Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

25 September 2013

Cara Menulis Daftar Pustaka



Cara Menulis Daftar Pustaka Untuk Buku Sebagai Sumber Acuan

Urutan penyebutan keterangan tentang buku adalah (a) nama pengarang, (b) tahun terbit, (c) judul buku, (d) tempat terbit, dan (e) nama penerbit. Setiap penyebutan keterangan  (kecuali penyebutan tempat terbit ) diakhiri dengan tanda titik. Setelah tempat, terbit diberi tanda titik dua.
Jika yang dicantumkan bukan nama pengarang dan nama lembaga yang menerbitkan, urutan penyebutannya adalah (a) kata pertama judul buku/karangan, (b) tahun terbit, (c) judul buku / karangan secara lengkap, (d)tempat terbit, dan (e) nama penerbit.

Penulisan Nama Pengarang
Dibawah ini diuraikan penjelasan lebih rinci mengenai setiap butir yang disebutkan diatas
1. Nama pengarang ditulis selengkap-lengkapnya, tetapi gelar kesarjanaan tidak dicantumkan.
2. Penulisan nama pengarang dilakukan dengan menyebutkan nama akhir terlebih dahulu, baru nama pertama ( first name). Nama akhir yang ditulis lebih dahulu itu dipisahkan dengan tanda koma dari nama pertama. Nama ini dipakai untuk menuliskan nama Barat dan nama Indonesia yang terdiri atas dua kata atau lebih.
Contoh:                    Pradopo, Rachmat Djoko
                                Stanton, Robert.
                                Sugiarto, Eko
3. Aturan ini tidak berlaku jika nama pengarangnya Tionghoa, karena pada nama Tionghoa unsur nama yang pertama merupakan nama famili. Jadi, nama-nama Tionghoa di dalam daftar pustaka tidak perlu dibalik urutannya.
Contoh :                   Jong Jek Siang
                                Tan Sie Gie
4. Jika di dalam buku yang diacu yang tercantum nama editor, penulisannya dengan menambahkan singkatan Ed. Dibelakang nama. Cara penulisan singkatan Ed adalah diawali dengan huruf kapital, diakhiri dengan tanda titik, tidak digarisbawahi, tidak dicetak miring, diletakkan dalam tanda kurung dengan jarak satu ketukan dari nama editor.
Contoh : Koentjaraningrat ( Ed.)
5. Jika pengarang terdiri dua orang, nama pengarang pertama ditulis dengan mengikuti ketentuan pada      butir 2, yaitu nama akhir ditulis lebih dahulu ( kecuali nama Tionghoa ), sedangkan nama pengarang kedua dituliskan menurut urutan biasa ( tidak dibalik ). Di antara kedua nama pengarang diberi kata hubung dan (tidak digaris bawahi dan tidak dicetak miring).
Contoh : Soemardjan, Selo dan Marta Susilo.
6. Jika pengarang terdiri tiga orang atau lebih, ditulis nama pengarang pertama saja dengan mengikuti aturan butir b. Setelah nama pengarang pertama. Diikuti singkatan dkk ( dan kawan-kawan ) yang penulisannya tidak digaris bawahi dan tidak dicetak miring.
Contoh : Mubyarto dkk.
7. Jika beberapa buku yang diacu ditulis oleh satu orang, nama pengarang disebutkan sekali saja pada buku yang disebut pertama. Selanjutnya, cukup dibuat garis sepanjang sepuluh ketukan ( atau dengan pertimbangan estetis perwajahan ) yang diakhiri dengan titik.
Contoh : Pradopo, Rachmat Djoko
Penulisan Tahun Terbit
1. Tahun terbit ditulis sesudah nama pengarang dan diakhiri dengan tanda titik.
Contoh :               Pradopo, Rachmat Djoko. 1995.
                            Stanton, Robert. 1965.
2. Jika beberapa buku yang dijadikan acuan ditulis oleh satu orang pengarang dan diterbitkan dalam tahun yang sama, penempatan urutan didasarkan pada tahun abjad judul bukunya. Pembedanya adalah pada tahun terbit, yaitu dengan menambahkan huruf a, b, c sesudah tahun terbit dan ditulis tanpa spasi.
Contoh:            Pradopo, Rachmat Djoko. 1997a.
Pradopo, Rachmat Djoko. 1997b.
Pradopo, Rachmat Djoko. 1997c.
3. Jika beberapa buku yang dijadikan acuan ditulis oleh satu orang pengarang, tetapi tahun terbitnya berbeda, penyusunannya didasarkan pada umur tahun terbit ( sesuai urutan tahun terbit ).
Contoh:                    Pradopo, Rachmat Djoko. 1995.
                                Pradopo, Rachmat Djoko. 1997.
4. Jika buku yang dijadikan acuan tidak menyebutkan tahun terbitnya, dalam daftar pustaka ditulis tanpa tahun. Penulisan kedua kata ini ( Tanpa tahun ) diawali dengan huruf kapital, digaris bawahi dan tidak dicetak miring.
Contoh:                    Giriputra, Kameswara ( Ed ) . Tanpa Tahun
                                Giritirta, Daneswara. Tanpa Tahun
Penulisan Judul Buku
1. Judul buku ditempatkan setelah tahun terbit dan dicetak miring. Judul ditulis dengan huruf kapital pada awal kata ( termasuk unsur ulangan ), kecuali kata tugas dan akhiri dengan titik.
Contoh :
Pradopo, Rachmat Djoko. 1995. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya.
2.Laporan penelitian, disertasi, tesis, skripsi, atau artikel yang belum diterbitkan, di dalam daftar pustaka penulisannya diapit tanda petik.
Contoh :
Sugiarto, Eko. 2003. “Si Taram Versus Syekh Wahab dalam Konteks Budaya Melayu: Konflik Internal Tokoh Sentral dalam Kasih Tak Terlarai Karya Soeman Hs”.
3. Penulisan judul artikel yang dimuat di dalam buku antologi ( kumpulan karangan ), surat kabar, atau majalah ditulis dengan mengikuti ketentuan butir 2.
Contoh: Sugiarto, Eko. 2001. “Agama sebagai Tertuduh”.
4. Unsur-unsur keterangan, seperti jilid dan edisi, di-tempatkan sesudah judul. Keterangan itu ditulis dengan huruf kapital pada awal kata ( kecuali kata tugas ) dan diakhiri dengan tanda titik.
Contoh:
Syukur, Abdul. 1996. Cara Belajar Efektif. Jilid I.
Kiyosaki, Robert T dan Sharon L Lechter. 2000. Rich Dad Poor Dad. Alih bahasa J. Dwi Helly Purnomo.
5. Jika sumber acuan itu berbahasa asing, unsur keterangan diindonesiakan, seperti edition menjadi edisi, volume menjadi jilid.
Contoh:
Rowe, D. Dan I. Alexander. 1967. Selling Industrial Product. Edisi Kedua.
Penulisan Tempat Terbit dan Nama Penerbit

1. Tempat terbit sumber acuan ( baik buku maupun terbitan lainnya ) ditempatkan setelah judul dan keterangan judul ( misalnya edisi, jilid ). Setelah tempat terbit, ditulis nama penerbit yang dipisahkan oleh tanda titik dua dari tempat terbit dengan jarak satu ketukan. Setelah penyebutan nama penerbit, dibubuhi tanda titik.
Contoh :
Prodopo, Rachmat Djoko. 1995. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
2. Jika lembaga penerbit dijadikan pengarang ( ditempatkan di urutan paling depan ), tidak perlu disebutkan nama penerbitnya lagi.
Contoh :
Biro Pusat Statistik. 1963. Statistical Pocketbook of Indonesia. Jakarta.

Cara Menulis Daftar Pustaka Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: