Blog Informasi Apa Aja

24 Juli 2013

Kelebihan dan Kerumitan Penerapan Pendekatan Matematika Realistik



           Beberapa kelebihan dari Pembelajaran Matematika Realistik  ( PMR ) antara lain sebagai berikut :


a. PMR memberikan pengertian yang jelas dan operasional kepada siswa tentang keterkaitan antara matematika dengan kehidupan sehari – hari ( kehidupan dunia nyata ) dan keguanan matematika pada umumnya bagi manusia.
b.    PMR memberikan pengertian yang jelas dan operasional bahwa matematika adalah suatu bidang kajian yang di konstruksi dan di kembangkan sendiri oleh siswa tidak hanya oleh mereka yang di sebut pakar dalam bidang tersebut.
c.   PMR memberikan pengertian yang jelas dan operasional kepada siswa bahwa cara penyelesaian suatu soal atau masalahtidak harus tunggaldan tidak harus sama antara orang yang satu dengan yang lain. Setiap orang bisa menemukan atau menggunakan cara sendiri, asalkan orang itu bersungguh – sungguhdalam menyelesaikan soal atau masalah tersebut. Selanjutnya dengan membandingkan cara penyelesaian yang satu dengan cara penyelesaian yang lain, akan bisa di peroleh cara penyelesaian yang paling tepat, sesuai dengan proses penyelesaian soal atau masalah tersebut.
d.   PMR memberikan pengertian yang jelas dan operasional kepada siswa bahwa dalam mempelajari matematika, proses pembelajaran merupakan sesuatu yang utama dan untuk mempelajari matematika orang harus menjalani proses itu dan berusaha untuk menemukan sendiri konsep – konsep matematika, dengan bantuan pihak lain yang sudah lebih tahu ( misalnya guru ). Tanpa kemauan untuk menjalani proses tersebut, pembelajaran yang bermakna tidak akan terjadi.

 
       Sedangkan beberapa kerumitan dalam penerapan pendekatan PMR antara lain sebagai berikut :
a.  Upaya mengimplementasikan PMR membutuhkan perubahan pandangan yang sangat mendasar mengenai berbagai hal yang tidak mudah untuk di praktekkan, misalnya mengenai siswa, guru dan peranan soal kontekstual. Di dalam PMR siswa tidak lagi di pandang  sebagai pihak yang mempelajari segala sesuatu yang sudah “ jadi ”, tetapi sebagai pihak yang aktif mengkonstruksi konsep – konsep matematika. Guru di pandang lebih sebagai pendamping siswa.
b.   Pencarian soal – soal kontekstual yang memenuhi syarat – syarat yang di tuntut PMR tidak selalu mudah untuk tiap topik matematika yang perlu di pelajari siswa, terlebih lagi karena soal – soal tersebut harus bisa di selesaikan dengan bermacam – macam cara.
c.      Upaya mendorong siswa agar bisa menemukan berbagai cara untuk menyelesaikan soal , juga bukanlah hal yang mudah bagi seorang guru.
d.      Proses pengembangan kemampuan berfikir siswa melalui soal – soal kontekstual, proses pematematikaan horisontal dan proses pematematikaan vertikal juga bukan merupakan sesuatu yang sederhana, karena proses dan mekanisme, berfikir siswa harus diikuti dengan cermat agar guru bisa membantu siswa dalam melakukan penemuan kembali terhadap konsep – konsep matematika tertentu.

      Walaupun pada pendekatan PMR terdapat kendala – kendala dalam upaya penerapannya, menurut peneliti kendala – kendala yang di maksud hanya bersifat sementara. Kendala – kendala itu akan dapat teratasi jika pendekatan PMR sering di terapkan. Hal ini sangat tergantung pada upaya dan kemauan guru, siswa dan personal pendidikan lainnya untuk mengatasinya. Menerapkan suatu pendekatan pembelajaran yang baru, tentu akan terdapat kendala – kendala yang di hadapi di awal penerapannya. Kemudian sedikit – sedikit, kendala itu akan teratasi jika sudah terbiasa menggunakannya.

Kelebihan dan Kerumitan Penerapan Pendekatan Matematika Realistik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: