Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

14 July 2013

Penyebab Kerusakan Pada Motor Listrik




Faktor-faktor yang dapat menyebabkan sebuah motor bisa mengalami kerusakan, dapat berasal dari beberapa sebab seperti dari alat yang digerakkan, jaringan supply yang termasuk di dalam sistem kerja motor  maupun keadaan lingkungan sekitar yang mempengaruhi sebuah motor tidak menjalankan fungsinya secara normal, seperti pengaruh suhu dan pengaruh mekanis lainnya, maupun hal-hal yang tidak terduga yang mampu mempengaruhi keadaan dan kestabilan motor. Kerusakan pada motor dapat disebabkan oleh :
1.   Alat yang digerakkan dapat menimbulkan kerusakan pada motor karena :
  1. Kopel yang terlalu besar
  2. Kopel yang naik turun
  3. Pengasutan dan pengereman yang terlalu sering dan terlalu lama
2.   Jaringan suplly  dapat menimbulkan kerusakan pada motor karena :
  1. Tegangan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi
  2. Tegangan fasa yang tidak sama (untuk motor fasa-tiga)
  3. Putusnya salah satu fasa (untuk motor fasa-tiga)
3.   Keadaan sekeliling dapat mengganggu karena :
  1. Suhu yang terlalu tinggi
  2. Kurangnya udara pendingin
  3. Getaran-getaran
Kerusakan Motor  Disebabkan Karena Alat Yang Digerakkan
Kerusakan motor dapat terjadi dengan beberapa penyebab diantaranya dikarenakan oleh alat yang digerakkan. Hal ini bisa terjadi juga oleh beberapa sebab yaitu :

1.    Kopel yang terlalu besar
Pengaruh Kopel Pada Putaran Motor
Arus listrik I yang dialirkan di dalam suatu medan magnet dengan kerapatan fluks B akan menghasilkan suatu gaya F sebesar :
F = BIl
Arah gaya ini ditentukan oleh aturan tangan kiri, dengan jempol, telunjuk dan jari tengah yang saling tegak lurus menunjukkan masing-masing arah, F, B, dan I. Persamaan F = BIl merupakan prinsip sebuah motor, di mana terjadi proses perubahan energi listrik (I) menjadi energi mekanik (F). Bila jari-jari rotor adalah r, kopel yang dibangkitkan:
T = F x r = BIlr
Perlu diingat bahwa pada saat gaya F dibangkitkan, konduktor bergerak di dalam medan magnet dan seperti diketahui akan menimbulkan gaya gerak listrik yang merupakan reaksi (lawan) terhadap tegangan penyebabnya. Agar proses konversi energi listrik menjadi energi mekanik (motor) dapat berlangsung, tegangan sumber yang harus lebih besar daripada gaya gerak listrik lawan.
Kemudian hubungan antara alat yang digerakkan oleh motor dengan kopel yang terlalu besar dikatakan dapat merusak motor dikarenakan, jika tidak terjadi lagi singkronisasi antara putaran motor yang diakibatkan kopelnya terlalu besar dengan alat yang digerakkan. Sehingga, motor akan kelebihan kerja dengan tidak mampunya mengimbangi beban pada alat yang digerakkan, dengan demikian motor terancam mengalami kerusakan misalnya, rotornya macet hingga bisa menyebabkan kebakaran pada mesin motor tersebut.      

2.    Kopel yang naik turun 
Pada pembahasan sebelumnya telah dibahas bagaimana kerusakan yang akan terjadi pada motor jika kopelnya terlalu besar, pada bagian selanjutnya akan dibahas pula bagaimana kopel yang naik turun dapat merusak motor.
Pada umumnya kopel pada motor listrik biasanya  mempunyai nilai konstan, gunanya untuk mestabilkan kinerja putaran motor. Jika kemudian kopelnya naik turun maka kestabilan kinerja putaran motor akan berpengaruh dan pengaruhnya cukup signifikan dengan alat yang digerakkan dimana kestabilan kinerja putaran motor akan terganggu dengan naik turunnya kopel tersebut. Dari sini kerusakan motor bisa muncul misalnya, komponen-komponen yang ada didalam mesin motor akan melakukan kerja dengan tidak normal karena suatu saat putaran motor bisa cepat dan dapat pula lambat sedang alat yang digerakkan mengalami perubahan terus menerus.      
  
3.    Pengereman yang terlalu lama dan sering
Suatu motor listrik dapat berhenti dengan adanya geseran yang terjadi. Tetapi tentu saja hal ini membutuhkan waktu yang lama. Untuk dapat menghentikan motor dalam waktu yang relatif singkat dilakukan pengereman. Kemudian dikatakan motor listrik akan mengalami kerusakan jika pengereman dilakukan terlalu sering, yang kemudian berhubungan dengan alat yang digerakkan, akan mempengaruhi putaran motor dengan kata lain putaran motor tidak stabil lagi hingga lama kelamaan jika ketidak stabilan putaran motor dibiarkan terus maka rotor bisa mengalami kemacetan dan dapat pula menyebabkan kopel yang kostan menurun. Untuk lebih jelas kita bisa melihat ada tiga jenis pengereman yaitu pengereman dinamik, pengereman regeneratif, dan pengereman mendadak. 

Pengereman Dinamik
 

Pada pengereman dinamik, penghentian motor dapat terjadi jika tegangan terminal Vt, dihilangkan dan diganti dengan tahanan R1. Dalam keadaan ini energi putaran diberikan pada tahanan R1, yang menyebabkan kecepatan menjadi turun. Demikian pula tegangan Ea pun akan menurun. Sekarang motor befungsi sebagi  generator penggerak mula. Untuk menjaga penurunan kopel yang konstan, R1  harus pula diturunkan. Harga R1 dipilih sedemikian rupa, sehingga arus jangkar tidak terlalu besar (umumnya diambil dua kali harga arus jangkar pada beban penuh). Harga R1 dapat dihitung dari persamaan.
Ea = ILR1 + IaRa
      Pengereman Regeneratif
Pada pengereman regeneratif, energi yang tersimpan pada putaran dikembalikan kepada sistem jala-jala. Cara ini biasanya dipakai pada kereta api listrik. Ketika kereta api berjalan menurun, kecepatan motor laju sekali, karenanya Ea > Vt, yang mengakibatkan daya dikembalikan kepada sistem jala-jala untuk keperluan yang lain. Pada saat daya dikembalikan kepada sistem jala-jala, kecepatan menurun dan proses pengereman berlangsung seperti pada pengereman dinamik.
Pengereman Mendadak
Pengereman mendadak adalah pengereman suatu motor dalam waktu yang sangat singkat dan tiba-tiba, yaitu dengan cara membalik polaritas motor. Tahanan R2  disisipkan antara titik X dan Y.
Karena tegangan jangkar telah berbalik polaritasnya, sehingga arahnya sama dengan tegangan terminal, besarnya R2 pun dapat dihitung dari persamaan Ea + Vt = Ia (Ra + R2).
      
 

Harga R2 dipilih sedemikian rupa, sehingga arus jangkar yang mengalir pada saat pengereman tidak terlampau besar (umumnya dua kali harga arus pada beban penuh). Selama pengereman berlangsung Ea turun, sehingga R2 harus diperkecil untuk menjaga penurunan kopel yang konstan.  

Kerusakan Motor Diakibatkan Jaringan Suplly
Motor juga dapat mengalami kerusakan diakibatkan oleh jaringan suplly dimana jika terjadi :
1.    Tegangan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi
Pada motor listrik adanya tegangan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa mengakibatkan kerusakan pada motor listrik. Dimana Jika tegangan rendah berarti teganganya mendekati nol atau bisa dikatakan hilang sama sekali, hal ini berbahaya jika tidak diantisipasi secepat mungkin. Kerusakan akan terjadi pada saat jaringan suplly mendadak kembali normal, maka dengan mendadak pula mesin akan berjalan, disini kejut arus akan timbul, pengaman-pengaman yang ada juga bisa putus dan mengancam aparatur yang ada.          

2.    Tegangan fasa yang tidak sama (untuk motor fasa tiga)
Pada prinsipnya untuk system fasa tiga atau tiga fasa memiliki besar yang sama (untuk tegangan atau arus) tetapi mempunyai sudut yang berbeda sebesar 120o antar fasanya. Sumbu ini disebut juga sumbu yang seimbang. Apabila sumber mensuplai beban seimbang, maka arus-arus yang mengalir pada masing-masing penghantar akan memiliki besar yang sama dan berbeda sudut fasanya sebesar 120o . Jadi, begitupula yang terjadi pada motor fasa tiga yang mana jika tegangan yang masuk atau yang mensuplly motor tersebut tidak sama  maka akan menjadikan motor berputar dengan tidak stabil sehingga dengan sendirinya akan menimbulkan ketidak normalan pada motor tersebut.  
3.    Putusnya salah satu fasa (Untuk motor fasa tiga)   
Salah satu penyebab sebuah motor (motor fasa tiga) juga bisa mengalami kerusakan jika salah satu fasanya putus, dimana akan terjadi pengurangan tegangan secara mendadak. Sehingga suplly daya kebeban tidak stabil lagi                             
                                                                                                                         
Kerusakan Motor Diakibatkan Pengaruh Lingkungan Sekitar
Salah satu penyebab kerusakan pada motor-motor listrik juga diakibatkan karena suhu disekitar mesin yang terlalu tinggi. Dimana, jika disekitar mesin tidak dilengkapi dengan alat pendingin atau arus udara pendingin maka suhu panas mesin akan meningkat dengan cepat, hingga melewati derajat yang telah ditentukan. Kalau mesin tidak mampu lagi menahan suhu yang terlalu tinggi maka motor akan terbakar. 
Selain itu, pengaruh lingkungan sekitar yang dapat menyebabkan  kerusakan pada motor bisa diakibatkan karena getaran-getaran yang berlebihan.

Penyebab Kerusakan Pada Motor Listrik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: