Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

24 September 2013

Arti Tawakal Kepada Allah SWT


Tawakal secara harfiah berarti pengakuan ketidakmampuan seseorang dan penyandaran seorang kepada selain dirinya. Seperti yang diterangkan oleh ahli  bahasa , “Aku bersandar kepada seseorang dalam satu masalah”. Kata tawakal berasal dari bahasa Arab at-tawak-kul yang berasal dari kata wakkala yang berarti menyerahkan, memecayakan, atau mewakilkan urusan kepada orang lain.


Secara terminologi, tawakal berarti menyerahkan atau memercayakan seluruh masalah kepada Sang Penguasa dan bersandar kepada kemampuan-Nyauntuk menyelesaikan masalahnya.  Definisi ini menyebutkan bahwa tawakal bermakna menyerahkan segala perkara. Ikhtiar, dan usaha yang dilakukannya kepada Allah SWT. Serta berserah diri sepenuhnya kepada-Nya untuk mendapatkan manfaat atau menolak yang mudarat.


Orang bertawakal tidak akan berkeluh kesah atau gelisah. Ia akan selalu berada dalam ketenangan, ketenteraman dan kegembiraan. Jika ia memperoleh nikmat dan karunia dari Allah SWT, ia akan bersyukur. Dan, jika ia menghadapi cobaan, ia akan bersabar. Ia menyerahkan semua urusan keputusannya bahkan dirinya sendiri kepada Allah SWT. Namun, bukan berarti orang tawakal itu harus meninggalkan semua usaha dan ikhtiar. Usaha dan ikhtiar itu harus tetap dilakukan, sedangkan keputusan terakhir diserahkan kepada Allah SWT.


“...dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila kamu membulatkan tekad, maka ber-tawakal-lah kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang ber-tawakal kepada-Nya, ( QS Ali Imran [3] : 159 ). “

“...Maka berpalinglah kami dan mereka dan tawakal-lah kepada Allah SWT. Cukuplah Allah SWT menjadi pelindung. (QS An-Nisa [4]:81).”


Tawakal merupakan pekerjaan hati dan puncak tertinggi keimanan. Sifat ini akan datang dengan sendirinya jika iman seseorang sudah matang. Al-Ghazali menyatakan bahwa tawakal itu merupakan puncak iman sehingga apabila seorang mukmin telah bertawakal, terlimpahlah dalam dirinya sifat Aziz yang ada padanya dan ia tidak takut lagi diadang maut. Lalu, Al-Ghazali membagi tawakal menjadi tiga tingkat, yaitu :

  1. Tawakal itu sendiri, yakni hati senantiasa merasa tenang dan tenteram terhadap apa yang dijanjikan Allah SWT.
  2. Taslim, yaitu menyerahkan urusan hamba kepada Allah SWT. Karena ia mengetahui segala sesuatu mengenai diri dan keadaanya. Dan
  3. Taswid, yaitu rela menerima segala ketentuan Allah SWT. Bagaimanapun bentuk dan keadaannya.

Hikmah yang dapat diperoleh dari tawakal ialah penuh percaya diri, memiliki keberanian dalam menghadapi tiap persoalan, memperoleh ketenangan dan ketenteraman jiwa dekat dengan Allah SWT. Diberikan rezeki yang cukup selalu berbakti dan taat kepada Allah SWT., dan senantiasa bersyukur kepada-Nya.


Kesimpulan :

Orang yang bertawakal tidak akan berkeluh kesah atau gelisah . Jika ia memperoleh nikmat dan karunia dari Allah SWT ,ia akan besyukur . Dan, jika ia menghadapi cobaan , ia akan bersabar. Tawakal itu bukannya berdiam diri, pasif dan masa bodoh. Namun tawakal adalah suatu penyerahan yang melahirkan dinamika dan gerak. Orang mengurung diri dalam kamar dengan alasan tawakal, tidak dibenarkan. Tawakal harus melakukan gerak. Tawakal membuat orang menjadi gesit, lincah, dan energik. Orang yang bertawakal tidak akan cemas kerja karena yakin akan pertolongan Allah SWT.

Arti Tawakal Kepada Allah SWT Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

1 comments:

Adi Siswoyo said...

Alhamdulillah,bagus gan ini bisa menjadi pembelajaran buat kita semua. Amin