Blog Informasi Apa Aja

31 Oktober 2013

Gelombang Desentralisasi




                  Tema tentang Desentralisasi menjadi sebuah kata yang sangat populer akhir-akhir ini, tidak hanya diperbincangkan di ruang yang sifatnya Ilmiah, tapi juga menjadi kata yang dikonsumsi secara massal oleh khalayak umum. Tidak hanya menjadi perdebatan yang sifatnya teoritik saja tanpa memiliki keterkaitan erat dengan kenyataan, Desentralisasi juga menjadi sebuah kajian yang secara langsung memiliki implikasi secara ekonomi dan politik dalam kehidupan masyarakat suatu Negara. Hal ini pulalah yang mungkin menyebabkan banyak pihak memiliki kepentingan terhadap Desentralisasi, yang dengan sendirinya mendorong popularitas tema desentralisasi akhir-akhir ini.
            Gerakan Desentralisasi yang mengglobal dewasa ini, oleh Diana Conyers[1] dianggap sebagai gelombang kedua Desentralisasi yang bermula sejak akhir tahun 1970-an. Gelombang pertama Desentralisasi terjadi pada tahun 1945 ketika terjadi peralihan kekuasaan dari pemerintah Kolonial kepada Pemerintahan bangsa yang baru merdeka. Gelombang Kedua Desentralisasi muncul dengan Agenda untuk mengoreksi berbagai kelemahan dan kegagalan dari konsep Desentralisasi yang diterapkan sebelumnya. Sehingga dalam gelombang kedua ini, konsep Desentralisasi terlihat lebih bervariasi, tekanan utamanya lebih pada fungsi desentralisai sebagai alat bagi pencapaian tujuan pembangunan Nasional. Perbedaan antara gelombang pertama Desentralisasi Gelombang Pertama dengan Gelombang Kedua juga terletak pada Pihak yang mendukung pelaksanaan Desentralisasi. Kalau pada gelombang pertama banyak didorong oleh Pemerintah Pusat, dalam gelombang kedua ini terlihat semakin kompleks. Desentralisasi tidak hanya dituntut oleh Pemerintah Daerah yang berada pada Negara yang bersangkutan, tapi juga berasal dari institusi International seperti misalnya: USAID dan World Bank.
            Desentralisasi yang memberikan kewenangan kepada Pemerintah Lokal dalam pengelolaan Pemerintahannya dipandang sebagai alat yang mampu memberikan hasil yang optimal dalam penyelenggaraan Pemerintahan untuk pelayanan Publik. Tujuan Desentralisasi dari sisi kepentingan Pemerintah Pusat berguna untuk: Politicall Education, Latihan Kepemimpinan, dan pencipataan Stabilitas Politik. Sementara dari sisi Pemerintah Daerah, desentralisasi bertujuan untuk mewujudkan politicall equality, local accountability, dan local responsiveness.[2]
            Meskipun jawaban dari beberapa keuntungan pelaksanaan desentralisasi kelihatannya memberikan banyak alasan mengapa sebagian besar negara mempraktekkan desentralisasi, tapi itu tidak saja cukup mampu untuk menjelaskan mengapa perkembangan desentralisasi menjadi begitu pesat. Kemunculan desentralisasi tidak bisa dilepaskan dari wacana demokratisasi maupun globalisasi yang menjamur dewasa ini akibat keamjuan sarana tekhnologi sehingga batas kenegaraan menjadi kabur (global village).


[1] Paradigma baru Otonomi Daerah (Tim LIPI, 2001)
[2] Paradigma baru otonomi daerah, Tim LIPI 2001

Gelombang Desentralisasi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: