Blog Informasi Apa Aja

23 Juni 2013

Sejarah dan Sifat-Sifat Magnet



Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet. Sifat magnetik ini berasal dari mineral magnetik (Fe3O4) yang terdapat dalam batuan-batuan di Magnesia (nama suatu daerah di Asia kecil) diketahui oleh bangsa yunani sejak beberapa abad yang lalu (kira-kira 600 SM). Pada zaman itu sejumlah orang mengetahui bahwa magnetik atau batu bermuatan mempunyai sifat dapat menarik partikel-partikel besi. Thales, seorang ahli matematika dan astronomi berkebangsaan Yunani (640-546 SM) dikenal sebagai orang yang banyak menaruh perhatian kepada sifat tersebut.
            Kata magnet tampaknya berasal dari Magnesia, tempat orang menemukan batu bermuatan untuk petama kali. Orang cina merupakan yang pertama kali menggunakan batu bermuatan ini sebagai kompas (alat penunjuk arah) baik di darat maupun di laut.  Catatan sejarah menunjukkan bahwa pelayaran antara Katon (Cina) dan Sumatra pada tahun 1000 SM sudah dilakukan berdasarkan kompas magnetis. Sekarang orang telah dapat membuat magnet dari besi, baja, atau campuran logam lainnya. Magnet banyak ditemukan dalam keseharian, mulai dari magnet penutup lemari es, obeng magnet, buah catur magnet, sampai elektromagnet  (magnet listrik) yang dimanfaatkan pada mikrofon, pesawat telepon, bel listrik, dan motor listrik.

SIFAT- SIFAT MAGNET
            Pengertian kemagnetan secara sederhana adalah tarikan sebuah magnet pada benda-benda lainnya. Tidak semua benda dapat ditarik oleh sebuah magnet. Magnet hanya dapat menarik benda-benda dari bahan tertentu. Benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet disebut benda-benda yang bahannya bersifat magnetik (ferromagnetic)  misalnya besi, dan baja. Dan adapun benda-benda yang tidak dapat ditarik oleh sebuah  magnet disebut benda-benda yang bahannya bersifat bukan magnetik (non magnetic) misalnya tembaga,aluminium, plastik, dan karet.

  1. Magnet Keras
            Bahan-bahan magnet keras, misalnya baja dan alcomax (logam paduan besi) sangat sukar dijadikan magnet, tetapi setelah menjadi magnet, bahan-bahan magnet keras mampu menyimpan sifat magnetiknya dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, bahan-bahan magnet keras umumnya digunakan untuk membuat magnet-magnet permanent.

 2. Magnet Lunak
            Bahan-bahan magnetik lunak, misalnya besi dan mumetal (logam paduan nikel) lebih mudah menjadi magnet, tetapi sifat magnetiknya pun mudah hilang (hanya bertahan sementara waktu). Bahan-bahan magnet lunak umumnya digunakan untuk membuat elektromagnet (magnet listrik) karena bahan-bahan ini hanya bersifat magnetik selama arus listrik melalui kawat yang dililitkan pada bahan ini (lihat gambar 6.1). Begitu arus listrik diputuskan, sifat magnetik bahan ini hilang. Jadi, elektromagnet dapat diatur sifat magnetiknya (ada atau tidak ada) dengan menggunakan sebuah sakelar sebagai pemutus arus. 
 


          3. Magnet Memiliki Dua Kutub.
            Jika sebuah batang didekatkan pada serbuk-serbuk besi, sebagian besar serbuk-serbuk besi menempel di sekitar ujung-ujung magnet batang. Di tengah-tengah magnet tidak ada serbuk besi yang menempel. Kejadian ini menunjukkan bahwa gaya magnetik paling kuat yang menarik serbuk-serbuk besi terdapat di ujung-ujung magnet. Ujumg-ujung magnet ini disebut kutub-kutub magnet. Jadi, sebuah magnet selalu memiliki dua kutub. Garis lurus melalui kedua kutub ini disebut sumbu magnet.
  

Menurut bentuknya magnet di bedakan menjadi:
1. Magnet batang.
2. Magnet bentuk U.
3. Magnet ladam.
4. Magnet cincin.
5. Magnet lingkaran.
6. Magnet jarum (kompas). 




Sejarah dan Sifat-Sifat Magnet Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: