Blog Informasi Apa Aja

08 Oktober 2013

Pendekatan Pembelajaran Pemecahan Masalah Matematika



Menurut Kennedy & Tipps (Alam, 2003: 20), sejak tahun delapan puluhan konsep proses pemecahan masalah banyak didominasi oleh pendapat Polya. Polya (Alam, 2003: 20) mengemukakan 4 tahap pemecahan masalah yaitu (1) memahami masalah, (2) menyusun rencana, (3) melaksanakan rencana, (4) meninjau kembali. Banyak buku yang memuat kegiatan pemecahan masalah berdasarkan pendapat Polya ini dengan menggunakannya baik masalah rutin maupun tidak rutin. Meskipun demikian,  menurut  Kennedy & Tipps (Alam, 2003: 20),  pemecahan  masalah    yang dikembangkan dalam Curriculum and Evaluation Standarts for school Mathematics,  jauh lebih  diperluas lagi. Matematika  tidak lagi dilihat  sebagai  suatu koleksi konsep, fakta, dan proses yang harus dipelajari dan kemudian diterapkan untuk mencari penyelesaian pada permasalahan, akan tetapi sebagai pemecahan masalah.  Matematika  sebagai   pemecahan   masalah  digunakan   untuk  memahami matematika dengan memanfaatkan berbagai gagasan yang memprovokasi pertanyaan, spekulasi, investigasi, dan eksplorasi Tumurang (Alam, 2003: 20)

Menurut Baroody (Alam, 2003: 20) bahwa: pemecahan masalah dapat dimasukkan ke dalam pembelajaran matematika, tujuannya untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan bagaimana guru dapat membuat sesuatu yang diinginkan untuk melibatkan peserta didik dalam pemecahan masalah.

Dengan mengikuti pendapat Schroeder & Lester (Baroody, 1993: 31; Kennedy & Tipps, 1994: 137-138) membedakan tiga pendekatan pembelajaran pemecahan masalah, yaitu (1) pembelajaran tentang pemecahan masalah, (2) pembelajaran untuk pemecahan masalah, dan (3) pembelajaran melalui pemecahan masalah.
Pembelajaran melalui pemecahan masalah memfokuskan pada penggunaan pemecahan masalah sebagai suatu alat untuk mengajarkan suatu materi pembelajaran (As`ari, 1992: 19; Baroody, 1993: 31; Kennedy & Tipps, 1994: 138; Sudjimat, 2000: 32). 
Menurut Baroody (Alam, 2003: 23) mengemukakan: masalah sering digunakan untuk (1) menunjukkan bagaimana materi berkaitan dengan dunia nyata, (2) memperkenalkan dan meningkatkan diskusi mengenai suatu topik, dan (3) memotivasi siswa dalam mempelajari dan menguasai suatu materi.
Lebih lanjut Baroody mengemukakan bahwa: untuk melakukan hal tersebut adalah dengan menyajikan masalah pada permulaan suatu materi dan menunjukkan pada siswa apa yang mereka dapat kerjakan dengan mempelajari materi itu.
Sejalan dengan hal di atas Kennedy & Tipps (1994: 138) mengemukakan bahwa: pengajaran suatu topik matematika dimulai dengan suatu situasi masalah yang memasukkan aspek-aspek penting dari topik tersebut, dan teknik-teknik matematika dikembangkan sebagai respon terhadap permasalahan tersebut.
Lebih lanjut Kennedy & Tipps mengatakan: tujuan pembelajaran matematika seperti itu adalah untuk mengubah masalah-masalah non rutin ke dalam masalah-masalah rutin. sehingga belajar matematika dengan cara ini dapat dipandang sebagai suatu pergeseran dari konkret (masalah dunia nyata yang digunakan sebagai contoh dari konsep atau prinsip matematika) kepada yang abstrak (suatu representasi simbolik dari kelompok masalah dan teknik-teknik untuk mengopersikan dengan simbol-simbol tersebut)
Dalam pembelajaran melalui pemecahan masalah, pelajaran diawali dengan penyajian suatu masalah, As`ari (Alam, 2003: 24). Selanjutnya masalah tersebut dipecahkan dengan menggunakan tahap-tahap pemecahan masalah.
Menurut Sutawidjaja (Alam, 2003: 24) bahwa: pada pembelajaran melalui pemecahan masalah, materi baru dikemas dalam bentuk masalah, kemudian melalui diskusi antara guru dan siswa serta diskusi antar siswa, masalah itu dipecahkan dengan menggunakan tahap-tahap pemecahan masalah.
 Adapun tahap pemecahan masalah yang dimaksud adalah 4 tahap Polya yaitu: (1) memahami masalah, (2) menyusun rencana, (3) melaksanakan rencana, dan (4) melihat kembali.


Referensi:

Alam, Nur. 2003. Pembelajaran Fungsi Melalui Pemecahan Masalah.Tesis.Malang: Universitas Negeri Malang.
 

Pendekatan Pembelajaran Pemecahan Masalah Matematika Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: