Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

08 October 2013

Proses Belajar Mengajar Matematika



Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.  Belajar merujuk pada apa yang mesti dilakukan seseorang sebagai yang menerima pelajaran (siswa), sedangkan mengajar merujuk pada apa yang harus dilakukan oleh seorang guru yang menjadi pengajar.
Setiap proses belajar mengajar selalu dibarengi dengan adanya tujuan yang ingin dicapai guru dengan peserta didik sebagai individu yang terlibat dalam proses tersebut, adanya bahan pelajaran, serta model sebagai alat untuk menciptakan situasi belajar mengajar. Pada dasarnya belajar dan mengajar adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dengan peserta didik dalam situasi pendidikan (Rusyan, 1994: 5).
Matematika merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Hal ini wajar saja mengingat karakteristik matematika yang memang membutuhkan pemahaman terlebih dahulu tentang konsep dasar yang mempunyai daya bantu terhadap konsep matematika yang lain. Agar anak didik memahami dan mengerti akan konsep (struktur) matematika seyogyanya diajarkan dengan urutan konsep murni, dilanjutkan dengan konsep notasi, diakhiri dengan konsep terapan (Simanjuntak, 1993: 65)
Bruner (Pitajeng, 2006: 29) mengatakan bahwa: belajar matematika ialah belajar tentang konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang terdapat di dalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan-hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur matematika itu sendiri.

Sementara itu Dienes (Pitajeng, 2006: 32) mengatakan bahwa konsep (struktur matematika) dapat dipelajari dengan baik bila representasinya dimulai dengan benda-benda konkret yang beraneka ragam.
Adanya benda-benda konkret ini membuat siswa tertarik untuk mengadaptasikan diri pada pembelajaran dengan benda-benda tersebut. Dalam proses ini, seorang siswa akan menggunakan struktur atau kemampuan yang ada dalam pikirannya untuk mengadakan respon terhadap tantangan lingkungan. Dalam proses akomodasi, siswa memerlukan modifikasi struktur mental (skemata) yang sudah ada dalam mengadakan respon terhadap tantangan/masalah yang dihadapi di lingkunganya. Teori Piaget tentang perkembangan intelektual ini menggambarkan tentang kontruksi pembentukan pengetahuan, bahwa perkembangan intelektual ini adalah suatu proses dimana anak secara aktif membangun pemahamannya dari hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya.  Implikasi dari teori Piaget ini adalah agar siswa berhasil dalam mempelajari sesuatu khususnya matematika, maka siswa tersebut harus berinisiatif dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran.
Berdasarkan uraian-uraian di atas terlihat bahwa untuk belajar matematika siswa harus melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan guru. Keterlibatan siswa tersebut dapat diupayakan jika pembelajaran dilakukan dengan benda-benda konkret yang dikenal siswa di lingkungannya sehingga menunjukkan adanya tantangan bagi siswa untuk memecahkannya.

Referensi : 


Pitajeng, 2006. Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Simanjuntak, L, dkk. 1993. Metode Mengajar Matematika I. Jakarta: Rineka Cipta.

 

Proses Belajar Mengajar Matematika Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: