Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

22 June 2013

Tipe-Tipe Termokopel dan Penggunaan Termokopel



Tersedia beberapa jenis termokopel yang tergantung dari aplikasinya antara lain sebagai berikut :
-        Tipe K {Chromel (Ni-Cr alloy)/Alumel (Ni-Al alloy)}, digunakan untuk mengukur rentang suhu antara -200°C hingga +1200°C.
-        Tipe E {Chromel/Constantan (Cu-Ni alloy)}. Tipe E memiliki output yang besar (68 µV/°C) membuatnya cocok digunakan pada temperatur rendah. Properti lain dari tipe E ialah tipe nonmagnetik.
-          Tipe J (Iron/Constantan), hanya digunakan untuk mengukur rentang suhu -40°C sampai +750°C sehingga jarang digunakan dibanding dengan tipe K. Tipe J memiliki sensitivitas sekitar ~52 µV/°C.
-         Tipe N {Nicrosil (Ni-Cr-Si alloy)/Nisil (Ni-Si alloy), tipe ini sangat stabil dan tahanan yang tinggi terhadap oksidasi membuat tipe N cocok untuk pengukuran suhu yang tinggi tanpa platinum. Tipe ini dapat mengukur suhu di atas 1200°C. Sensitivitasnya sekitar 39 µV/°C pada 900°C, sedikit di bawah tipe K. Tipe N merupakan perbaikan K.
-        Tipe T (Copper/Constantan), cocok untuk pengukuran antara -200°C hingga +350°C. Tipe T mempunyai sensitivitas ~43 µV/°C.

   Termokopel tipe B, R, dan S adalah termokopel logam mulia yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Mereka adalah termokopel yang sangat stabil, tetapi karena sensitivitasnya yang rendah (sekitar 10 µV/°C) mereka biasanya hanya digunakan untuk mengukur temperatur tinggi (>300°). Berikut ini penjelasan yang lebih lanjut mengenai ketiga tipe tsb antara lain sbb:
-          Tipe B (Platinum-Rhodium/Pt-Rh), cocok untuk mengukur suhu di atas 1800°C. Tipe B memberi output yang sama pada suhu 0°C hingga 42°C sehingga tidak dapat dipakai di bawah suhu 50°C.
-          Tipe R (Platinum dengan 7% Rhodium), cocok mengukur suhu di atas 1600°C. Sensitivitasnya rendah yaitu sekitar 10 µV/°C dan harganya yang sangat mahal membuat termokopel tipe ini jarang digunakan untuk tujuan umum.
-          Tipe S (Platinum dengan 10% Rhodium), tipe ini sama halnya dengan tipe R.

Termokopel paling cocok digunakan untuk mengukur rentangan suhu yang luas, hingga 1800 K. Sebaliknya, kurang cocok untuk pengukuran dimana perbedaan suhu yang kecil harus diukur dengan akurasi tingkat tinggi, contohnya rentang suhu 0°C hingga 100 °C dengan keakuratan 0,1 °C. Untuk aplikasi ini, termistor dan RTD lebih cocok. Adapun contoh penggunaan termokopel yang umum dikenal antara lain :
-          Untuk industri besi dan baja
-          Pengaman pada alat-alat pemanas
-          Untuk termopile sensor radiasi
-          Pembangkit listrik tenaga panas radioisotope, salah satu aplikasi termokopel.

Tipe-Tipe Termokopel dan Penggunaan Termokopel Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: