Blog Informasi Apa Aja

22 Oktober 2013

Pengertian dan Etiologi Kehamilan Letak Sungsang

1. Pengertian Kehamilan Letak Sungsang


a.   Kehamilan adalah masa yang dimulai dari saat konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 Minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir, yang dibagi dalam 3 triwulan yaitu triwulan I dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua bulan ke empat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan (Hanifa Wiknjosastro, 2002).
b.    Letak sungsang adalah kehamilan dengan anak memanjang dengan bokong/kaki sebagai bagian terendah (Obsteteri Patalogi, 1984)
Letak sungsang adalah letak janin yang memanjang dengan kepala terletak difundus uteri dan bokong menempati bagian bawah cavum uteri (Wikn Josastro H, 1999).

2. Etiologi Letak Sungsang (Widyastuti, 2002)
Penyebab letak sungsang belum diketahui secara jelas tetapi pada umumnya letak sungsang terjadi pada akhir trimester kedua kehamilan atau mendekati aterm.
Faktor predisposisi untuk terjadinya letak sungsang disebabkan sebagai berikut:
  • Gangguan Fiksasi, tidak ada tahanan kepala untuk pintu atas pinggul, misalnya pada: 
           1.  CPD :   Pinggul   sempit,   anencephalus,   premature, hydrocephalus,  mikrocephalus
           2.   Placenta Previa
  • Luasnya lubang uterus
  • Hamil kembar bayi yang satu lebih cocok dengan letak sungsang
  • Pergerakan anak kurang atau tidak ada misalnya anak mati
  • Kelainan bentuk uterus, sehingga anak lebih sempurna  dengan letak sungsang.
3.  Insidens Letak Sungsang
   Letak sungsang umumnya terjadi pada kehamilan mendekati aterm, namun dilakukan pada proses persalinan dimulai, sering janin berputar spontan menjadi letak kepala sehingga letak sungsang hanya berkisar 3-4% dari persalinan tunggal (Cunning ham, dkk, 1995)
4.  Diagnosis Letak Sungsang (Cunning ham, dkk, 1995)
a. Diagnosis dengan Anamnesis
b. Diagnosis dengan pemeriksaan luar atau abdomen dalam palpasi:
1. Prasat Leopold
a. Leopold I
b. Leopold II
c. Leopold in
d. Leopold IV
2. Auskultasi
c. Diagnosis dengan pemeriksaan dalam atau v-g*na
d. Diagnosis dengan pemeriksaan penunjang (Pemeriksaan USG)
5. Klasifikasi Letak Sungsang
a. Letak bokong mumi
b. Letak bokong kaki
c. Letak lutut d. Letak kaki
6. Prognosis Letak Sungsang
     Bila dibandingkan dengan presentasi kepala maka pada letak sungsang baik ibu maupun bayi akan menghadap resiko lebih besar. Bagi ibu karena frekwensi persalinan lewat operasi lebih tinggi, dengan sektio sesarea maka morbiditas yang lebih tinggi dan moralitas sedikit lebih tinggi ditemukan pada kehamilan yang lebih dipersulit dengan presentasi sungsang macet. Bagi janin lebih buruk prognosisnya pada presentasi sungsang. Faktor penyebab utama kesulitan perinatal adalah kelahiran rematur, hipoksia, trauma persalinan dan kelahiran kongenital (Cunning Ham Mac. Dkk, 1995).
7.  Penanganan Letak Sungsang
a.       Saat usia kehamilan 7-8 bulan menungging atau sujud.
b.      Latihan lain adalah mengepel setiap hari selama 15 menit.
c.       Versi luar yaitu:
1) Cara melakukan versi luar
a)      Pastikan diagnosis telak sungsang
b)      DJA harus dalam keadaan baik.
c)    Apabila bokong sudah turun, keluarkan dulu dalam rongga panggul dengan meletakkan kedua tangan dan yang lain mendorong kepala.
d)  Versi luar dilakukan hendaknya kekuatan ringan tanpa mengadakan paksaan.
2) Kontra Indikasi Versi Luar.
a)      Panggul sempit
b)      Pendarahan Antepartum
c)      Hipertensi
d)     Terdapat faktor resiko tinggi
e)      Hamil kembar
f)       Pernah mengalami tindakan operasi perv*g*nan, ketuban sudah pecah.
g)      Sectio  sesarea, pengeluaran mioma uteri
h)      Penderita mengalami pendarahan selama hamil
3)  Syarat Versi Luar
a)      Dilakukan pada umur kehamilan 36-38 minggu
b)      Pada inpartu dilakukan sebelum pembukaan 4 cm
c)      Bagian terendah belum masuk, masih bisa dikeluarkan dan PAP
d)     Bayi dapat dikeluarkan penv*gi*nam
e)   Ketuban positif atau utuh
4)  Persiapan Melakukan Versi Luar
a)      Dinding abdomen lemas dengan jalan menekuk kaki
b)     Dinding abdomen dapat ditaburi talk, sehingga mudah melakukan versi luar.
5)  Komplikasi Versi Luar
Versi luar menimbulkan komplikasi terutama terhadap janin dalam bentuk:
a)   Distress Janin
Distress janin terjadi akibat gangguan sirkulasi darah menuju janin yang disebabkan oleh lilitan talipusat dan simpul tali pusat makin ketat. Perubahan denyut jantung janin karena distress janin yaitu cepat diatur 160x/menit, kurang dari 100 x/menit iramanya tidak teratur.
b)   Solusi Placenta
Terlepasnya placenta karena tarikan tali pusat atau lilitan tali pusat yang pendek. Gejalahnya adalah distress janin, nyeri abdomen dan perut menjadi tegang.
c)    Terjadi Inpartu
Dengan tindakan versi luar terjadi komplikasi dimulainya his inpartu dengan jarak makin pendek dan kekuatan semakin berat. Memperhatikan besarnya komplikasi terjadi, maka operasi versi luar tidak lagi dilakukan di era ilmu kebidanan modem.
d)   Perpaduan Senam Posisi dan musik Klasik
Mengubah letak sungsang menjadi letak kepala dengan metode perpaduan senam posisi dan musik klasik sebagai berikut (Ronald David, 1998).
1. Tahap-tahap Latihan
a)   Tahap Persiapan
(1)   Pemeriksaan  untuk  memastikan,  klien  tidak menderita penyakit hipertensi, diabetes mellitus dan berbagai penyakit jantung.
(2)   Lakukan pemeriksaan USG untuk memastikan atau menentukan apakah ada placenta previa atau placenta letak rendah.
(3)   Senam dimulai pada umur kehamilan 32-36 minggu.
b)    Tahap Latihan
(1)   Ibu masuk kamar yang terang dan bebas dari kebisingan
(2) Latihan dilakukan sebanyak 3 kali sehari dengan latihan 10-15menit.
(3)   Waktu melakukan latihan dikala janin banyak aktivitas, dan perut ibu sedang kosong (belum makan).
(4) Ibu dapat memilih salah satu dari dua posisi (breech tilt atau knee chest) sesuai keinginan ibu. Keen chest position (posisi lutut dada, dada menempel dilantai), breech tilt position, bokong disokong dengan 3 buah bantal keras ± 30 cm dari lantai dengan lutut ditekuk.
(5) Musik Meletakkan earphone dengan bantuan plester pada bagian bawah perut, tempat dimana kepala janin diharapkan akan berada.
(6)   Ibu mengosongkan pikiran, santai, rileks, pusatkan pikiran pada hal-hal yang baik sambil mendengung lagu anak-anak, disamping itu mengimanijasi sikap janin berputar kearah yang benar, dan musik klasik mozart dihidupkan (diperdengarkan).
(7) Bila kepala ibu merasa panas, pusing, mual, hentikan latihan, dapat diulang keesokan harinya dengan lama latihan kurang dari 5 menit dan secara bertahap ditingkatkan sampai 15 menit.
(8)  Bila latihan belum berhasil selama 2 minggu periu dilaksanakan  pemeriksaan  dokter,  selanjutanya dilakukan latihan selama 2 minggu dengan lama senam 30 menit, kunci keberhasilan tergantung dari motivasi ibu melakukan senam ini.
2. Mekanisme Perputaran
Pada prinsipnya posisi knee chest maupun breech tilt adalah sama, namun pada posisi sreech tilt keluhannya lebih banyak. Untuk itu lebih cendung menganjurkan posisi chest. Perputaran terjadi dalam 3 gerakan;
a)   Posisi Knee chest ditambah dengan gaya gravitasi berat badan janin, maka kepala janin akan jatuh kearah fundus uteri.
b)  Gaya gravitasi yang terus menerus, menyebabkan kepala janin akan lebih fleksi sehingga dagu janin menyentuh dadanya.
c)  Berat badan serta penukaran, dibantu oleh usaha janin sendiri yang berusaha mencari suara musik klasik lebih jelas. Bersamaan dengan itu terjadilah rotasi menjadi letak lintang dan seterusnya  letak kepala.
3.  Faktor yang mempengaruhi kegagalan perputaran menjadi persentasi belakang kepala.
a)    Lilitan tali pusat
b)  Lokalisasi inters  plasenta (plasenta intersi di kornu uteri, yang berhadapan dengan muka janin.
c)    Kelainan-kelainan bentuk uteri (bikomis, subseptis)

Pengertian dan Etiologi Kehamilan Letak Sungsang Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: