Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

24 August 2013

Kompresor Pendingin

Kompresor merupakan komponen terpenting bagi lemari es. Kompresor bekerja untuk menekan bahan pendingin ke seluruh bagian sistem lemari es. Pada sistem refrigerator, kompresor berfungsi untuk membuat perbedaan tekan udara, sehingga bahan pendingin dapat mengalir satu bagian ke bagain yang lain dalam sistem. Perbedaan tekanan ini menyebabkan bahan pendingin cair dapat mengalir melalui alat pengatur bahan pendingin (pipa kapiler) ke evaporator. 

Pada dasarnya kompresor mempunyai du fungsi utama, yaitu: (1) menurunkan tekan pada evaporator, sehingga bahan pendingin pada evaporator dapat mendidih/menguap pada suhu yang lebih rendah dan menyerap panas lebih banyak dari ruang di dekat evaporator; dan (2) mengisap bahan pendingin gas dari evaporator dengan suhu rendah dan tekanan rendah lalu memampatkan gas tersebut sehingga menjadi gas suhu tinggi dan tekanan tinggi. Kemudian mengalirkannya ke kondensor, sehingga gas tersebut dapat memberikan panasnya kepada zat yang mendinginkan kondensor lalu mengembun, (Handoko, 1981).

Kompresor yang banyak dipakai untuk lemari es ada dua, yaitu: kompresor torak (reciprocating) dan kompresor rotari (rotary). Kompresor torak dan rotary mempunayi gerakan positif. Kompressi pada kompresor torak dikerjakan oleh torak yang bergerak bolak-balik, sedangkan kompressi pada kompresor rotary dikerjakan oleh blade atau vane dan roller. Keduanya mempunyai keunggulan pada penggunaannya masing-masing.

Kompresor sebagai tenaga penggerak, menghisap bahan pendingin gas dari evaporator (penguap) dengan suhu rendah dan tekanan rendah, lalu dimampatkan sehingga menjadi gas dengan tekanan tinggi dan suhu tinggi. Gas tersebut melalui pipa tekan, ditekan keluar dari kompresor, lalu mengalir ke kondensor pada bagian yang paling atas. Lihat Gambar  berikut.

(1)   Kompresor Torak
Kompresor torak hingga saat ini yang terbanyak dipakai untuk keperluan refrigerator. Dipakai pada sistem yang memerlukan tekanan evaporator di atas satu atmosfir. Bahan pendingin yang banyak digunakan antara lain: R-12, R-22, R-500, R-502 dan R-717 (amonia).

Kompresor torak bekerja seperti bekerjanya motor bakar dua langkah. Torak menggerakkan ke arah bolak-balik piston dalam selinder mengikuti gerak poros engkol yang digerakkan oleh motor listrik. Lihat Gambar berikut.
 
Gambar. Proses Kerja Kompresor Torak



Pada waktu langkah hisap, torak bergerak kebawah menarik piston. Terjadilah penurunan tekanan atau vakum di dalam silinder antara torak dan tutup silinder, sehingga katup hisap terbuka. Pada saat bersamaan gas pendingin dihisap masuk melalui katup hisap ke dalam silinder. Pada langkah tekan (kompressi atau pemampatan) torak berkerak ke atas memampatkan gas dean mendorongnya ke luar melalui katup tekan (discarge vulve) ke kondensor. Kemudian torak bergerak ke bawah dan kemabali lagi ke atas. Demikianlah kerja torak bolak-balik ke atas dan ke bawah, sehingga kompresor torak sering disebut sebagai kompresor bolak-balik.
Untuk menghindari gas bocor kembali melalui katup kompresor, maka katup kompresor harus direncanakan agar dapat menutup dengan ccepat dan rapat. Agar katup dapat menutup dan membuka dengan cepat, maka katup harus terbuat dari logam yang ringan dan konstruksinya dibuat agar dapat cepat terangkat. Katup harus kuat dan dapat diandalkan, juga harus dapat bekerja dengan teratur dan otomatis.

Kompresor Rotary
Keuntungan kompresor rotary antara lain: (a) pemakaian energi listrik lebih hemat, (b) bentuknya kompak, kecil dan sederhana, (c) tekanannya rata, suaranya tenang dan (d) getarannya kecil. Selain keuntungan yang dapat diperoleh, juga tetap memiliki kekurangan. Kekurangannya antara lain: (a) jika terjadi kerusakan sukar diperbaiki, (b) pembuatannya lebih sukar dan (c) harganya lebih mahal.
Kompresor rotary dikenal ada dua macam, yaitu: kompresor rotari dengan daun pisau tetap (stationary blade) dan kompresor rotari dengan daun pisau panas (rotary blade), lihat Gambar 25 dan 26 berikut.

Kompresor Rotari dengan Daun Pisau Tetap

Kompresor rotari dengan daun pisau tetap terdiri dari roller dan besi baja berbentuk silinder yang panas pada ujung poros rotor yang tidak sepusat (eksentrik). Keduanya, roller dan ujung poros panas dalam rumah yang berbentuk silinder. Oleh karena ujung poros tidak sepusat, maka roller juga panas tidak sepusat dan menyinggung bagian dalam dinding silinder pada satu garis. Jika poros panas, maka roller juga panas pada bagian dalam silinder tersebut. 
 
Gambar 25. Proses Kerja Kompresor Rotary dengan Pisau Tetap
 
Sebuah pisau (blade) yang ditekan oleh pegas dari belakang melalui alur pada silinderselalu menekan roller pada satu garis. Daun pisau bergerak maju-mundur pada alur silinder mengikuti roller selama roller panas pada bagian dalam silinder. Kedua ujung silinder atas dan bawah mempunyai dinding penutup, satu di antaranya juga berfungsi sebagai poenunjang poros. Roller dan pisau mempunyai tinggi yang sama dengan tinggi silinder. Hanya mempunyai sedikit kelonggaran dengan kedua dinding penutup rumah silinder tersebut. Saluran hisap dan tekan berpangkal pada silinder tersebut, pada bagian kanan dan kiri di dekat alur dari daun pisau.

Semua bagian dari kompresor jenis ini: roller, silinder, daun piasu, poros dan kedua dinding penutup atas dan bawah silinder terbuat dari baja khusus yang dipoles dengan ukuran yang sangat teliti (presisi). Seluruh rumah kompresor ditempatkan dalam sebuah tabung dan diredam dalam minyak pelumas kompresor. Di dalam tabung, ujung saluran pipa tekan menjorok ke atas permukaan minyak pelumas. Minyak pelumas yang bercampur dengan bahan pendingin gas akan jatuh ke bawah bercampur kembali dengan minyak pelumas lainnya di dalam tabung karena berat jenisnya lebih tinggi dari pada berat jenis bahan pendingin gas. Bahan pendingin gas akan mengalir terus melalui pipa tekan ke luar dari tabung kompresor lalu masuk ke kondensor.

Kompresor Rotari dengan Daun Pisau Panas
Kompresor ini terdiri dari satu silinder yang di dalamnya terdapat roller yang dilengkapi dengan dua atau empat daun pisau. Ujung poros yang tidak sepusat dapat memutar roller  di silinder dengan satu sisi roller selalu menyinggung dinding silinder bagian dalam. Jarak dari roller dan silinder hanya dipisahkan oleh lapisan minyak yang sangat tipis. Kedua dinding penutup silider menutup bagian bawah dan atas silinder sambil memegangn poros panas. Pisau-pisau bergerak maju dan mundur pada alurnya.

Waktu proses panas ujung pisau selalu menempel pada dinding silinder bagian dalam. Ujung pisau ini dapat menempel pada dinding silinder, karena adanya dorongan gaya sentrifugal dari poros yang sedang panas. Ada juga yang diberi pegas di belakang pisau agar dapat menekan lebih kuat dan rapat. Lihat Gambar 26 berikut
 
Gambar 26. Proses Kerja Kompresor Rotary, Pisau Berputar
 
Gas masuk melalui saluran hisap dan dimampatkan oleh pisau-pisau yang panas lalu mendorongnya ke luar melalui saluran tekan. Kompresor ini mempunyai sebuah katup tekan pada saluran tekan, untuk menghindarkan gas tekanan tinggi mengalir kembali ke kompresor pada waktu kompresor sedang berhenti. Silinder, roller dan pisau semuanya diredam dalam minyak pelumas kompresor, hanya saluran hisap dan tekan yang keluar dari minyak pelumas tersebut.

Jika kompresor diklasifikasikan berdasarkan dengan pengkopelannya dengan motor penggeraknya, maka dikenal dua macam kompresor, yaitu: kompresor terbuka dan tertutup. Kompresor tebuka, artinya motor penggerak terpisah dengan kompresornya dan dikopel dengan ban kopel yang khusus untuk keperluan tersebut, sedangkan kompresor tertutup, kompresor dan motor penggeraknya menyatu dalam satu wadah tertutup.

Keuntungan kompresor terbuka, yaitu: (1) jika motornya rusak, maka dapat diperbaiki motornya saja tanpa mengganggu komponen lainnya, kompresor dan bahan pendinginnya; (2) dengan mengubah diameter puli pada motor atau kompresor dapat diperoleh perubahan putaran kompresor; (3) minyak pelumas yang ada di dalam kompresor mudah diperiksa melalui gelas pemeriksa; dan (4) Pada daerah yang tidak ada listrik, kompresor open unit dapat dipakai tenaga penggerak dari disel atau motor bensin.

Meskipun kompresor terbuka diyakini memberi keuntungan tertentu, tetapi tetap juga memiliki kekurangan, yaitu: (1) bentuknya lebih besar, lebih berat dan harganya juga mahal; dan (2) sil dari kompresor pada poros engkol sering rusak, sehingga minyak pelumas dan bahan pendingin bocor.

Kompresor Hermetik (Kompresor Tertutup)
Perbedaan kompresor hermetik dengan kompresor terbuka, yaitu pada kompresor hermetik motor ditempatkan di dalam rumah atau wadah kompresor. Rotor motor listrik menjadi satu dengan poros kompresor, sehingga jumlah putaran kompresor sama dengan jumlah putaram motor listriknya. Lihat Gambar berikut.

Gambar. Bentuk Kompresosr Hermetik

 









Kompresor Pendingin Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: