Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

24 August 2013

Alat Pengatur Bahan Pendingin



Alat pengatur bahan pendingin merupakan batas antara sisi bertekenan tinggi dengan sisi bertekanan rendah. Alat pengatur ditempatkan sebelum evaporator. Alat ini berfungsi untuk mengatur jumlah dan tekanan bahan pendingin yang mengalir ke evaporator sesuai dengan kapasitas evaporator.

a) Pipa Kapiler        
            Pipa kapiler menghubungkan pengering dengan evaporator, ini sekaligus menjadikan pipa kapiler sebagai batas antara sisi bertekanan tinggi dan sisi bertekanan rendah  dari sistem. Fungsi pipa kapiler adalah untuk menurunkan tekanan bahan pendingin, mengatur jumlah bahan pendingin yang mengalir di dalamnya, dan membangkitkan tekanan bahan pendingin di kondensor.
            Kelemahan pipa kapiler adalah tidak dapat menahan aliran bahan pendingin yang berasal dari kompresor, walaupun kompresor tidak bekerja. Ketika Kompresor berhenti, Bahan pendingin  terus mengalir dari sisi tekanan tinggi ke sisi tekanan rendah  sampai tekanan pada kedua sisi tersebut sama. Waktu penyamaan ini kurang lebih lima menit.
            Keuntungan pipa kapiler adalah kompresor dapat dijalankan kembali dengan split-phase motor tanpa tambahan komponen lainnya. Harga motor lebih murah dan pipa kapiler sendiri harganya murah sekali dibandingkan alat pengatur bahan pendingin lainnya.
            Namun, tudak semua kulkas menggunakan pipa kapiler: ada juga yang menggunakan keran ekspansi.

b) Keran Ekspansi
Keran ekspansi banyak macamnya, yang sering dipakai pada kulkas sekarang adalah keran ekspansi otomatis dan thermostastis.

(1) Keran Ekspansi Otomatis
            Keran ekspansi otomatis berfungsi untuk mengatur jumlah bahan pendingin yang masuk ke dalam evaporator supaya tekanan di evaporator dan di saluran isap kompresor tetap konstan. Keran ekspansi otomatis ditunjukkan pada Gambar 32.
Gambar 32. Keran Ekspansi Otomatis


Prinsip kerja keran ekspansi otomatis adalah membuat keseimbangan tekanan pada kedua sisi membran. Proses yang terjadi pada keran ekspansi otomatis sebagai sebagai berikut (perhatikan gambar). Pada waktu kompresor bekerja, gas dari evaporator diisap PBBB1BBB turun. Pegas disisi PBBB2BBB menekan ke bawah, akibatnya jarum tertekan kebawah dan lubang saluran  bahan pendingin  ke eveporator terbuka. Cairan masuk ke evaporator dan menguap. Tekanan menjadi naik lagi hingga tekanan pada sisi PBBB1BBB seimbang dengan tekanan pada sisi PBBB2BBB. Ketika kompresor berhenti bekerja, tidak ada gas yang diisap dari evaporator. Tekanan  di evaporator (PBBB1BBB) naik, membran akan tertekan ke atas dan jarum menutup lubang saluran bahan pendingin. Proses ini terus berulang selama kulkas dihidupkan. Perhatikan Gambar 33.
Gambar 33. Proses Kerja Ekspansi Otomatis

(2) Keran thermostatis
            Keran ekspansi thermostatis bekerja secara otomatis mengatur jumlah bahan pendingin yang dialirkan ke evaporator sesuai dengan perubahan suhu yang terjadi pada bahan pendingin yang keluar dari evaporator. Jika bahan pendingin yang masuk kedalam evaporator banyak, tekanan dan suhu pada evaporator bertambah. Tekanan pada PBBB2BBB bertambah. Thermal bulb  yang tekanan dan suhunya dipengaruhi oleh gas panas lanjut yang keluar dari evaporator, bila menerima panas dan tekanan tinggi, akan membuat tekanan pada PBBB1BBB menjadi tinggi. Tekanan  PBBB1BBB dan PBBB2BBB akan saling mengimbangi. Keran ekspansi thermostatis dan proses kerjanya dapat dilihat pada Gambar 34 dan 35.
Gambar 34. Keran Ekspansi Thermostatis
 
Gambar 35. Proses Kerja Keran Ekspansi Thermostatis



Proses kerjanya sebagai berikut. Ketika kompresor tidak bekerja, tekanan di dalam evaporator akan tinggi dan membran di tekan ke atas oleh PBBB2BBB, sehingga saluran bahan pendingin tertutup oleh jarum. Ketika kompresor hidup, tekanan di dalam evaporator turun. Gas yang meniggalkan evaporator mempengaruhi kenaikan suhu pad thermal bulb.Tekanan PBBB1BBB  menjadi tinggi dan membran tertekan . Jarum membuka saluran bahan pendingin, bahan pendingin akan mengalir ke dalam evaporator.

(3) Suction Line
Suction Line merupakan pipa tambahan yang berfungsi sebagai tempat mengalirnya gas bahan pendingin  ke katup isap kompresor. Gas dari evaporator bertemperatur rendah  mengalir ke akumulator, gas ini diserap oleh pipa kapiler dan megalir ke Suction Line, selanjutmya didisap oleh katup isap kompresor.

(4) Discharge Line
            Discharge Line juga  merupakan pipa tambahan tempat mengalirnya gas yang keluar dari katup tekan kompresor. Gas yang keluar dari katup tekan kompresor mengalir ke Discharge Line, selanjutnya ke pipa kondensor.

(5) Keran Solenoid
            Keran solenoid adalah alat yang secara otomatis bekerja untuk mengaturkan arah alilran gas panas. Keran solenoid mempunyai hubungan listrik dengan  defrost timer, kompresor, dan fan motor. Keran solenoid juga memiliki magnet pada bagia atasnya. Magnet ini akan bereaksi ketika diberi arus listrik.
            Ketika defrost timer memasuki waktu pencairan es di evaporator, keran mendapatkan arus listrik. Penutup saluran akan tertarik ke atas oleh megnet dan saluran  gas panas dari kompresor penguapan di evaporator. Setelah defrost pada evaporator selesai, arus listrik ke keran solenoid terputus. Magnet tidak bekerja lagi sehingga keran tertutup. Proses pendingin pun dimulai lagi. Pada saat ini juga gas akan mengalir dari kompresor ke kondensor dan pipa kapiler. Konstruksi keran solenoid dapat dilihat pada gambar 36




         
Gambar 36. Keran Solenoid

 


Alat Pengatur Bahan Pendingin Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: