Blog Informasi Apa Aja

29 Mei 2013

Sains Teknologi Masyarakat



Science Technology Society (STS) adalah suatu inovasi dalam pendidikan sains di Amerika Serikat yang berkembang  mulai tahun 1970-an, yang merupakan suatu gerakan guna menjawab kelemahan yang terdapat dalam program pendidikan sains sebelumnya. (Yager dalam Asy’ari: 2006)
Dalam pendidikan sains tradisional, pengajaran sains sehari-hari hanya ditujukan pada pengumpulan informasi. Kenyataannya, sedikit sekali murid yang mampu memanfaatkan informasi yang tampaknya sudah mereka pelajari. Karena itu, pendidikan sains secara tradisional kurang efektif dalam membantu murid mengembangkan kemampuannya. (Khaeruddin: 2005)
Pendidikan sains dengan STM menjadikan murid sebagai pemeran aktif dalam pelajaran sains itu sendiri karena melalui program STM akan mempertinggi aspek kreativitas siswa. murid lebih banyak memiliki gagasan yang orisinil, penjelasan-penjelasan serta evaluasi atas dirinya. Di samping itu, murid mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapkan kepadanya dalam bentuk dan situasi yang lain.
Penerapan STM dalam kegiatan belajar mengajar memberikan beberapa manfaat antara lain: murid mempunyai kesempatan dalam mengembangkan kemampuan meneliti yang cukup berarti, murid dapat memproses ilmu pengetahuan yang cukup berarti dan berguna, murid memiliki sikap yang sangat positif yang terus berkembang selama mereka perlukan, murid lebih banyak mengembangkan keahlian termasuk strategi menyelesaikan soal, orisinilitas, logika, dan kemampuan untuk membedakan hubungan sebab dan akibat. Di samping itu pula, murid dapat menghubungkan pengalaman belajarnya dengan lingkungan nyata (Iskandar: 1999).

a.        Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat
Sains dan teknologi merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Prinsip-prinsip sains dibutuhkan untuk pengembangan teknologi, sedang perkembangan teknologi akan memfasilitasi dan memacu penemuan prinsip-prinsip sains yang baru. Pengembangan sains dan teknologi pada dasarnya untuk mensejahterakan umat manusia. Namun tidak dapat dipungkiri perkembangan sains dan teknologi sering juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan sehingga merugikan masyarakat.
Pendekatan sains teknologi dan masyarakat merupakan pendekatan pembelajaran yang pada dasarnya membahas penerapan sains dan teknologi dalam konteks kehidupan manusia sehari-hari. Oleh karena itu, pendekatan Sains Teknologi Masyarakat disebut juga sebagai pendekatan terpadu antara sains dan issue teknologi yang ada di masyarakat. Dengan pendekatan ini, murid dikondisikan agar mau dan mampu menerapkan prinsip sains untuk menghasilkan karya teknologi sederhana atau solusi pemikiran untuk mengatur dampak negatif yang mungkin timbul akibat munculnya produk teknologi. Dengan demikian, guru sains dapat menggunakan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat untuk menanamkan pemahaman konsep dan pengembangannya untuk kemaslahatan masyarakat. (Myers dalam Asy’ari: 2006).
Di Amerika, gerakan STM diawali di tingkat universitas dengan memasukkan mata kuliah yang berwawasan STM (Yager dalam Asy’ari: 2006). Pendidikan STM semakin meluas di berbagai negara lewat berbagai pertemuan atau konferensi secara internasional yang menekankan pentingnya pendidikan sains teknologi masyarakat.
Hasil pertemuan di Brisbane, Australia merekomendasikan bahwa dalam pembelajaran sains sangat perlu untuk mengkaitkan materi sains dengan persoalan-persoalan timbal akibat dari perkembangan teknologi. Menurut Hidayat (Asy’ari: 2006) menyatakan bahwa pendekatan STM merupakan respon atas kondisi dan situasi pendidikan yang pada umumnya menunjukkan bahwa:
1.            Murid pada umumnya kurang dapat menerapkan konsep dan proses sains yang mereka pelajari di sekolah dalam kehidupan mereka sehari-hari.
2.            Otoritas guru yang menonjol, di mana guru menganggap dirinya sebagai sumber informasi yang harus dipelajari murid.
3.            Pembelajaran sains pada umumnya dilakukan di dalam kelas dan guru jarang menggunakan lingkungan sebagai sumber belajarnya.
Untuk itu, dalam pembelajaran sains perlu dikaitkan dengan teknologi, karena pada dasarnya antara sains dan teknologi memiliki hubungan timbal balik dalam arti pengembangan teknologi, sementara pengembangan teknologi dapat menghasilkan cara atau sarana bagaimana memecahkan masalah sains yang ada.

b.        Karakteristik Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat
Pendekatan STM merupakan inovasi pembelajaran sains yang berorientasi bahwa sains sebagai bidang ilmu tidak terpisahkan dari realitas kehidupan masyarakat sehari-hari dan melibatkan murid secara aktif dalam mempelajari konsep-konsep sains yang terkait. Oleh karena itu, paradigma yang digunakan dalam pendekatan STM menurut Aikenhead (Asy’ari: 2006) adalah:
a.       Pelajaran sains dipandang sebagai usaha manusia yang berkembang melalui aktivitas manusia dan akan mempengaruhi hidup manusia.
b.      Memandang pendidikan sains dalam konteks yang lebih luas, tidak hanya menyangkut konsep-konsep yang ditemukan oleh para ilmuwan saja tetapi juga menyangkut proses yang digunakan dalam menemukan konsep yang baru.
c.       Setiap pokok bahasan dikaitkan dengan konteks sosial dan teknologi sehingga murid diharapkan dapat melihat adanya integrasi antara alam semesta sebagai sains dengan lingkungan buatan manusia sebagai teknologi, dan dunia sehari-hari para murid sebagai lingkungan sosial / masyarakat.
Hubungan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :
 

Teknologi diciptakan pada dasarnya untuk membantu atau memudahkan manusia dalam  pencapaian tujuan hidupnya. Teknologi dibangun atau dibuat dengan dasar atau menerapkan prinsip-prinsip sains, sehingga teknologi dapat dimaknai sebagai lingkungan buatan manusia. Agar kelangsungan hidup manusia dapat terjaga, maka dalam menciptakan dan menggunakan teknologi tersebut harus memperhatikan dampak atau pengaruhnya bagi masyarakat luas, jangan sampai teknologi yang diciptakan malah menimbulkan dampak sosial yang pada akhirnya manusia sendiri yang rugi.
Dari penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa penerapan pendekatan STM merupakan usaha untuk menjembatani atau memadukan antara sains atau Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Oleh karena itu, pendekatan STM dapat digunakan untuk membangun kesadaran murid bahwa antara sains dan Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki peranan yang sama dalam kehidupan masyarakat.
Untuk itu, pembelajaran sains lewat pendekatan sains teknologi masyarakat harus berorientasi pada murid (Student Centered). Yager (Asy’ari: 2006) merumuskan karakteristik pendekatan sains teknologi masyarakat adalah:
1.            Berawal dari identifikasi masalah-masalah lokal yang ada kaitannya dengan sains dan teknologi oleh murid (dengan bimbingan guru).
2.            Penggunaan sumber daya setempat baik sumber daya manusia maupun material.
3.            Keikutsertaan murid secara aktif dalam mencari informasi yang dapat diterapkan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
4.            Pengidentifikasian cara-cara yang memungkinkan sains dan teknologi untuk memecahkan masalah hari depan.
5.            Dilaksanakan menurut strategi pembuatan keputusan. Setiap murid harus menggunakan informasi sebagai bukti, baik untuk membuat keputusan tentang kehidupan sehari-hari maupun keputusan tentang masa depan masyarakat.
6.            Belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas atau sekolah, tetapi juga di luar sekolah atau di lapangan nyata.
7.            Penekanan pada keterampilan proses yang dapat digunakan murid dalam memecahkan masalah mereka sendiri.
8.            Membuka wawasan murid tentang pentingnya kesadaran karir/profesi, terutama karir yang berkaitan dengan sains dan teknologi.
9.            Adanya kesempatan bagi murid untuk memperoleh pengalaman dalam berperan sebagai warga negara untuk mencoba memecahkan masalah-masalah yang telah mereka identifikasi.
Melihat karakteristik program sains teknologi masyarakat di atas, nampak bahwa program Sains Teknologi Masyarakat dimaksudkan untuk menyiapkan/menghasilkan warga negara yang mampu melaksanakan atau mengambil keputusan tentang masalah-masalah aktual. Di samping itu, Sains Teknologi Masyarakat dapat juga digunakan sebagai sarana untuk pembentukan literasi/tidak buta tentang sains dan teknologi, karena murid selain memperoleh pengetahuan juga diharapkan dapat timbul kesadaran tentang pelestarian lingkungan dan dampak negatif teknologi serta tanggung jawab untuk mencari penyelesaiannya.
Proses pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat beserta penilaiannya difokuskan pada enam ranah/domain yaitu sebagai pusatnya adalah konsep sains dan proses sains, sedang empat domain yang lain mencerminkan dunia nyata (the real world). Dua domain di antaranya merupakan aspek yang memotivasi murid untuk memasuki dunia ilmuwan yaitu aspek kreativitas dan sikap. Dua domain yang lain merupakan penerapan dan hubungan antar domain, dalam hal ini meliputi teknologi yang merupakan hasil karya manusia.
Hubungan keenam domain di atas di gambarkan (Yager dalam Asy’ari: 2006) sebagai berikut:
 

Mencermati karakteristik pendekatan Sains Teknologi Masyarakat, maka secara konseptual pendekatan sains teknologi masyarakat memiliki beberapa nilai tambah, baik yang merupakan sasaran utama maupun yang berbentuk dampak pengiring. (Yager dalam Asy’ari: 2006) mengungkapkan bahwa nilai tambah yang merupakan sasaran utama antara lain :
1.      Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat dapat membuat pengajaran sains lebih bermakna karena langsung berkaitan dengan permasalahan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, membuka wawasan murid tentang peranan sains dalam kehidupan nyata.
2.      Sains Teknologi Masyarakat dapat meningkatkan kemampuan murid untuk mengaplikasikan konsep, keterampilan proses, kreativitas, dan sikap menghargai produk teknologi serta bertanggung jawab atas masalah yang muncul di lingkungan.
3.      Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat yang berorientasi pada “hand on activities”  membuat murid dapat menikmati kegiatan-kegiatan sains dengan perolehan pengetahuan yang tidak mudah terlupakan. Dengan demikian dapat juga digunakan untuk menarik minat murid dalam mempelajari sains.
4.      Sains teknologi masyarakat dapat memperluas wawasan murid tentang keterkaitan sains dengan bidang studi lain. Hal ini dapat terwujud karena dalam memecahkan permasalahan alam di lingkungan, murid tidak cukup hanya mempelajari bidang sains saja, melainkan perlu berbagai bidang studi yang lain, misalnya IPS, Ekonomi, Matematika, dan lain-lain. Dengan demikian, mereka akan menyadari perlunya pemahaman ilmu secara holistik/menyeluruh sehingga terhindar dari sikap skeptis atau pandangan yang sempit, misalnya menganggap bidang ilmunyalah yang baik.
5.      Melalui pendekatan Sains Tekonologi Masyarakat dapat pula dikembangkan pembelajaran terpadu atau “Integrated Learning’’, “Across Curriculum’’, atau lintas bidang studi (Solomon dalam Asy’ari: 2006), sedang Yager dan Lutz (Asy’ari: 2006) mengatakan bahwa pendekatan Sains Teknologi Masyarakat dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas “Total Curriculum” atau pembelajaran secara menyeluruh.
Menurut Yager (Asy’ari: 2006), dampak pengiring dari penerapan sains teknologi masyarakat adalah beragamnya kegiatan yang dilakukan dan penggunaan berbagai macam penilaian pencapaian keberhasilan belajar murid. Misalnya adanya:
1.      Kegiatan kerja kelompok dapat memupuk kebiasaan saling kerjasama antar murid.
2.      Kegiatan diskusi dapat memacu murid untuk berani mengemukakan pendapat sekaligus melatih keterampilan murid agar dapat berkomunikasi dengan baik. Di samping itu, dengan diskusi akan terbentuk sikap terbuka  atau menghargai pendapat orang lain.
3.      Penciptaan suatu karya atau pengaplikasian suatu gagasan dapat menimbulkan rasa bangga pada diri murid bahwa dirinya dapat berperan/bermanfaat baik bagi masyarakat maupun bagi perkembangan sains dan teknologi.
4.      Penggunaan cara evaluasi yang kontinu dan beragam dapat mendorong murid untuk serius atau perhatian dalam mengikuti pembelajaran, karena penilaian tidak hanya menyangkut kemampuan kognitif saja melainkan juga partisipasi dan kreativitasnya. Di samping itu, murid akan merasa bahwa semua aktivitas/gagasan yang ia lontarkan akan mendapat apresiasi, sehingga tidak ada keterlibatan yang mubazir.
Secara faktual adanya nilai tambah dari penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat dalam pembelajaran sains terlihat dari hasil-hasil penelitian yang dilakukan di beberapa Negara, antara lain yang dilaporkan oleh Yager & Tamir  (Asy’ari: 2006) yaitu:
1.      Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat dengan mengangkat isu “pencemaran sungai akibat penambangan batubara” menunjukkan bahwa dengan upayanya sendiri dalam mengumpulkan informasi guna mencari solusi murid dapat berbicara banyak, pada kelas/ murid yang diteliti tersebut tergolong kelas yang masih terbiasa menggunakan pembelajaran secara tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan sains teknologi masyarakat dapat memungkinkan munculnya ide/gagasan kreatif yang tidak terduga sebelumnya.
2.      Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat dengan fokus permasalahan yang muncul di Taiwan menunjukkan bahwa lewat sains teknologi masyarakat murid memiliki keberanian mengkomunikasikan karya ilmiahnya walaupun saat itu merupakan gagasan yang dianggap kontrobersial oleh sebagian masyarakat. Mereka bisa mempertanggungjawabkan karyanya karena hasil penelusurannya memperlihatkan bahwa 70% responden yang diteliti menyetujuinya.
3.      Evaluasi terhadap pembelajaran sains teknologi masyarakat di Iowa menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang signifikan atas pencapai hasil belajar tentang domain aplikasi murid. Dimana pendekatan sains teknologi masyarakat lebih tinggi dibanding dengan non sains teknologi masyarakat, sedang untuk domain sikap walaupun dengan pendekatan sains teknologi masyarakat lebih tinggi dibanding non sains teknologi masyarakat terapi perbedaannya tidak berarti.
4.      Dalam kegiatannya, murid cenderung memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat open minded artinya pertanyaan yang terbuka, tidak ada jawaban yang salah atau jawaban yang paling benar. Kondisi ini dapat menumbuhkembangkan sikap menghargai/menerima gagasan orang lain.

Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat yang dilakukan oleh Boujaoude (Asy’ari: 2006) menunjukkan bahwa dengan pendekatan sains teknologi masyarakat murid merasa lebih memahami manfaat atau peranan sains dalam kehidupan, sehingga membuat murid semakin berkembang sikap positifnya terhadap sains. Di samping itu, dengan pendekatan sains teknologi masyarakat murid dapat menyadari bahwa teknologi memiliki dimensi yaitu di satu sisi dibutuhkan manusia dan di sisi lain memiliki efek samping yang merugikan. Kesadaran ini membuat murid semakin termotivasi ingin mempelajari lebih banyak tentang sains dan teknologi.
Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat lainnya dengan mengambil isu tentang bioteknologi dapat membangkitkan kesadaran murid untuk menghargai teknologi dan profesi ilmuwan, karena dari aktivitas penelusurannya murid dapat memahami betapa rumit, mahal, dan berartinya “genetic engineering“ atau rekayasa genetik.
 

 

Sains Teknologi Masyarakat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: