Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

28 September 2013

Cegah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium Dengan Garam

Diantara kita, terutama para ibu rumah tangga, tentunya sudah banyak mengenal garam beryodium yang bisa digunakan sehari-hari sebagai bumbu dapur. Akan tetapi, mungkin saja sebagian besar dari kita belum mengetahui, betapa pentingnya yodium bagi tubuh manusia, meskipun hanya dikomsumsi sedikit.

Yodium (iodium) merupakan salah satu mineral esensial bagi tubuh. Kandungan yodium banyak terdapat pada makanan laut, susu, daging, telur, air minum dan garam beryodium. Dan anggapan bahwa air laut dan tumbuh-tumbuhan di sekitarnya banyak mengandung yodium adalah tidak benar. Oleh karena itu, pemerintah tetap memberikan program jangka panjang untuk mengantisipasi kekurangan yodium pada masyarakat melalui garam yang difortifikasi dengan mineral yodium, yang sekarang banyak beredar di pasaran dengan istilah garam beryodium.

Gangguan Akibat Kekurangan Yodium


Yodium merupakan unsur pokok dalam pembentukan hormon tiroid. Yaitu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroidea ( kelenjar gondok ). Kelenjar ini terletak di leher bawah bagian depan manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Mempunyai fungsi untuk kelangsungan hidup manusia, karena juga menghasilkan hormon pertumbuhan, sebagai pengatur metabolisme protein, karbohidrat, lemak dan masih banyak fungsi yang lain.

Yodium diserap oleh usus halus bagian atas dan lambung. Kira-kira sepertiga hingga setengahnya ditangkap oleh kelenjar gondok ini. Sedangkan sisanya dikeluarkan melalui air kemih. Kekurangan yodium bisa mengakibatkan membesarnya kelenjar gondok di leher. Mungkin bisa kita lihat pada masyarakat di beberapa daerah. Keadaan ini, selain secara fisik tidak baik dilihat, juga berefek pada gangguan fungsi kelenjar tersebut. 

Kekurangan yodium pada ibu hamil, dapat berakibat abortus atau keguguran, bayi lahir mungkin bisa meninggal, melahirkan bayi kretin atau bentuk kerdil. Bayi kretin bisa bersifat endemis di daerah dengan masyarakat yang banyak menderita enyakit gondok endemis ( penyakit yang ada pada sekelompok masyarakat ). Kelainan  pada kretin, terjadi pada waktu bayi masih dalam kandungan, atau tidak lama setelah dilahirkan. Dan terdiri atas kerusakan pada saraf pusat serta kekurangan hormon tiroid. 

Kekurangan saraf pusat pada kretin ini bermanifestasi dengan :
  1. Retardasi mental ( kemunduran mental )
  2. Gangguan pendengaran sampai bisu tuli
  3. Gangguan neoromotor, misalnya gangguan bicara, cara berjalan bersifat aneh, dan sebagainya.
  4. Kekurangan hormon tiroid dengan salah satu gejala tinggi badan berkurang, cebol dan pembentukan tulang terlambat, dan masih banyak gangguan yang lain.

Sedangkan pada anak balita, bisa mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan sehingga anak kelihatan kerdil dan bodoh. Selain itu, gangguan pada saraf penggerak semua kegiatan yang dikerjakan pada anak. Lebih lanjut mengakibatkan terganggunya pertumbuhan sel-sel otak sehingga akan menurunkan ( kehilangan ) IQ ( intelegensia atau kecerdasan ).

Gangguan yang lain, yaitu pada saraf pendengaran, anak bisa menjadi tuli. Selain itu bisa terdapat manifestasi pembesaran kelenjar gondok. Pada orang dewasa pun bisa berakibat gangguan mental, pembesaran kelenjar gondok, juga kekurangan hormon tiroid yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi kelenjar tiroid terhadap tubuh. 

Mencegah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium


Begitu banyak akibat yang mencemaskan dari penderita kekurangan yodium, sehingga perlu disadari pentingnya  mengkomsumsi yodium yang cukup, sebagai usaha untuk mencegahnya. Misalnya dengan mengkomsumsi makanan-makanan yang mengandung yodium, ini merupakan alternatif terbaik. Selain itu, menggunakan garam yodium sebagai komsumsi dalam pola makan sehari-hari. Meskipun sedikit, tetapi mempunyai dampak besar terhadap keluarga, terutama putra-putri kita untuk mencegah penyakit akibat kekurangan yodium. Mineral yodium merupakan sumbangan besar untuk meningkatkan kualitas intelektual sumberdaya manusia sejak janin sebagai calon generasi penerus hingga dewasa.

Memanfatkan Garam Beryodium


Supaya garam beryodium dapat bermanfaat dengan baik, maka ada cara yang bisa dilakukan. Yaitu sebagai berikut :
  1. Jangan memberi garam pada sayuran atau masakan mendidih serta panci yang dalam keadaan terbuka. Karena yodium yang terkandung dalam garam akan menguap.
  2. Sebaiknya memberikan garam yodium ketika masakan sudah diangkat dari tungku.
  3. Tutuplah selalu panci sayuran dan masakan setelah diberi garam yodium, supaya zat yodium pada garam tidak menguap.
  4. Garam beryodium sebaiknya digunakan sebagai garam meja.
  5. Dianjurkan membubuhi garam yodium pada makanan ringan, seperti rujak, acar, sambal dan lain-lain.

Adapun untuk mengetahui , apakah garam yang kita komsumsi mengandung yodium atau tidak, kandungannya sedikit atau banyak, dapat kita coba uji sendiri melalui cara yang sederhana.
Cara untuk mengetahui kandungan zat yodium pada garam adalah sebagai berikut:
  1. Tuangkanlah 1 sendok teh perasan singkong kedalam wadah yang berwarna putih dan bersih.
  2. Tambahkan 4-5 sendok teh penuh garam yang akan diperiksa
  3. Tambahkan  2 sendok teh cuka makan yang berkadar 25 % ke dalamnya. Aduk sampai rata dan tunggu beberapa menit.
  4. Setelah beberapa menit, lihatlah. Jika garam mengandung yodium, campuran itu akan berwarna biru. Dan jika tidak, maka tidak ada kandungan yodiumnya. Semakin pekat warna semakin banyak mangandung yodium.

Cegah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium Dengan Garam Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: