Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

21 November 2013

Pengertian Korupsi

Kutipan Buku "  RINTIHAN DARI BAWAH - 16 CERITA KORUPSI "

Apakah Korupsi Itu?


Ada bermacam-macam definisi mengenai korupsi. Mereka yang berpartisipasi dalam penelitian kami memiliki persepsi yang sangat berbeda mengenai korupsi.  Beberapa menggambarkan korupsi sebagai segala sesuatu yang buruk dan kriminal, sama dengan pencurian, pemalsuan dan lain-lain, kecuali pembayaran tidak resmi yang dilakukan secara sukarela karena mereka memilih untuk melakukannya.

Definisi standar dari korupsi adalah “penyalahgunaan wewenang jabatan publik untuk keuntungan pribadi”.6 Namun, banyak kasus korupsi yang sama sekali tidak melibatkan pejabat-pejabat publik. Definisi yang lebih komprehensif mengenai korupsi, yang juga mencakup pengaruh yang ditimbulkannya dalam hubungan diantara masyarakat atau hubungan antara pemberi suap dan penerimanya, adalah “penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi”7 atau “penyalahgunaan kepercayaan demi keuntungan pribadi”.8 

Dimana Korupsi Terjadi?


Ketika kami bertanya kepada kaum miskin mengenai kasus korupsi yang mereka ketahui terjadi dalam komunitasnya, mereka memunculkan berbagai kasus berbeda. Biasanya berkaitan dengan lembaga-lembaga publik yang merupakan pilar penting dalam kehidupan mereka. Termasuk didalamnya kasus-kasus yang melibatkan polisi, berbagai ‘pungutan tertentu’ di sekolah, korupsi dalam pelayanan publik seperti listrik, air, birokrasi pemerintah, dan juga pada level masyarakat seperti sampah atau pelaksanaan Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Ketika diminta untuk memilih masalah korupsi yang paling parah, para partisipan dalam penelitian partisipatoris kami memilih polisi, pengaturan listrik, sekolah, sampah dan proyek JPS sebagai problem paling parah.

Di tiga wilayah penelitian, persoalan listrik, polisi dan sekolah menempati peringkat utama. Kasus-kasus  korupsi yang spesifik sangat beragam dan tidak terbatas  pada satu bentuk dalam tiap lembaga. Kasus-kasus tersebut umumnya terjadi pada berbagai tingkat dalam waktu berbeda dengan dampak yang beragam.

Hal ini bersesuaian dengan hasil dari analisis data dalam Survey Diagnosa ketika masyarakat dari berbagai kelompok penghasilan  memandang  polisi lalu lintas sebagai institusi paling korup. Kelompok berpenghasilan paling rendah dalam survey ini menempatkan polisi, selain polisi lalu lintas, dalam peringkat kedua. Sementara seluruh responden dalam survey ini menempatkan hakim sebagai institusi paling korup kedua.9




Ketiga institusi yang paling korup menurut para partisipan riset di Yogyakarta, Jakarta dan Makasar:

Listrik dan sampah
Polisi
Sekolah




Ketiga Institusi yang paling korup yang diidentifikasikan oleh seperempat yang termiskin dalam Survey Diagnostik:

  1. Polisi lalu lintas
  2. Polisi tanpa polisi lalu lintas
  3. Jaksa



Kasus-kasus dalam buku ini memberikan pandangan yang menarik mengenai dimanakah korupsi terjadi dan apa pengaruhnya pada kehidupan masyarakat.10

Anda mungkin membayangkan apakah ada lembaga yang bebas korupsi. Dalam Survey Diagnosa, lembaga yang dipersepsikan paling bersih oleh kelompok 20% penduduk termiskin dan juga kelompok yang lain, adalah lembaga keagamaan seperti  mesjid, gereja atau wihara. Diikuti kemudian oleh kantor pos, media berita dan LSM

Pada hampir semua kasus, orang-orang mengutarakan kemarahan atau kesedihannya pada mewabahnya korupsi. Namun, ada beberapa pengecualian. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka gembira dengan adanya korupsi karena mereka memandangnya sebagai jalan untuk memecahkan berbagai persoalan, seperti sogokan untuk polisi dalam kasus pelanggaran lalulintas atau untuk membebaskan seorang tahanan dari penjara, sogokan untuk mempercepat keluarnya KTP, atau suap untuk perusahaan listrik agar mempercepat penyambungan saluran listrik. Atau para partisipan memberikan nilai bagus untuk JPS karena mereka memperoleh beras dengan harga murah walaupun banyak kasus korupsi dalam JPS. Masyarakat juga terlihat lebih toleran  bila sogokan merupakan pembayaran tambahan, sebagai tambahan biaya, namun mereka juga tetap menerima tambahan manfaat.

Kami menemukan beberapa variasi persepsi dalam ketiga wilayah penelitian. Bila partisipan dalam kampung-kampung penelitian kami di Yogya dan Makassar pada umumnya sedih dan marah terhadap korupsi, partisipan kami di Jakarta terbelah dua: mayoritas dalam kelompok perempuan  tidak jelas sikapnya, cenderung bersikap marah atau sedih, sementara kelompok laki-laki pada umumnya senang dan tidak peduli.



6  The World Bank, 1997, Helping Countries Combat Corruption: The Role of the World Bank. Washington DC, p.8
7  Amanda L. Morgan, “Corruption: Causes, Consequence, and Policy Implication,” Working Paper, The Asia Foundation Working Paper Series, October 1998, p. 9-26, p.12. Bila kekuatan fisik atau ancaman digunakan, hal itu berarti pencurian. Karena itu, korupsi lebih halus dan lebih samar daripada pencurian atau aktifitas kriminal lainnya.
8  Syed Husein Alatas. Corruption: Nature, Cause and Function. Jakarta: LP3ES, 1987, “…Korupsi bisa dianggap sebagai pencurian yang dilakukan dengan cara pemalsuan dalam sebuah situasi yang mengkhianati kepercayaan…,” sebagaimana dikutip dalam Donny Ardyanto: Corruption in the Public Service Sector, Partnership for Governance Reform, akan datang, hal. 3.
9 Perlu dicatat bahwa daftar yang digunakan untuk dipilih dalam Survey Diagnosa berbeda dari daftar institusi yang dimunculkan oleh masyarakat miskin selama penelitian partisipatoris. Selama penelitian partisipatoris, institusi yang memiliki relevansi langsung dengan masyarakat merupakan pusat perhatian sementara dalam Survey Diagnosa, para responden diminta untuk  menentukan tingkat korupsi dalam 35 lembaga publik , banyak diantaranya lembaga dalam level nasional, dalam skala 1 sampai 5.
10 Untuk penjelasan umum mengenai kasus-kasus korupsi khusus silahkan lihat lampiran (gunakan peta korupsi).


Pengertian Korupsi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: