Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

23 June 2013

TEORI MAGNET



Selama beberapa tahun, para ilmuwan telah mencoba untuk mengisolasi sebuah kutub magnet tunggal. Secara logika bahwa kutub utara dan kutub selatan sebuah magnet batang dapat dipisahkan dengan memotong magnet tersebut menjadi dua potong yang sama panjang. Secar logika ya, tetapi secara fakta tidaklah benar. Jika sebuah magnet dipotong menjadi dua, tiap potongan tetaplah sebuah magnet lengkap dengan sepasang kutubnya,kutub utara dan kutub selatan. Memotong tiap potongan tetap saja menghasilkan dua magnet baru lebih pendek yang lengkap dengan sepasang kutub. Jadi tidak akan mungkin seseorang dapat membuat magnet dengan satu kutub.
 

Berdasarkan hasil diatas, teori kemagnetan menyatakan bahwa sebuah magnet dapat dimodelkan terdiri dari sejumlah magnet-magnet sangat kecil, disebut magnet elementer (magnetic domain).
            Dalam besi magnet, magnet-magnet elementer menunjuk arah yang sama . kutub utara dan kutub selatan dari dua magnet elementer yang berdekatan tarik-menarik. Karena magnet-magnet elementer searah, maka efek tarik-menarik ini saling dijumlahkan pada ujung-ujung magnet. Itulah sebabnya gaya magmetik terbesar (terkuat) dihasilkan pada kutub-kutub bebas magnet elementer yang terdapat di ujung-ujung magnet.


Pada besi bukan magnet, magnet-magnet elementernya menunjuk arah sembarangan, sehingga secara keseluruhan efeknya saling meniadakan. Tidak terdapat kutub-kutub bebas di ujung-ujung magnet.

 Teori Magnet Elementer             
                        Prinsip membuat benda bukan magnet menjadi sebuah magnet adalah bagaimana memutar magnet-magnet elementernya sehingga teratur menunjuk pada satu arah. Pada bahan-bahan magnet lunak, misalnya besi, magnet-magnet elementernya mudah diatur agar menunjuk pada satu arah saja. Karena itu besi mudah dijadikan magnet. Akan tetapi, magnet-magnet elementer besi mudah berputar, sehingga besi mudah hilang sifat magnetiknya.
            Sewaktu arus listrik mengalir melalui kawat yang dililitkan mengitari paku, arus listrik menyebabkan magnet-magnet elementer dalam paku besi yang tadinya berarah sembarangan, menjadi searah. Akibatnya paku besi menjadi electromagnet (magnet listrik). Akan tetapi, begitu arus listrik diputuskan, segera magnet-magnet elementer yang tadinya searah, berputar sehingga arahnya menjadi sembarang. Paku besi segera kehilangan sifat magnetiknya.
            Pada bahan-bahan magnet keras, misalnya baja, magnet-magnet elementernya sukar diatur untuk menunjuk pada satu arah. Karena itu, baja lebih sukar dijadikan magnet dari pada besi. Akan tetapi, magnet-magnet elementer baja sukar berputar sehingga baja sukar kehilangan sifat magnetiknya.


TEORI MAGNET Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: