Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

24 July 2013

Pemecahan Masalah dalam Matematika



Pemecahan masalah adalah suatu proses yang ditempuh oleh seseorang untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sampai masalah itu tidak lagi menjadi masalah baginya, Hudojo (Aisyah, 2006: 5-3). Kemampuan pemecahan masalah adalah salah satu objek tak langsung dalam belajar matematika (Bell, 1981: 119). Sedangkan menurut Gagne belajar pemecahan masalah adalah adalah tingkat tertinggi dari hirarki belajar (Bell, 1981; Hudojo, 1988; Dahar, 1989). Untuk selanjutnya dalam skripsi ini pemecahan masalah ditetapkan sebagai proses atau upaya untuk mendapatkan suatu penyelesaian atas situasi yang benar-benar sebagai masalah dengan menggunakan aturan-aturan yang sudah diketahui. Pemecahan masalah adalah suatu kegiatan penting dalam matematika sekolah, karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Melalui kegiatan ini aspek-aspek kemampuan matematik penting seperti penerapan aturan pada masalah tidak rutin, penemuan pola, penggeneralisasian, komunikasi matematik, dan lain-lain dapat dikembangkan secara lebih baik. Selain itu Suryadi dkk, (1999) dalam surveinya tentang ”current situation on matematics and science education in Bandung” yang disponsori oleh JICA, antara lain menemukan bahwa pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kegiatan matematik yang dianggap penting baik oleh para guru maupun siswa disemua tingkatan mulai dari SD-SMU.
Pemecahan masalah secara umum dapat dipelajari di kelas, sehingga siswa dapat mengerti proses menyelesaikan masalah. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Hudojo (1979) menyatakan bahwa:
”…di dalam menyelesaikan masalah, siswa diharapkan memahami proses penyelesaian masalah tersebut dan menjadi terampil di dalam memilih dan mengidentifikasi kondisi dan konsep yang relevan, mencari generalisasi, merumuskan rencana penyelesaian, dan mengorganisasikan keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya.

Polya (Aisyah, 2006: 5-10) mendefenisikan pemecahan masalah sebagai usaha mencari jalan keluar dari suatu kesulitan, mencapai suatu tujuan yang tidak begitu saja dengan segera dapat dicapai. Lebih lanjut Polya mengemukakan bahwa dalam matematika terdapat dua macam masalah, yaitu: (1) masalah untuk menemukan (problem to find), dan (2) masalah untuk membuktikan (problem to prove). Selanjutnya menurut Polya, kegiatan-kegiatan yang diklasifikasikan sebagai pemecahan masalah dalam matematika seperti: 1) penyelesaian soal cerita dalam buku teks, 2) penyelesaian soal-soal non rutin atau memecahkan teka-teki, dan 3) penerapan matematika pada masalah dalam dunia nyata Menciptakan dan menguji konjektur matematika
Menurut Sumarno (Alam, 2003: 18), pemecahan masalah dapat berupa mencipta ide baru, atau menemukan teknik atau produk baru. Bahkan dalam matematika, selain istilah pemecahan masalah mempunyai arti khusus, istilah tersebut juga mempunyai interpretasi yang berbeda. Misalnya kegiatan pemecahan masalah dalam matematika meliputi menyelesaikan soal cerita, menyelesaikan soal yang rutin, mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan menguji konjektur. Dengan demikian, pemecahan masalah dapat didefenisikan secara berbeda oleh orang yang berbeda dalam saat yang sama atau oleh orang yang sama pada saat yang berbeda. Meskipun demikian, semua itu mengandung pengertian sebagai proses berpikir tingkat tinggi dan mempunyai peranan yang penting dalam pembelajaran matematika.
Konsep pemecahan masalah dalam matematika dapat diartikan dengan menggunakan tiga interpretasi umum, yaitu: pemecahan masalah sebagai pendekatan (approach), tujuan (goal), dan proses (process) pembelajaran (Baroody, 1993: 2; Suharta, 2002a: 1). Pemecahan masalah sebagai pendekatan dimaksudkan pembelajaran diawali dengan masalah, selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk menemukan dan merekonstruksi konsep-konsep matematika. Pemecahan masalah sebagai tujuan menyangkut alasan mengapa matematika itu diajarkan. Jadi, dalam interpretasi ini pemecahan masalah bebas dari soal, prosedur, metode atau konten khusus, namun yang menjadi pertimbangan utama di sini adalah bagaimana caranya menyelesaikan masalah, dan ini merupakan alasan mengapa pemecahan masalah itu diajarkan. Sedangkan pemecahan masalah sebagai proses muncul sebagai suatu kegiatan yang dinamis, misalnya menggunakan suatu pengetahuan kedalam suatu keadaan baru. Yang diperlukan di sini adalah metode, startegi, prosedur dan heuristik yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah hingga menemukan jawaban dan bukan hanya jawaban itu sendiri. Pandangan pemecahan masalah sebagai proses ini yang kemudian menjadi fokus dalam mengembangkan kurikulum matematika disemua tingkat sekolah Suharta (Alam, 2003: 19)
Walaupun ketiga interpretasi pemecahan masalah tersebut berbeda, namun menurut Suharta (Alam, 2003: 19), dalam prakteknya ketiganya saling melengkapi. Pemecahan masalah sebagai proses dan tujuan dapat diintegrasi dalam pemecahan masalah sebagai pendekatan dalam pembelajaran.


Referensi :



Aisyah, Nyimas. 2007. Pengembangan Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional

Bell. 1981. Teaching and Learning Mathematichs. Dubuque Lowo: Win.C. Broom Company Publisher.


Suryadi, D., Liliasari. 1999. Current Situation on Mathematichs and Science Education in Bandung. Bandung: JICA-IMSTEP

Hudojo, Herman. 1977. Belajar Mengajar Matematika. Jakarta: Dirjen Dikti PPLPTK.
Alam, Nur. 2003. Pembelajaran Fungsi Melalui Pemecahan Masalah.Tesis.Malang: Universitas Negeri Malang.
Baroody. 1993. Problem Solving, Reasoning, and Comunicatief k-8; Helping Children Think Mathematically. New York: Macmillan Publishing Company
 
 
 

Pemecahan Masalah dalam Matematika Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: