Blog Informasi Apa Aja

20 Juni 2013

Lampu Pijar

Lampu pijar dapat memancarkan cahaya akibat adanya loncatan dan tumbukan sejumlah elektron dari filamen lampu pijar yang teraliri arus listrik. Filamen atau sering disebut sebagai kawat fijar umumnya terbuat dari kawat wolfran. Arus listrik yang melalui filamen tersebut membangkitkan temperatur tertentu, kira-kira 2600PPPo PPPC di dalam bola lampu. Cahaya yang dipancarkan lampu pijar memiliki spektrum kontinyu. Kuantitasnya sangat bergantung pada suhu kawat pijarnya. Makin tinggi kemampuan temperatur filamen tersebut, makin baiklah arus cahaya sfesifik (tampak) lampu tersebut. Titik lebur filamen yang terbuat dari wolfram sangat tinggi, yaitu 3400PPPoPPP C. Jangka waktu nyala lampu pijar ditetapkan sampai 1000 jam-nyala.

Penempatan lampu pijar pada pemegang lampu diselenggarakan dengan bantuan kaki yeng bersekrup yang terdiri dari E 40 kaki goliath; E 72 lampu pijar normal; E 14 lampu-lampu sinar; dan E 11 lampu-lampu baterai dan sebagainya (Hoek, 1980).
Lampu pijar pertama dibuat oleh Thomas Alva Edison pada tahun 1879. Komponen pijarnya menggunakan arang dengan suhu pijar menjapai 2000PPPoPPP C. Cahaya yang dipancarkan lampu pijar ciptaan Thomas Alva Edison tersebut berwarna kemerah-merahan. Fluks cahaya spesifiknya 3 lumen per watt, (Harten. 1985). Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang lampu pijar, harap baca buku: (1) Teknik Elektro untuk Bangunan Mesin, oleh R.W. Van Hoek dkk., terbitan tahun 1980, halaman 198 – 202; (2) Instalasi Listrik Arus Kuat, jilid 2, oleh P.Van Harten, terbitan tahun 1981, halaman 54 – 60; dan (3) baca buku yang relevan.
Konstruksi dan komponen lampu pijar dapat diamati pada Gambar 6 berikut.

Lampu Pijar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: