Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

20 July 2013

Teori Kreativitas



Mackler dan Shontz (Semiawan, 1998: 92) mengemukakan bahwa dalam studi kreativitas ada 6 (enam) teori pokok kreativitas, yaitu :
1.      Teori Psikoanalisis.
2.      Teori Assosiasionistik
3.      Teori Gestalt
4.      Teori Eksistensial
5.      Teori Interpersonal.
6.      Teori Trait

Sehubungan degan teori kreativitas di atas, Sunarti, dkk (2001: 31-33) mengemukakan mengenai deskripsi singkat tentang teori kreativitas tersebut yang antara lain sebagai berikut :
1.      Teori Psikoanalisis.
Teori psikoanalisis dikembangkan oleh Freud dengan konsep sublimasi sebagai titik tolaknya. Kemampuan sublimasi merupakan kemampuan merubah tujuan seksual asli menjadi tujuan lain. Perbedaan individu dapat terjadi karena kekuatan instink seksual dan kemampuan sublimasi tersebut. Menurut Freud dalam upaya mengadaptasi kesukaran hidup terdapat tiga alat/cara yang dapat ditempuh yaitu : (1) peralihan minat yang sangat kuat, (2) gratifikasi sunstantif, dan (3) substansi yang memabukkan. Kreativitas dalam hal ini dipandang sebagai pengganti yaitu alat yang dapat melepaskan diri dari kesukaran sehingga dapat mencapai berbagai tingkat kepuasaan dalam waktu yang terbatas.
2.      Teori Assosiasionistik.
Teori assosiasionistik berkenaan dengan kreativitas yang dipelopori oleh Ribot yang merupakan pelopor assosiasionist. Assosiasionist menunjukkan pada pertautan dalam proses mental sehingga suatu proses cenderung menimbulkan proses mental lainnya. Menurut teori assosiasionistik, dalam proses berfikir kreatif, berfikir analogis memainkan peranan penting.
3.      Teori Gestalt.
Teori gestalt memfokuskan perhatiannya terhadap proses terjadinya persepsi dan pengertian pada manusia. Teori ini mengemukakan bahwa pengalaman manusia berstruktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan. Manusia mengamati stimulus dalam keseluruhan yang terorganisir, bukan dalam bagian-bagian yang terpisah.
4.      Teori Eksistensial.
Teori eksistensial menjelaskan bahwa pribadi kreatif dalam momen-momen kreatifnya. Teori eksistensial tidak mencoba mengurangi keseluruhan menjadi segmen-segmen dan menjelaskan proses secara keseluruhan. Jika teori Gestalt memberikan konsep kekuatan medan, struktur, gestalt dan vektor-vektor, maka teori eksistensial hanya memberikan konsep encounter (pertemuan).
5.      Teori Interpersonal.
Teori interpersonal memandang kreativitas menekankan pada creator sebagai  innovator dan orang lain yang mengenal dan mengakui kreasinya. Dengan kata lain teori ini memandang penting arti nilai dalam karya kreatif, karena nilai mengimplikasikan pengakuan dan kontrol sosial.
6.      Teori Trait.
Karakteristik pada individu yang dapat diteliti melalui suatu pendekatan yang menekankan pada perbedaan individual. Guilford menjelaskan bahwa trait utama pada manusia berkaitan dengan kreativitas. Trait tersebut mencakup antara lain: sensitivitas terhadap masalah, kelancaran berfikir, keluwesan berfikir, orisanalitas berfikir, redefinisi dan elaborasi.


Referensi:


Semiawan R. Conny. 1998. Dimensi Kreatif dalam Filsafat Ilmu.  Bandung: Remaja Rosda Karya

Sunarti, Kustiah, dkk. 2001. Psikologi Perkembangan II. Makassar: FIP UNM

Teori Kreativitas Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: