Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

21 May 2013

Pembelajaran Metode Konstruktivistik



Esensi dari teori konstruktivistik adalah siswa itu sendiri yang harus menemukan dan mentransfer informasi-informasi yang akan dijadikan miliknya. Peranan guru adalah menyediakan fasilitas dan membantu siswa menemukan dan mentransfer informasi itu. Sebagaimana Slavin (Wardani, 1999: 4) mengatakan bahwa teori belajar konstruktivistik adalah teori yang berpandangan bahwa siswa itu sendiri yang harus menemukan dan mentransformasi informasi komplek, mengecek informasi baru, kemudian dibandingkan dengan aturan lama dan merevisi aturan itu apabila tidak sesuai lagi. Hal ini diperkuat oleh Anders (Wardani, 1999: 5) bahwa konstruktivistik adalah pandangan tentang belajar mengajar yang menempatkan pelajar sendiri arti atau pengetahuan dari pengalaman dan interaksi dengan yang lain dan peranan guru menyediakan pengalaman yang berarti bagi siswa. Berdasarkan kedua pendapat di atas maka pandangan konstruktivistik dalam belajar adalah siswa sendiri yang membangun pengetahuan yang dimilikinya.

1.      Ciri-ciri Pendekatan Konstruktivistik

 Ciri-ciri pembelajaran matematika sesuai pandangan konstruktivistik menurut Hudoyo (Inganah, 2003: 12) antara lain  1) siswa terlibat aktif dalam belajarnya, 2) informasi baru harus diakitkan dengan informasi lain sehingga menyatu dengan skemata (jaringan konsep) yang dimiliki siswa, 3) orientasi pembelajaran adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Agar pembelajaran matematika dapat tercapai secara optimal maka harus disediakan lingkungan belajar yang konstruktivistik pula.

Karakteristik utama belajar menurut pendekatan konstruktivistik, Mustaji dan Sugiarso (Aisyah, 2007: 7), 1) belajar adalah proses aktif dan terkontrol yang maknanya terkonstruksi oleh masing-masing individu, 2) belajar adalah aktivitas sosial yang ditemukan dalam kegiatan bersama dan memiliki sudut pandang yang berbeda, 4) belajar melekat dalam pembangunan suatu artifak yang dilakukan dengan saling berbagi dan kritik oleh teman sebaya.

Hal tersebut di atas identik dengan Strommen (Latri, 2003: 11) menjelaskan bahwa konstruktivistik adalah sebuah teori hasil penelitian Piaget. Dasar pemikiran fundamental konstruktivistik, bahwa siswa secara aktif mengkonstruk pengetahuannya. Sehingga belajar menurut pandangan ini adalah perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku. Belajar merupakan proses menata diri mengatasi konflik kognitif yang berasal dari pengalaman nyata, bacaan, dan renungan, Mustafa (Latri, 2003: 11). Belajar dipandang sebagai proses yang aktif untuk membangun pengetahuannya dengan dunia sekitar dengan membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki serta pengetahuan yang sedang dipelajari.

2.      Prinsip-prinsip Pendekatan Konstruktivistik

Prinsip-prinsip pembelajaran menurut pendekatan konsruktivistik, (Aisyah, 2007: 9) adalah  1) menciptakan lingkungan dunia nyata dengan menggunakan konteks yang relevan, 2) menekankan pendekatan realistik guna memecahkan masalah dunia nyata, 3) analisis strategi yang dipakai untuk memecahkan masalah dilakukan oleh siswa, 4) tujuan pembelajaran tidak dipaksakan tetapi dinegosiasikan bersama, 5) menekankan antar hubungan konseptual dan menyediakan perspektif ganda mengenai isi, 6) evaluasi harus merupakan alat analisis diri sendiri, 7) menyediakan alat dan lingkungan yang membantu siswa menginterprestasikan perspektif ganda tentang dunia, 8) belajar harus dikontrol secara internal oleh siswa sendiri dan dimediasi oleh guru.
Pendekatan konstruktivistik cenderung menyediakan lingkungan belajar bagi siswa yang maksimal agar siswa dapat mengkonstruk pengetahuannya untuk menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapi. Terkait dengan penyediaan lingkungan belajar yang maksimal, Knuth dan Cunningham (Inganah, 2003: 13) memberikan tujuh prinsip yaitu  1) menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar melalui proses konstruksi pengetahuan, 2) menyediakan pengalaman dalam berbagai pandangan yaitu masalah dalam dunia nyata atau kehidupan sehari-hari, 3) mengaitkan pembelajaran dengan realita dan konteks yang sesuai, 4) mendorong siswa untuk aktif dalam proses belajar, 5) mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman sosial, 6) menggunakan berbagai model representasi, yaitu menggunakan berbagai media pembelajaran, 7) melibatkan faktor emosional siswa dalam proses konstruksi pengetahuan.

Pembelajaran Metode Konstruktivistik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: