Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

21 May 2013

Proses Belajar Mengajar Matematika



Proses belajar mengajar merupakan sebuah proses interaksi yang menghimpun sejumlah nilai, (norma) yang merupakan substansi, sebagai mediun antara guru dan siswa dalam rangka mencapai tujuan.
Istilah matematika berasal dari bahasa yunani, mathein atau manthenein yang berarti mempelajari. Kata matematika diduga erat hubungannya dengan kata sangsekerta, medha atau widya yang artinya kepandaian, ketahuan atau intelegensia Nasution (Subarinah, 2006: 1). Berikut ini beberapa definisi tentang matematika:
a.       Matematika itu teorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefenisikan, defenisi-defenisi, aksioma-aksioma dan dalil-dalil yang dibuktikan kebenaranya, sehingga matematika disebut ilmu deduktif,  Ruseffendi (1992: 10)
b.      Matemetika merupakan pola berfikir, pola mengorganisasikan pembuktian logik, pengetahuan struktur yang teroganisasi memuat: sifat-sifat, teori-teori dibuat secara deduktif berdasarkan unsur yang tidak didefenisikan, aksioma, sifat atau teori yang telah dibuktikan kebenaranya. Johnson dan Rising, (Subarinah 2006:1)
c.       Matematika merupakan telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola berfikir, suatu seni suatu bahasa dan suatu alat Reys 1984, (Subarinah 2006: 1)
Matematika bukan pengetahuan tersendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi keberadaanya untuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan sosial, ekonomi, dan alam. Kline 1973, (Subarinah 2006: 1) dengan demikian dapat dikatakan bahwa matematika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari struktur yang abstrak dan pola hubungan yang ada di dalamnya. Ini berarti bahwa belajar matematika pada hakekatnya adalah belajar konsep, struktur konsep dan mencari hubungan antar konsep dan strukturnya. Ciri khas matematika yang deduktif aksiomatif ini harus diketahui oleh guru sehingga mereka dapat membelajarkan matematika dengan tepat, mulai dari konsep-konsep sederhana sampai yang kompleks.
Matematika yang merupakan ilmu deduktif, aksiomatif, formal hirarkis, abstrak, bahasa simbol yang padat arti dan semacamnya adalah sebuah sistem matematika. Sistem matematika berisikan model-model yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan-persoalan nyata. Manfaat lain yang menonjol adalah matematika dapat membentuk pola pikir orang yang mempelajarinya menjadi pola pikir matematis yang sistem, logis, kritis dengan penuh kecermatan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa  proses belajar mengajar matematika merupakan suatu proses belajar mengajar yang melibatkan guru dan siswa dimana perubahan tingkah laku siswa dapat diarahkan pada pemahaman konsep matematika yang mengantarkan siswa berfikir secara logis dan matematis. Dalam proses belajar mengajar  terdapat dua kegiatan yakni kegiatan guru dan kegiatan siswa. Di mana dalam proses kegiatan belajar siswa melewati tiga tahap yakni: (1 ) Tahap enaktif, dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek, (2) Tahap ikonik, tahap ini kegiatan yang dilakukan siswa berhubungan dengan mental yang merupakan gambaran dari objek-objek yang dimanipulasinya. Anak tidak langsung memanipulasi objek seperti yang dilakukan siswa dalam tahap enaktif, (3) Tahap simbolik, tahap ini siswa memanipulasi simbol atau lambang-lambang objek tertentu. Anak tidak lagi terkait dengan objek-objek pada tahap sebelumya. Anak pada tahap ini sudah mampu menggunakan notasi tanpa ketergantungan terhadap objek real, Bruner (Ruseffendi, dkk 1992: 109-110).

Proses Belajar Mengajar Matematika Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: