Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

30 August 2013

Penempatan Saklar dan Pengaman Motor



Penempatan saklar pada motor dilakukan dengan berbagai cara diantaranya :

1.      Dengan saklar magnet sebagai penghubung langsung.
Penghubung langsung banyak figunakan untuk motor-motor sangkar. Cara ini sederhana, murah dan memberi kopel asut yang baik. Karena itu banyak digunakan, kalau arus asutnya yang tinggi tidak akan menimbulkan gangguan pada jaringan supply. Selain itu kejutan mekanis yang disebabkan oleh gaya-gaya percepatan yang timbul, juga tidak boleh menimbulkan gangguan bagi mesin yang digerakkan. Penghubung langsung banyak dilakukan dengan menggunakan sakelar yang dilayani secara elektro magnetis. Saklar ini juga dinamakan sakelar magnet. Saklar ini melayani motor dari jauh dan secara otomatis.
Untuk rangkaian dengan tiga motor atau lebih, masina-masing motor sebaiknya dilengkapi dengan pengaman arus kemudi tersendiri. Adakalanya saklar-saklar ini juga memiliki kontak-kontak bantu , misalnya untuk melayani lampu control atau untuk lingkaran-lingkaran arus lain. Ketentuan ini juga berlaku jika motornya dilayani dengan menggunakan saklar jenis lain. Didekat saklar otomati dengan arus nominal 350 Ampere atau lebih, dipasang sebuah pemisah, sehingga saklar ini dapat dibuat bebas tegangan. Saklar-saklar ini memerlukan banyak pemeliharaan.  

2.      Saklar Balik.
Untuk membalik arah putaran sebuah motor 3 fasa, 2 fasanya harus ditukar. Ini dapat dilakukan dengan sebuah saklar balik.
Perhatikan gambar berikut:


Cara kerja dari saklar balik ini yaitu:
Dalam kedudukan kanan, S-V Dan T-W dihubungkan. Dalam kedudukan kiri, T-V dan S-W dihubungkan. Dalam kedua kedudukan tersebut, R-U selalu terhubung.

3.      Saklar Balik Magnetik
Gambar berikut memperlihatkan diagram lingkaran arus sebuah saklar balik magnetik.


Kalau tombol I ditekan, saklar kutub tiga K1 akan terhubung, kalau tombol dua ditekan, saklar kutub tiga K2 akan terhubung.
Kalau K1 dan K2 dihubungkan bersamaan akan terjadi hubung singkat. Untuk menghindari hal ini, dipasang kontak-kontak pemutus K1:2 dan K2:2. Kontak-kontak ini disebut kontak pengunci.
4.      Saklar Bintang Segitiga
Kalau saklar bintang segitiga dibiarkan dalam kedudukan bintang, motor akan terbakar. Karena itu untuk mencegah hal ini saklar tersebut kadang-kadang tidak memiliki kedudukan bintang yang tetap. Kalau diputar ke kedudukan bintang, dan kemudian dilepas, saklarnya akan kembali ke kedudukan nol lagi. Salah satu kelemahan saklar ini adalah, kalau saklar ini dipindahkan dari kedudukan bintang  ke kedudukan segitiga, lingkaran arusnya akan terputus untuk beberapa saat.
Tujuan tindakan pengamanan pada instalasi listrik adalah untuk melindungi manusia atau peralatan yang tersambung pada instalasi itu jika terjadi arus gangguan akibat dan keadaan yang tidak normal. Untuk itu diperlukan dawai pengaman seperti sekring, MCB (Miniature Circuit Breaker), relay beban lebih, ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker).
Disamping peralatan harus diamankan dari arus gangguan juga harus diamankan dari beban lain, atau air yang mungkin dapat menyebabkan ganguan pada peralatan itu. Untuk itu pemakaian peralatan juga harus disesuaikan dengan lingkungan kerja.
Pembumian peralatan juga perlu diadakan pada instalasi listrik. Karena dengan pembumian, jika ada arus bocor pada peralatan maka akan tersalur ke bumi.
Bagi penempatan saklar dan pengaman motor berlaku ketentuan-ketentuan umum berdasarkan gambar berikut :

  1. Setiap motor harus diamankan sebagaimana mestinya dengan sepasang pengaman lebur tersendiri atau dengan sebuah saklar maksimum tersendiri.
  2. Setiap motor harus dilengkapi dengan sebuah saklar tersendiri.
  3. Jika motor dihubungkan dengan suatu rangkaian akhir, harus dipasang sebuah saklar rangkaian akhir.
Pemasangan pengaman tergantung pada keadaan, ada beberapa pengecualaian dari ketentuan-ketentuan diatas, yaitu :
1.      Pengamanan tersendiri tidak diperlukan:
a.       Kalau pengaman rangkaian akhir tidak melebihi 16 ampere
b.      Untuk sekelompok motor yang merupakan bagian dari mesin yang sama. Dalam hal ini masing-masing motor harus diamankan dengan sebuah relay maksimum tersendiri. Relay ini harus dapat menggerakkan sebuah saklar yang dapat mematikan sebuah motor sekaligus.
2.      Saklar tersendiri tidak diperlukan :
a.  Kalau daya masing-masing motor tidak melebihi 0,5 Kw, pengaman rangkaian akhir yang bersangkutan tidak melebihi 25 A, dan dalam ruangan yang sama terdapat sebuah saklar untuk mematikan motor itu..
b.  Kalau daya masing-masing motor tidak melebihi 0,5 Kw dan motor-motor ini dihubungkan dengan kontak tusuk.
3.      Untuk beberapa motor yang dihubungkan dengan rangkaian akhir yang sama,  saklar rangkaian akhir boleh ditiadakan :
a.       Kalau dengan rangkaian akhir ini tidak dihubungkan lebih dari dua motor
b.      Kalau daya masing-masing motor tidak melebihi 1,5 Kw dan motor-motor ini berada dalam satu ruangan dengan perlengkapan hubung bagi.
c.  Kalau dengan rangkaian akhir itu tidak dihubungkan lebih dari satu kotak kontak yang kemampuan hantar arus nominalnya 16 A.
Pengaman-pengaman lebur sebaiknya jangan ditempatkan didekat mesin, tetapi disatu tempat yang sentral.

Pengaman Yang Harus Ada Pada Tiap Instalasi

Seperti telah dijelaskan diatas, pengaman pada instalasi terdiri atas :
1.      Sekring
Sekring adalah pengaman lebur yang fungsinya untuk mengamankan instalasi dari gangguan arus hubung singkat. Jika suatu sekring dialiri suatu arus diatas arus kerjanya, maka pada waktu tertentu sekring tersebut akan melebur atau putus. Besarnya arus yang dapat meleburkan suatu sekring dalam waktu 4 jam dibagi arus kerja disebut faktor peleburan. Besarnya faktor peleburan berkisar 1-1,5.
Pengaman lebur yang harus digunakan untuk sebuh motor, ditentukan berdasarkan arus asut motor ini.
2.      Proteksi terhadap gangguan motor
·         Proteksi beban lebih (relai beban lebih)
Proteksi beban lebih dimaksudkan untuk melindungi motor, dan perlengkapan pada kendali motor, terhadap pemanasan berlebihan akibat dari beban lebih atau sebagai akibat motor tak dapat diasut. Beban lebih atau arus lebih pada waktu motor beroperasi, bila bertahan cukup lama, akan mengakibatkan kerusakan atau pemanasan yang berbahaya pada motor itu sendiri.
Fungsi RBL adalah memutuskan rangkaian jika terjadi beban lebih. Arus beban lebih akan menyebabkan panas pada penghantar dan akan merusak bahan isolasi. Untuk itu, perlu diamankan sebelum terjadi kerusakan yang
RBL menggunakan dwilogam sebagai penyusun utamanya yang digabung dengan penyusun pemutus.
Dwilogam itu sendiri adalah bagian yang terdiri atas muai panjangnya berbeda, sehingga jika tekena panas akan melengkung kearah logam yang mempunyai muai panjang lebih kecil.
Pemanasan dwilogam pada RBL ada dua cara, yaitu cara langsung dan tidak langsung. Pada pemanasan langsung, arus beban mengalir melalui dwilogam, sedangkan pda pemanasan tidak langsung arus beban dialirkan melalui kawat pemanas yang dililitkan disekitar dwilogam. Untuk arus beban yang lebih besar lagi digunakan trafo arus untuk memberikan masukan arus pada RBL. Pengaman terhadap beban lebih ini dipasang dipermulaan kabel
·         Proteksi hubung pendek sirkit motor
Setiap motor harus di proteksi dari hubung pendek kecuali untuk motor motor sebagai berikut:
a.       Motor  yang terhubung pada sirkit akhir, yang di proteksi oleh proteksi arus hubung singkat yang mempunyai nilai setelan tidak lebih dari 16A.
b.      Gabungan motor yang merupakan bagian dari  mesi atau perlengkapan, asal setiap motor diproteksi oleh satu atau lebih relai arus lebih yang dapat menggerakkan sebuah saklar untuk menghentikan semua motor sekaligus.
3.      Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB)
Fungsi dari ELCB adalah untuk memutuskan rangkaian dari sumber jika terjadi arus bocor kebumi atau arus bocor karena adanya tegnagan sentuh.
Penyusun utama ELCB adalah sebuah meknik pemutus, sebuah penghantar fasa, inti trafo arus seimbang, dan penghantar netral.
Jika tidak ada arus gangguan pada rangkaian maka arus seimbang sehingga tidak ada pengaruh kemagnetan pada trafo arus. Tidak ada tegangan yang diimbas pada belitan sekunder trafo arus.
Jika terjadi arus gangguan pada beban Karena kerusakan isolasi sehingga mengalir arus kebumi maka keseimbangan pada trafo arus terganggu dan menghasilkan medan magnet yang mengimbaskan suatu tegangan pada belitan sekunder trafo arus yang menyebabkan rangkaian diputuskan oleh system pemuusnya.
Sebuah ELCB dapat diuju cara kerjanya degan menggunakan saklar tekan pengujian.
4.      Miniature Circuit Breaker (MCB)
Fungsi MCB adalah untuk mengamankan rangkaian tehdap beban lebih atau arus hubung singkat. Jika terjadi arus beban lebih atau hubung singkat MCB akan bekerja memutuskan rangkaian dari sumber.
Pada MCB bagianyang berfungsi untuk mengam,ankan arus hubung singkat adalah elektro magnet. MCB dibuat dengan kutub tunggal untuk pengaman 1 fasa dan kutub banyak untuk pengaman 3 fasa. Jika 3 MCB 1 fasa digunakan untuk mengamankan beban 3 fasa, maka tuasnya harus disatukan (dikopel) seperti pada rele beban lebih termal.
MCB jenis AC/DC dapat digunakan pada tegangan 220 V untuk MCB kutub tunggal dan 440 V untuk MCB kutub ganda.
5.      Pembumian atau pentanahan
Pembumian atau pentanahan adalah penghubungan suatu titik rangkaian listrik atau suatu penghantar yang bukan bagian rangkaian dengan bumi.
Tujuan dari pembumian ini adalah agar terjadi kegagalan isolasi mka tegangan sentuh yang tinggi dapat dicegah dan pengaman segera akan bekerja.

Pengecekan Pengaman Pada Kondisi Tertentu
Pengecekan pengaman pada kondisi-kondisi tertentu harus dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang bias terjadi pada motor-motor listrik.
Pada kondisi-kondisi tertentu , pengaman motor harus dipasang sedemikian rupa sesuai dengan kondisi dimana pengaman itu dipasang atau sesuai dengan keadan lingkungan.
1.      Lingkungan berdebu
Dalam lingkungan berdebu, motor serta pengamannya harus tertutup rapat atau kedap debu atau dirancang sedemikian rupa.
Dalam lingkungan berdebu, yang menyebabkan debu berterbangan berkumpul diatas atau didalam motor, sehingga bisa meyebabkan suhu yang berbahaya, maka dari itu perlu digunakan motor yang beventilasi memakai pipa, atau motor ditempatkan dalam ruang kedap debu dengan pertukaran udara dari sumber udara bersih.

2.      Pada lingkungan atau daerah yang lembab
Untuk daerah yang lembab sebaiknya harus sesuai dengan ketentuan, bahwa motor yang dipasang pada lingkungan ini harus tahan terhadap tetes air, tahan hujan, tahan kedap air atau memiliki kualitas lain sesuai daerah ini. Motor yang digunakan harus cocok pada kondisi ini. Demikian pula dengan pengaman motor itru sendiri. Jika di dalam ruang motor mungkin langsung terkena air, motor itu harus tertutup seluruhnya, termasuk pengamannya. Boleh juga dipakai pelindung kedap percikan, asalkan semua tindakan proteksi sudah dilakukan.

3.      Pada daerah yang panas
Untuk daerah yang panas, pengaman yang cocok untuk mengamankan motor sebaiknya digunakan pengaman yang sudah dirancang khusus untuk kondisi tersebut. Sebab pada daerah atau ruangan yang panas dapat menyebabkan  banyak kerusakan seperti pada penghantar yang meleleh ataupun terbakar, begitu pula dengan pengaman motor diiperlukan pengaman yang tahan terhadap suhu tinggi.
 




Penempatan Saklar dan Pengaman Motor Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: