Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

25 February 2014

Rangkaian Pneumatik - Memahami Prinsip Kerja Kontrol Langsung Silinder



1.  Pendahuluan
Ada dua metode utama dalam merancang suatu diagram rangkaian adalah :
a.  Metode intuisi , juga dikenal dengan metode “ coba dan salah “ ( trial and error )
b.  Metode terstuktur ( metodis ) dengan mengandalkan peraturan dan instruksi.
Metode intuisi memerlukan pengalaman yang banyak dan intuisi, sedangkan rancangan secara metodis membutuhkan pendekatan metodis dan pengetahuan teori dasar yang memadai. Perancangan secara metodis memerlukan pemakaian komponen yang banyak daripada rangkaian yang dibangun dengan metode intuisi.
Pada proses perancangan secara metodis , kontrol selalu dirancang menurut prosedur yang diberikan dan tidak tergantung personal perancangnya. Kebutuhan material tambahan, biasanya terkompensasi dengan penghematan waktu pada tingkat desain dan juga nantinya pada masa perawatan. Secara umum, penambahan material harus menjamin pemakaian waktu di dalam pendesainan proyek dan terutama sekali di dalam penyederhanaan rangkaian.
Tanpa memperhatikan metode dan teknik yang digunakan tujuan akhir pengembangan diagram rangkaian adalah fungsi rangkaian sebagaimana mestinya dan kontrol kerja yang handal. Kebutuhan dasar yang diperlukan adalah pengetahuan dasar tentang peralatan dan karakteristik peralatan yang digunakan.


    2.  Kriteria Pemilihan Kontrol
Ditinjau dari sudut pandang pneumatik, jika aliran udara yang dibutuhkan untuk mengoperasikan silinder  kecil, maka katup kontrol akhir silinder yang digunakan juga ukurannya kecil. Oleh karena itu gaya operasi katup yang dibutuhkan kecil. Secara listrik kriteria pemilihan kontrol langsung berhubungan dengan
·         gaya pengaktifan katup
·         tegangan dan ukuran solenoid
·         kerumitan rangkaian.
Pada kejadian di atas , karena dibutuhkan katup kecil maka kontrol yang digunakan secara langsung.

3.  Kontrol Langsung Silinder Kerja Tunggal
a.  Permasalahan

Sebuah silinder kerja tunggal dengan diameter 25 mm menjepit sebuah komponen, jika tombol ditekan. Selama tombol aktif , silinder akan mempertahankan penjepitan. Jika tombol dilepas, penjepitan akan lepas. Kontruksi mesin jepit seperti pada gambar berikut :

Kontrol Langsung Silinder Kerja Tunggal


b.  Pemecahaan Masalah

Jenis katup yang digunakan untuk mengontrol silinder kerja tunggal adalah katup 3/2. Karena ukuran silinder kecil, maka konsumsi udara bertekanan sedikit. Pengoperasian dapat dilakukan secara langsung oleh tombol tekan yang dihubungkan dengan katup 3/2 solenoid tunggal. Diagram rangkaian seperti gambar berikut :


perbandingan rangkaian pneumatik dan rangkaian listik

    
c.  Cara Kerja Rangkaian

Tombol S1 ditekan, arus listrik mengalir dari sumber tegangan  +  melalui kontak S1 ke kumparan solenoid  Y1 dan mengaktifkan katup 1.1. Udara bertekanan mengalir melalui lubang katup 1 ke 2 dan batang piston bergerak maju melawan pegas pengembali.  Jika S1 dilepas, solenoid tidak mendapat tenaga dan katup kembali ke posisi semula. Batang piston kembali dan pada waktu yang sama  udara dalam silinder keluar melalui lubang 3.

Pada diagram rangkaian, silinder sebagai elemen kerja ditandai dengan dengan angka 1.0, katup kontrol akhir ditandai dengan angka 1.1, tombol tekan dengan S1 dan solenoid dengan Y1.


Rangkaian Pneumatik - Memahami Prinsip Kerja Kontrol Langsung Silinder Rating: 4.5 Diposkan Oleh: success online

0 comments: