Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

19 July 2013

Teori Media Pembelajaran Berbasis Komputer



Penelitian yang dilakukan oleh Rice dan Wilson (Salma, Siregar: 2004:168) melaporkan bahwa komputer dapat secara efektif digunakan untuk mengembangkan Higher-order thinking skill yang terdiri dari kemampuan mendefinisikan masalah, menilai (judging) suatu informasi, memecahkan masalah, dan menarik kesimpulan relevan. Komputer dalam hal ini, akan berperan memberikan layanan dalam proses mengumpulkan dan mengkompilasi informasi, pemeriksaan (inquiry) dan kolaborasi.
Diaz dalam Salma dan Siregar (2004:169) menyatakan pada dasarnya teknologi dalam pembelajaran tidak lebih hanya sebuah alat (tools) atau media. Sehingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak menjamin terjadinya pembelajaran yang baik (better learning).  Akan tetapi belajar akan berlangsung secara optimal bila dilakukan sinkronisasi antara teknologi yang digunakan dan pemrosesan informasi di otak. Oleh karena itu untuk menjamin terjadinya pemanfaatan media pembelajaran berbasis komputer haruslah secara cermat memperhatikan terlebih dahulu bagaimana proses belajar terjadi pada setiap individu.
Sejalan dengan pendapat di atas hasil penelitian Dunn (Brogan 1999:7) memperlihatkan bahwa setiap individu mempunyai gaya belajar yang berbeda, dan pembelajaran akan berlangsung lebih baik jika guru menggunakan atau mengakomodasi gaya belajar setiap individu dalam melakukan proses belajar mengajar. Lebih lanjut Caine & Caine (1994) dalam Brogan (1999:7) menyatakan  dalam penciptaan lingkungan belajar mengajar yang efektif sangat penting untuk memahami perbedaan gaya belajar pada setiap individu.
Meier (2002:263) menyatakan pembelajaran akan memberi hasil terbaik jika bersifat SAVI (Somatis, Auditori, Visual,  dan Intelektual). Peristiwa belajar khusus dapat melibatkan dua, tiga, atau semua cara tersebut sekaligus, oleh karena itu pembelajaran berbasis komputer harus mendukung gaya belajar tersebut.
Untuk membuat materi pengajaran dan pelatihan berbasis komputer yang lebih efektif, para perancang harus berusaha untuk memudahkan berlangsungnya proses belajar mengajar. Hal ini dapat terpenuhi dengan mengaplikasikan teori-teori pembelajaran dan pendekatan paedagogik dalam desain pembelajaran berbasis komputer. Adapun teori-teori pembelajaran dan implikasinya dalam pengembangan desain pembelajaran berbasis komputer sebagai berikut :
a.     Teori Pembelajaran Gagne didasarkan pada sembilan hierarki keterampilan intelektual  yang disusun berdasarkan tingkat kompleksitasnya. desain instruksional pembelajaran berbasis komputer harus mengidentifikasi prasyarat yang dibutuhkan untuk memudahkan proses pembelajaran terjadi pada setiap tingkatan.
b.  Teori Konstruktivis Bandura mendefenisikan proses belajar sebagai sebuah proses aktif dimana pembelajar membangun gagasan-gagasan baru berdasarkan pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Sehingga dalam perancangan instruksional pembelajaran berbasis komputer disusun secara sequensial sehingga memungkinkan pembelajar membangun prinsip-prinsip dan konsep kunci atas dasar pengetahuan yang telah dimilikinya dan bergerak melampaui informasi yang diberikan kepadanya.
c.   Teori Sosial Bandura menekankan pada pentingnya pengamatan dan memperagakan tingkah laku, sikap, dan reaksi emosional secara langsung. Menurut teori sosial Bandura desain instruksional akan lebih efesien jika memberikan keluasaan kepada pembelajar untuk melakukan sesuatu secara langsung, menerapkan sikap dan tingkah laku serta reaksi emosional dalam pembelajaran akan meningkatkan ingatan.
d.  Teori Minimalis Carrol menyarankan agar para perancang desain instruksional untuk meminimalkan materi pembelajaran, mengingat materi yang banyak hanya akan melelahkan dan menghambat proses belajar. Oleh karenanya perancang diminta untuk memberikan perhatiannya pada perancangan aktivitas yang mendukung aktivitas langsung para pembelajar.
e. Teori Pengembangan Sosial Kognitif  Vygotsky menawarkan suatu teori yang mengatakan bahwa potensi untuk perkembangan kognitif dibatasi oleh suatu rentang tertentu dan bersifat unik bagi setiap individu pembelajar. Teori vygotsky juga mengklaim bahwa pembelajaran akan sangat efektif ketika pembelajar di tempatkan pada suatu lingkungan belajar yang memberikan dukungan penuh (supportive) dan ketika mereka menerima bimbingan yang sesuai dan dimediasi oleh media. Media instruksional tersebut dapat berupa sebuah strategi kognitif, seorang tentor, bahan cetakan, atau komputer serta instrumen lainnya yang menyediakan informasi bagi pembelajar. Peran yang dilakukan oleh media instruksional adalah untuk mengorganisasikan dukungan dinamis yang dapat digunakan pembelajar menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan sampai pada batas atas ZDP yang dimiliki pembelajar bersangkutan. Pada saat pembelajar bergerak ke tingkat kepercayaan (comfidence) yang lebih tinggi, media instruksional ini secara sistematis ditarik dan memberikan keleluasaan kepada pembelajar untuk melakukan eksplorasi sendiri.
   Berdasarkan pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dalam desain media pembelajaran berbasis komputer harus didasarkan pada pemahaman tentang teori-teori pembelajaran dan bagaimana proses belajar terjadi pada setiap individu.

Referensi :
Salma Prawiradilaga, Dewi & Siregar, Eveline. 2004. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Brogan P. 1999. Using the Web For Interactive Teaching and Learning : The Imperative of the New Millenium,
Maier, Dave. 2002. The Accelerated Learning HandBook: Panduan Kreatif dan Efektif Merancang program Pendidikan dan Pelatihan. Bandung: Kaifa.
 

Teori Media Pembelajaran Berbasis Komputer Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: