara berpasangan, kemudian saling mencocokkan jawabannya atau memeriksa ketepatan jawabannya dengan jawaban teman sekelompok. Bila ada siswa yang mengemukakan pertanyaan, teman sekelompoknya bertanggung jawab untuk menjawab atau menyelesaikannya, sebelum mengajukan pertanyaan kepada peneliti.
Seperti halnya pembelajaran lainnya, pembelajaran kooperatif model STAD ini juga membutuhkan persiapan yang matang sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan.
Persiapan-persiapan tersebut antara lain:
a.    Perangkat pembelajaran
Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran ini perlu dipersiapkan perangkat pembelajaran, yang meliputi Rencana Pembelajaran (RP), Buku Siswa, Lembar Kerja Siswa (LKS) beserta lembar jawaban.
b.   Membentuk kelompok kooperatif
Menentukan anggota kelompok diusahakan agar kemampuan siswa dalam kelompok adalah heterogen dan kemampuan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya relatif homogen.  Apabila memungkinkan kelompok kooperatif perlu memperhatikan ras, agama, jenis kelamin, dan latar belakang sosial. Apabila dalam kelas terdiri atas ras dan latar belakang yang relatif sama, maka pembetukan kelompok dapat didasarkan peda prestasi akademik, yaitu:
1) Siswa dalam kelas terlebih dahulu diranking sesuai kepandaian dalam mata pelajaran sains fisika. Tujuan adalah untuk mengurutkan siswa sesuai kamampuan sains fisikanya dan digunakan untuk mengelompokkan siswa ke dalam kelompok.
2) Menentukan tiga kelompok dalam kelas yaitu kelompok atas, kelompok menengah, dan kelompok bawah. Kelompok atas sebanyak 25% dari seluruh siswa yang diambil dari siswa ranking satu, kelompok tengah 50%  dari seluruh siswa yang diambil dari urutan setelah diambil kelompok atas, dan kelompok bawah sebanyak 25% dari seluruh siswa yaitu terdiri atas siswa setelah diambil kelompok atas dan kelompok menengah.
a) Menentukan skor awal
Skor awal yang dapat digunakan dalam kelas kooperatif adalah nilai ulangan sebelumnya. Skor awal ini dapat berubah setelah ada kuis. Misalnya pada pembelajaran lebih lanjut dan setelah diadakan tes, maka hasil tes masing-masing individu dapat dijadikan skor awal.

b) Pengaturan tempat duduk
Pengaturan tempat duduk dalam kelas kooperatif perlu juga diatur dengan baik, hal ini dilakukan untuk menunjang keberhasilan pendekatan kooperatif apabila tidak ada pengaturan tempat duduk dapat menimbulkan kekacauan yang menyebabkan gagalnya pembelajaran pada kelas kooperatif.
c) Kerja kelompok
Untuk mencagah adanya hambatan pada pembelajaran kooperatif model STAD, terlebih dahulu diadakan latihan kerjasama kelompok. Hal ini bertujuan untuk lebih jauh mngenal masing-masing individu dalam kelompok.
 Langkah-langkah pembelajaran kooperatif model STAD ini didasarkan pada langkah-langkah kooperatif yang terdiri atas enam langkah atau fase menurut Ibrahim (Trianto,dkk 2007:54). Fase-fase dalam pembelajaran ini seperti tersajikan dalam tabel berikut.

 


 Keberhasilan kelompok dapat dilakukan oleh guru dengan melakukan tahapan-tahapan sebagai berikut:
a.       Menghitung skor idividu
        Menurut Slavin (Ibrahim,dkk.2000) untuk memberikan skor perkembangan individu dihitung seperti pada Tabel 4.5 berikut:

 

a.       Menghitung skor kelompok
Skor kelompok ini dihitung dengan membuat rata-rata skor perkembangan anggota kelompok, yaitu dengan menjumlah semua skor perkembangan yang diperoleh anngota kelompok dibagi dengan jumlah anggota kelompok. Sesuai dengan rata-rata skor perkembangan kelompok diperoleh kategori skor kelompok seperti tercantum pada tabel 2.3.
Tabel 2.3
Tingkat penghargaan kelompok
   



 

Model Pembelajaran STAD Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: