Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

29 August 2013

Konsep Profesi Keguruan



Kata profesi dan professional tidak asing lagi kita dengar. Seseorang mengatakan bahwa profesinya sebagai seorang dokter; yang lain mengatakan bahwa profesinya sebagai arsitek, atau ada pula sebagai pengacara, guru, malah ada juga mengatakan profesinya pedagang, penyanyi, petinju, penari, tukang koran, dan sebagainya. Para staf dan karyawan instansi militer dan pemerintahan juga tidak henti-hentinya menyatakan akan meningkatkan keprofesionalannya, ini berarti bahwa jabatan mereka adalah suatu profesi juga.
Kalau diamati dengan cermat bermacam-macam profesi yang disebutkan di atas, belum dapat dilihat dengan jelas apa yang merupakan kriteria bagi seseorang untuk mendapatkan suatu profesi, sampai kepada kemampuan yang dituntut seseorang dalam melakukan tugasnya. Dokter dan arsitek harus melalui pendidikan tinggi yang cukup lama, dan menjalankan pelatihan berupa pemagangan yang juga memakan waktu yang tidak sedikit sebelum mereka diizinkan memangku jabatannya.
Sementara menjadi pedagang dan petinju mungkin tidak diperlukan pendidikan tinggi, malah pendidikan khusus sebelum memangku jabatan itu pun tidak perlu, meskipun latihan. Oleh sebab itu, agar tidak menimbulkan kerancuan dalam pembicaraan selanjutnya kita harus memperjelas pengertian profesi itu.

1.1  Pengertian Profesi
Pengertian profesi pada umumnya adalah, sebagai berikut:
a) Melayani masyarakat, merupakan karier yang akan dilaksanakan sepanjang hayat (tidak berganti-ganti pekerjaan).
b)   Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu di luar jangkauan khalayak ramai (tidak setiap orang dapat melakuknnya).
c)      Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke praktek
d)     Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang.
e)      Terkendali berdasarkan lisensi baku dan atau mempunyai persyaratan masuk.
f)       Otonomi dalam membuat keputusan tentang ruang lingkup  kerja tertentu
g)    Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil dan untuk kerja yang ditampilkan yang berhubungan dengan layanan yang diberikan.
h)      Mempunyai sekumpulan unjuk kerja yang baku
i)    Mempunyai komitmen terhadap jabatan dan klien;  dengan penekanan terhadap layanan yang akan diberikan
j)   Menggunakan administrator untuk memudahkan profesinya relatif bebas dari supervisi dalam jabatan
k)      Mempunyai organisasi yang diatur oleh anggota profesi sendiri
l)   Mempunyai asosiasi profesi dan atau kelompok ”elit” untuk mengetahui dan mengakui keberhasilan anggotanya.
m)  Mempunyai kode etik untuk menjelaskan hal-hal yang meragukan atau menyangsikan yang berhubungan dengan layanan yang diberikan
n)      Mempunyai kadar kepercayaan yang tinggi dari publik dan kepercayaan diri setiap anggotanya.
o)      Mempuyai status sosial dan ekonomi yang tinggi.

1.2  Syarat-Syarat Profesi
Khusus untuk jabatan guru, National Education Association (NEA, 148)  menyarankan kriteria berikut:
a)      Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual
b)      Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus
c)      Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama
d)     Jabatan yang memerlukan latihan-latihan dalam jabatan yang berkesinambungan
e)      Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanent
f)       Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri
g)      Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi
h)      Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

1.3  Kode Etik Profesi Guru
Guru Indonesia menyadari, bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, dan negara, serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa pancasila dan setiap pada Undang-Undang Dasar 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu, Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut:
1.    Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
2.    Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional.
3.    Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.
4.    Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar-mengajar.
5.    Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
6.    Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martaat profesinya.
7.    Guru memelihara hubungan se-profesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial.
8.    Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
9.    Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.

1.4  Organisasi Profesi Keguruan
Jabatan profesi harus mempunyai wadah untuk menyatukan gerak langkah dan mengendalikan keseluruhan profesi, yakni organisasi profesi. Bagi guru-guru di negara kita, wadah ini telah ada yakni Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Salah satu tujuan PGRI adalah mempertinggi kesadaran, sikap, mutu, dan kegiatan profesi guru serta meningkatkan kesejahteraan mereka.
Disamping PGRI sebagai satu-satunya organisasi guru-guru sekolah yang diakui pemerintah sampai saat ini, ada organisasi guru yang disebut Musyawarah Guru Mata Pelajaran MGMP). Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan profesionalisasi dari guru dan kelompoknya masing-masing. Ada lagi organisasi professional resmi dibidang pendidikan yang harus kita ketahui juga yakni Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI), yang saat ini punya divisi-divisi antara lain: Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI), Himpunan Sarjana Administrasi Pendidikan Indonesia (HISAPIN), Himpunan Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia (HSPBI), dan lain-lain.

1.5  Perkembangan Profesi Keguruan
Perkembangan profesi keguruan berlatar belakang dari peranan dan kedudukan guru dalam keseluruhan proses pendidikan, terutama dalam pendidikan formal bahkan dalam keseluruhan pembangunan masyarakat pada umumnya. Sehubungan dengan ini, G.F. Moody (1953) mengemukakan pendapat berdasarkan pengalaman dan penelaahannya, bahwa sesungguhnya keberhasilan dari suatu masyarakat yang teratur sangat tergantung kepada guru. Menurut dia, guru harus sadar bahwa dia memberikan pengabdian yang paling tinggi kepada masyarakat, dan bahwa profesinya itu harus sama tinggi tingkatnya dengan profesi pengabdi lainnya. Oleh karena itu profesi keguruan haruslah mengalami perkembangan dengan berbagai macam bentuk keterampilan dan skill dalam mengajar.

Konsep Profesi Keguruan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: