Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

18 October 2013

Kemampuan Hantar Arus, Pentanahan dan Luas Penampang Penghantar



A. PENDAHULUAN
Pengamanan-pengaman umumnya ditempatkan sentral, di dalam perlengkapan hubung-bagi. Setiap pengecilan luas penampang penghantar harus diberi pengaman. Namun bila instalasinya besar, seringkali sulit untuk menempatkan pengaman-pengamannya disuatu titik sentral. Dalam hal ini, biasanya digunakan perlengkapan-perlengkapan hubung-bagi cabang.
Kalau dalam instalasi juga terdapat motor-motor listrik, biasanya perlengkapan hubung-baginya dibagi atas bagian untuk penerangan dan bagian untuk tenaga. Bagian untuk tenaga ini seringkali diberi pengamanan tegangan nol.
Setiap motor dan kelengkapannya yang hendak dipasang harus dalam keadaann baik serta dirancang dengan tepat untuk maksud penggunaannya dan sesuai dengan keadaan lingkungan tempat motor dan kelengkapannya itu akan digunakan.
Motor harus tahan tetes, tahan percikan air, tahan hujan, kedap air, atau memiliki kualitas lain yang sesuai dengan keadaan lingkungan tempat motor yang akan dipasang. 
pengaman hubung singkat


B.  PENGAMAN SIRKIT MOTOR
Berdasarkan ketentuan dalam PUIL 1987  Pasal 520 C.1 dijelaskan bahwa penghantar sirkit akhir yang menyuplai motor tunggal tidak boleh mempunyai KHA kurang dari 110 % arus nominal beban penuh. Lebih lanjut lagi diterangkan dalam PUIL 2000 [ 5.5.3.1 ] bahwa KHAnya tidak boleh kurang dari 125% arus nominal beban penuh. Sedangkan untuk dua motor atau lebih penghantar sirkit akhrnya tidak boleh memiliki KHA kurang dari jumlah arus beban penuh senua motor itu ditambah dengan 25% dari arus beban penuh motor yang terbesar dalam kelompok tersebut.
Setiap motor haru sdiproteksi tersendiri terhadap arus lebih yangh diakibatkan oleh hubung singkat, kecuali untuk motor:
1.      motor yang terhubung pada sirkit akhir, yang diproteksi oleh arus hubung pendek yang mempunyai nilai nominalatau setelan tidak lebih dari 16A;
2.      gabungan motor yang merupakan bagian daripada mesin atau perlengkapan, asal setiap motor diproteksi oleh sati atau lebih relai arus lebih, mempunyai nilai nominal yang memenuhi PUIL 2000 [ 5.5.4.3 ] dan yang dapat menggerakkan sebuah saklar untuk menghentikan semua motor sekaligus.
[ 5.5.4.2]  
[ 5.5.4.2.1]  Dalam lingkungan dengan gas, uap, atau debu yang mudah terbakar atau mudah meledak, setiap motor yang dipasang tetap, harus diproteksi terhadap beban lebih.
[ 5.5.4.2.2 ]   Setiap motor fasa tiga atau motor berdaya pengenal satu daya kuda atau lebih, yang dipasang tetap[ dan dijalankan tanpa pengawasan, harus diporoteksi terhadap beban lebih.
[ 5.5.4.3]  Gawai proteksi beban lebih yang dimaksud dalam [ 5.5.4.2] tidak boleh mempunyai nilai pengenal, atau disetel pada nilai yang lebih tinggi dari yang diperlukan untuk mengasut motor pada beban penuh. Dalam waktu tunda gawai proteksi beban lebih tersebut tidak boleh lebih lama dari yang diperlukan untuk memungkinkan motor diasut dan dipercepat pada beban pernuh.   
 Nilai nominal arus dari proteksi atau pengaman terhadap  hubung pendek harus dipilih sehingga motor dapat diasut, untuk sirkit akhir yang menyuplai motor tunggal atau beberapa motor tidak boleh melebihi nilai yang terdapat pada tabel dibawah ini. 

tabel PUIL


C.  PENGAMAN HUBUNG SINGKAT SIRKIT CABANG MOTOR
Berdasarkan PUIL 2002 [ 5.5.6.1 ] suatu sirkit cabang yang menyuplai beberapa motor dan terdiri atas penghantar dengan ukuran berdasarkan  [ 5.5.3.2 ] harus dilengkapi dengan proteksi arus lebih yang tidak melebihi nilai pengenal atau setelan gawai proteksi sirkit akhir motor yang tertinggi berdasarkan [5.5.5.2.3] ditambah dengan jumlah arus beban penuh semua motor lain yang disuplai oleh sirkit tersebut.
[ 5.5.3.2 ] Penghantar sirkit akhir yang menyuplai dua motor atau lebih, tidak boleh mempunyai KHA kurang dari jumlah arus beban penuh motor itu ditambah dengan 25% dari arus beban penuh motor terbesar dalam kelompok tersebut. Yang dianggap motor terbesar ialah yang mempunyai arus beban penuh tertinggi.
[ 5.5.5.2.3 ] Untuk sirkit akhir yang menyuplai beberapa motor, nilai pengenal atau setelan gawai proteksi hubung pendek, tidak boleh melebihi nilai terbesar dihitung menurut Tabel   5.5-2 untuk masing-masing motor, ditambahdengan jumlah arus beban penuh motor lain dalam sirkit akhir itu.
Misalnya suatru sirkit cabang motor dengan tegangan kerja 230 V menyupali motor berikut:
a.             Motor sangkar dengan pengasutan bintang segitiga, arus nominal beban penuh 42 A.
b.            Motor serempak dengan pengasutan autotransformator, arus nominal beban penuh 54 A.
c.             Motor rotor lilit, arus nominal beban penuh 68 A.
Untuk menghitung KHA penghantar sirkit cabangnya yaitu dengan cara:
Menurut [ 5.5.3.2 ] tidak boleh kurang dari 42 A + 54 A + 1,25 x 68 A  =   181 A.
Sedangkan untuk menentukan setelan maksimum gawai proteksi masing-masing motor [ 5.5.6.1 ] adalah sebagai berikut:
1.  motor sangkar    :   250 % x 42 A  = 105 A
2.  motor serempak :   200 % x 54 A  =  108 A
3.  motor rotor lilit  :   150 % x 68 A  =   102 A
Maka setelan maksimum gawai proteksi sirkit cabang terhadap hubung pendek tidak boleh melebihi :   108 A + 42 A + 68 A = 218 A
Dengan demikian setelan maksimum gawai pengaman hubung pendek masing-masing sirkit cabang adalah :  218 A  dan  150 % x 68 A.
Setelan maksimum gawai proteksi hubung pendek saluran utama tidak boleh melebihi 
218 A + 68 A = 286 A.
Kemampuan hantar arus

D.  LUAS PENAMPANG BERDASARKAN METODE JATUH TEGANGAN
Adanya susut tegangan atau jatuh tegangan diakibatkan oleh penggunaan penghantar yang cukup jauh atau dengan jarak yang cukup jauh dari motor sehingga tegangan maksimal yang sampai kemotor menjadi menurun. Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya hal tersebut perlu penggunaan penghantar yang cukup ukurannya sesuai dengan panjang penghantar yang digunakan.
Cara penentuan luas penampang penghantar ialah cara berdasarkan rapat arus. Untuk instalasi-instalasi biasa, cara ini umumnya sudah cukup. Untuk motor-motor listrik harus juga diperhitungkan arus asut motor-motor ini.
Luas penampang nominal penghantar yang diperlukan berdasarkan rugi tegangan ialah :

Misalkan sebuah motor dengan arus nominal  In = 100 A. sebagai pengaman lebur digunakan patron pisau 160 A. Patron –patron ini tahan terhadap arus asut motor yang ditinjau.
Kalau digunakan kabel jenis NYM, menurut NEN 1010 harus digunakan NYM 3x70  mm2 . tetapi kalau digunakan sakelar maksimum dengan relais termis, dan panjang kabel ini tidak melebihi panjang maksimum yang ditentukan, dan digunakan kabel yang luas penampang penghantarnya tiga tingkat lebih rendah, jadi NYM 3x25  mm2.
 
E.  METODE KEMAMPUAN HANTAR ARUS
Kemampuan hantar arus dari sakelar utama harus sekurang-kurangnya sama dengan kemampuan hantar arus (kha) pengaman yang berada di depannya.
Kemampuan hantar arus pengaman dan luas penampang penghatar yang diperlukan, tergantung pada daya beban yang dihubungkan. Untuk menentukan kemampuan hantar arus pengaman dan luas penampang penghantar yang diperlukan, pertama-pertama harus ditentukan arus yang dipakai, berdasarkan daya beban yang dihubungkan. 


Setelah arus yang dipakai dihitung, ditentukan pengaman yang diperlukan. Kemampuan hantar arus nominal pengaman ini harus lebih besar daripada kuat arus yang diperhitungkan, tetapi harus sebanyak mungkin mendekati kuat arus ini. Setelah pengaman lebur ini diketahui, ditentukan luas penampang penghantar yang diperlukan.Untuk instalasi dengan saluran-saluran yang sangat panjang, harus juga diperhitungkan rugi tegangan dan saluran-saluran ini. Kalau berdasarkan rugi tegangan dan rapat arus harus digunakan luas penampang yang berbeda, harus dipilih luas penampang yang paling besar. Akan tetapi pengaman lebur yang digunakan harus tetap berdasarkan beban yang dihubungkan, karena aparatur yang dihubungkan harus diamankan terhadap beban lebih.
Untuk kemampuan hantar arus sampai dengan 63 A, biasanya digunakan pengaman ulir. Sedangkan untuk kemampuan hantar arus di atas 63 A, digunakan patron pisau
Kabel suplay yang digunakan harus memiliki kemampuan hantar arus sekurang-kurangnya sama dengan jumlah arus nominal motor-motor ini, ditambah dengan 0,1 kali arus nominal motor yang terbesar dalam kelompok tersebut. Kalau digunakan pengaman-pengaman lebur, harus juga digunakan sebuah sekelar maksimum dengan relai termis.

F.  PENTANAHAN
            Pentanahan motor harus dilakukan jika terdapat salah satu keadaan berikut:
1.      Motor disuplai dengan penghantar terbungkus logam ;
2.      Motor ditempatkan ditempat yang basah dan tidak terpencil atau dilindungi ;
3.      Motor ditempatkan dalam lingkungan yang berbahaya ;
4.       Motor bekerja pada tegangan koebumi diatas 50 V.
Motor yang bekerja diatas tegangan diatas 50 V ke bumi, harus dibumikan atau dilindungi dengan cara isolasi ganda yang disahkan , atau dengan cara lain yang setaraf. Pentanahan ini dimaksudkan untuk melindungi motor dari berbagai gangguan yaitu adanya tegangan atau arus yang besar yang kemudian dialirkan ketanah dengan menggunakan elektroda baik itu elektroda pita, elektroda batang, maupun elektroda pelat. Tergantung pada kondisi tanah dan motor yang kita gunakan.

 

Kemampuan Hantar Arus, Pentanahan dan Luas Penampang Penghantar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: