Blog Informasi Apa Aja

22 Juni 2013

Pembuatan dan Penggunaan Dwi Logam



Dwi logam atau yang biasa disebut bimetal adalah sensor suhu yang terbuat dari dua buah lempengan logam yang berbeda koefisien muainya (α) yang direkatkan/dilas menjadi satu. Menurut ketentuan dalam ilmu alam (fisika) bahwa logam atau paduan akan memuai jika bertambah panas dan akan menyusut jika menjadi lebih dingin. Sedangkan pemuaian/penyusutan bagi tiap logam itu berbeda-beda sesuai dengan koefisien muai masing-masing.
a.      Pembuatan Dwi Logam
Dalam mempersatukan kedua lempengan logam yang dipanaskan akan terjadi pemuaian, besarnya pemuaian tergantung dari jenis logam dan tingginya temperatur kerja logam tersebut. Jika dua lempengan logam saling direkatkan serta dipanaskan, maka logam yang mempunyai koefisien muai lebih tinggi akan memuai lebih panjang sedangkan yang memiliki koefisien muai yang lebih rendah akan memuai lebih pendek. Oleh karena perbedaan reaksi muai tersebut maka dwi logam akan melengkung kearah logam yang muainya lebih rendah.
Adapun bahan yang sering digunakan untuk membuat dwi logam yaitu : INVAR, paduan dari 63,1% besi; 36,1% nikel; 0,4% mangan; dan 0,4% tembaga.
b.      Penggunaan Dwi Logam
Dwi logam atau bimetal merupakan sensor temperatur yang sangat populer digunakan karena kesederhanaan yang dmilikinya. Penggunaan bimetal biasa dijumpai pada alat setrika listrik dan lampu kelap-kelip (dimmer). Selain itu, ada juga pemakaian pita (strip) dwi logam dalam bidang listrik yaitu sebagai kontak pengatur (regulator) yang digunakan untuk menjaga tetapnya suhu suatu pemanas.

Pembuatan dan Penggunaan Dwi Logam Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: