Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

31 October 2013

Pengertian Desentralisasi

Sampai disini kita telah membincangkan desentralisasi namun kejelasan tentang batasan pengertiannya belum secara utuh mampu kita tampilkan. Hal inipun sebenarnya tidak terlepas dari ambiguitas pengertian desentralisasi itu sendiri. Dalam literatur tentang desentralisasi, pengertian tentang desentralisasi itu akan merujuk pada perspektif yang kita gunakan. Ada dua perspektif yang mencoba mendefinisikan Desentralisasi yaitu perspektif politik dan perspektif Adminstrasi. 

Perspektif politik akan melihat desentralisasi sebagai penyerahan kekuasaan sehingga yang terjadi adalah transfer kekuasaan dalam mengambil keputusan publik oleh pemerintah Lokal. Sementara perspektif Administrasi lebih melihat desentralisasi sebagai transfer perencanaan, pengambilan keputusan, dan kewenangan adminstratif oleh Unit Administratif lokal. Secara konseptual perspektif poltik lebih menekankan kepada adanya transfer kekuasaan sehingga sering disebut sebagai Devolusi, sementara perspektif adminstrasi yang melihatnya sebagai penyerahan kewenangan administratif saja, sehingga secara konseptual disebut dengan dekonsentrasi. Mau tidak mau defenisi tentang desentralisasi akan tergantung dari pilihan perspektif kita. 

Kedua konsep inipun diramaikan lagi dengan defenisi desentralisasi sebagai Tugas perbantuan yaitu penyerahan Tugas kepada unit pemerintahan yang berada pada level bawah. Roundinelli dan Cheema  kemudian merumuskan empat bentuk Desentralisasi Yaitu: Dekonsentrasi, yakni distribusi wewenang adminstratif di dalam struktur pemerintahan, Delegation, yang berarti pendelegasian otoritas manajemen dan pengambilan keputusan atas fungsi tertentu yang sangat spesifik, kepada organisasi yang secara langsung tidak dibawah kontrol pemerintah. Bentuk ketiga dari desentralisasi adalah devolusi yaitu penyerahan fungsi dan otoritas dari pemerintah Pusat kepada daerah otonom. Bentuk yang terakhir yaitu swastanisasi yaitu penyerahan beberapa otoritas dalam perencanaan dan tanggung jawab tertentu kepada organisasi swasta.[1]       
 
            Dari pembagian diatas, Desentralisasi berdasarkan bidang yang diaturnya kemudian dibagi kedalam empat bagian yaitu: Political desentralization, Adminstrative desentralization, Fiscal Desentralization, dan Economic or market desentralization.[2]  Politicall decentaralization memberikan kewenangan kepada warga negara melalui wakil-wakil yang dipilihnya untuk mengambil keputusan publik. Sementara Adiminstratif decentralisation menekankan kepada Redistribusi kewenangan, responsibilitas, dan sumberdaya finansial untuk memberikan pelayanan publik kepada unit pemerintahan lainnya. Fiscal desentralization sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kewenangan lainnya secara spesifik memberikan kewenangan untuk membuat keputusan pembiyaan dalam kerangka pelaksanaan kewenangan secara luas.
           

[1] Worlk Bank Institute,Concept of Fiscal Decentralization and Worldwide Overview
[2] World bank Institute, Decentralization Breifing Note

Pengertian Desentralisasi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: