Blog Informasi Apa Aja

25 Juli 2013

Benda Cair



Benda cair yang paling mudah kita temukan adalah air. Di dapur, kamu dapat menemukan minyak goreng, kecap, sirop, dan minyak tanah. 
Jika kita amati dan rasakan, benda cair itu memiliki sifat yang membedakanya dengan benda cair lainya. Tentu saja kamu mudah mengamati warna benda cair yang dapat di buat berbeda.
Selain itu, benda cair memiliki kekentalan yang beragam. Air sangat encer. Berbeda dengan kecap manis yang sangat kental. Jika air dituang, air lebih mudah mengalir. Jika kecap manis dituang, aliran kecap itu lebih lambat di bandingkan air.
Saat dirasakan dikulit, benda cair juga menunjukkan sifat yang berbeda. Kecap manis, sabun cair, atau minyak goreng terasa berbeda dikulit. Sabun cair terasa licin, sedangkan kecap manis terasa agak lengket. Oleh karena itu, dapat kita pelajari lebih mendalam apa dan bagaiman bentu sifat-sifat benda cair antara lain:
1)   Bentuk benda cair tidak tetap, selalu mengikuti bentu wadahnya
Jika kita perhatikan Ibu atau Ayah memasak, kamu pasti mengetahui bahwa bentu benda cair dapat berubah. Misalnya, bentu minyak goreng dalam botol berubah jika dituang ke penggorengan. Demikian pula, jika air dituang kebotol, bentu air menjadi seperti bentuk botol. Jika air dituang kegelas, bentu air seperti gelas. Hal itu berarti bahwa bentuk benda cair tidak tetap karena selalu mengikuti bentuk wadahnaya.     
2)   Bentuk permukaan benda cair yang tenang selalu datar
Bentuk permukaan benda cair yang tenang berbeda dengan benda cair yang bergelombang.   Kamu muda mengamati bentuk permukaan benda cair jika kamu mengamatinya dalam wadah tembus pandang. Terlihat bahwa walupun wadahnya dimiringkan, permukaan benda cair yang tenang tetap datar.   
3)   Benda cair mengalir ketempat lebih rendah
Perthatikan air di sekitar rumahmu, misalnya di selokan, sunggai atau di atap rumah. Air hujan yang jatu ke atas rumah mengalir melalui genteng dan talang. Dari satu, air mengalir keselokan dan akhirnya kekali atau sunggai.
Air terjun mengalir deras dan jatuh melalui tebing yang curam. Air terjun memberikan  pemandangan yang menakjubkan.
Makin kental benda cair, aliranya makin lambat. Dapat kita lihat aliran susu kental manis lebih lambat dari pada aliran air.  
4)   Benda cair menekan kesegala arah
Air mempunyai tekanan. Semakin dalam, tekanan air pada tempat itu semakin besar, hal itu dapat dibuktikan dengan pancaran air. Pancaran air dari tempat dalam tampak lebih jauh.
Itulah sebabnya tembok bendungan dibuat makin kebawah makin tebal. Tembok dibuat makin tebal untuk menahan tekanan air yang makin besar di bagian paling dalam.         
5)   Benda cair meresap melalui celah-celah kecil  
Apa yang kamu lakukan jika minumanmu tumpah di meja atau di lantai? Kamu dapat melap tumpahan minuman itu dengan kertas tisu dan kain pel menjadi basah. Benda cair dari meja telah berpindah ke tisu dan kain pel. Benda cair itu meresap ke dalam tisu dan kain pel.
Apa yang terjadi jika kamu melap tumpahkan benda cair tidak dapat meresap ke lembaran plastik.
Kertas tisu dan kain pel memiliki banyak celah kecil, sedangkan lembaran palastik tidak. Akibatnya, tisu dan kain pel dapat diresapi benda cair, sedangkan lembaran palstik tidak. Akan tetapi, celah kecil itu tidak mudah kamu amati tampa alat bantu, seperti mikroskop. Berbagai peristiwa meresapnya benda cair melalui celah-celah kecil terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa itu disebut kapilaritas. Misalnya minyak tanah meresap pada sumbuh kompor atau sumbu lampu tempel.  

Benda Cair Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: