Blog Informasi Apa Aja

08 Oktober 2013

Soal Cerita Sebagai Salah Satu Bentuk Masalah Di SD



Penyajian soal dalam bentuk cerita merupakan usaha menciptakan suatu cerita untuk menerapkan konsep yang sedang dipelajari sesuai dengan pengalaman sehari-hari. Biasanya siswa akan lebih tertarik untuk menyelesaikan masalah atau soal-soal yang ada hubungannya dengan kehidupannya. Siswa diharapkan dapat menafsirkan kata-kata dalam soal, melakukan kalkulasi dan menggunakan prosedur-prosedur relevan yang telah dipelajarinya. Soal cerita melatih para siswa berpikir secara analisis, melatih kemampuan menggunakan tanda operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian), serta prinsip-prinsip atau rumus-rumus dalam geometri yang telah dipelajari. Disamping itu juga memberikan latihan dalam menterjemahkan cerita-cerita tentang situasi kehidupan nyata kedalam bahasa matematika.  Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Sugondo (1993) bahwa latihan memecahkan soal cerita penting bagi perkembangan proses berpikir anak. Dalam kehidupan sehari-hari anak mampu menyelesaikan persoalan sederhana secara matematis, mengahargai matematika sebagai alat yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah, dan akhirnya anak akan dapat menyelesaikan masalah yang lebih rumit.
Untuk sampai pada hasil yang diinginkan, dalam menyelesaikan soal cerita siswa memerlukan kemampuan-kemampuan tertentu. Dalam kurikulum SD, kemampuan tersebut adalah pada “pemahaman soal,” yakni kemampuan mengenal “apa yang diketahui”, “ apa yang ditanyakan”, dan “pengerjaan hitung apa yang diperlukan”. Jadi pembelajaran matematika di SD lebih mementingkan proses dari pada hasil.
Guilford (Syamsuddin 2001: 13) “penekanan proses dalam pendidikan matematika perlu memperhatikan tingkat kemampuan dan kesiapan peserta didik”. Sehubungan dengan soal cerita ia mengatakan bahwa suatu pernyataan matematis yang memuat sejumlah kata bermakna, sudah lazim harus dapat dinyatakan dalam bentuk simbol atau grafik. Yang berarti sebelum peserta didik diajak untuk bekerja matematika lebih lanjut, mereka perlu diberi kemampuan untuk menginformasikan pernyataan kedalam bentuk yang “lebih matematis” atau “simbol matematika”.
Sebagaimana halnya pengajaran matematika pada umumnya, dalam pembelajaran soal cerita peserta didik sering berhadapan dengan masalah. Masalah tersebut bisa muncul dalam kegiatan belajar mengajar tanpa disadari dan sebaliknya bisa juga sengaja dimunculkan oleh guru karena tuntutan strategi belajar mengajar yang dipergunakan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pemecahan masalah (soal cerita) yang dihadapi, dengan menggunakan bekal pengetahuan berupa konsep, fakta, prinsip, dan operasi yang sudah dimengerti. Dalam pemecahan masalah (soal cerita), siswa harus mampu mengintegrasikan defenisi-defenisi konsep-konsep, sifat-sifat atau rumus-rumus yang terdapat dalam materi soal cerita yang terkait dengan masalah yang sedang diselesaikan. Dengan kata lain, siswa dapat menyelesaikan atau memecahkan masalah soal cerita dengan baik jika dia menguasai materi-materi yang terkait dalam soal cerita yang sedang dihadapi. Soal cerita yang sering dijumpai di sekolah dasar, antara lain memuat tentang bilangan; mata uang; usia; pengukuran; kecepatan, waktu, dan jarak dan lain-lain yang disajikan  dalam bentuk “masalah” dan untuk menyelesaikan dapat digunakan “strategi pemecahan masalah”. 


Referensi :


Sugondo, Gatot. 1993. Pengembangan Alat Ukur Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita, Kemampuan Menyelesaikan Soal Hitungan, Kemampuan Problem Solving, dan Skala Sikap. Makalah Komperhensif, PPs IKIP Malang

Syamsuddin. 2001. Kemampuan siswa Kelas V SD Menggunakan Langkah-langkah Penyelesaian Soal Cerita. Makassar : Puslit-UNM
 
 



Soal Cerita Sebagai Salah Satu Bentuk Masalah Di SD Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: