Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

29 April 2014

Kompetensi dan Peranan Karyawan



Salah satu parameter yang digunakan  menilai kualitas SDM diantaranya adalah  kompetensi yang merupakan kemampuan  yang dimiliki karyawan  yang terbentuk dari lingkungan kerja maupun dari  individu karyawan dan kemampuan ini  akan selalu berubah berdasarkan kondisi yang ada di sekitarnya. Kompetensi meliputi pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skills) dan kemampuan (abilitas) dan merupakan karakteristik dasar yang dapat dihubungkan dengan kinerja individu (Mathis, 2001 :238)  Dessler (1995:556) menguraikan bahwa karyawan yang ingin mencapai level pimpinan yang lebih tinggi dan tanggung jawab yang lebih besar harus memiliki kompetensi yang tinggi dan kompetensi  merupakan kombinasi dari 1)  Kompetensi analisis yaitu kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan memecahkan masalah dalam keadaan ketidakpastian (uncertainty), 2) Kompetensi antar pribadi yaitu kemampuan untuk mempengaruhi, menyelia, memimpin, mengubah dan mengendalikan orang pada semua level, dan 3) Kompetensi emosional yaitu kapasitas yang dirangsang oleh krisis emosional dan antar pribadi, kemampuan untuk memikul tanggung jawab level tinggi tanpa kelemahan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa karyawan yang mempunyai harapan untuk memperoleh jenjang karier yang lebih tinggi persyaratan lain yang harus dipenuhi haruslah berkemampuan baik secara simultan dalam menganalisis masalah, mengelola sumber daya manusia dan menangani emosinya untuk dapat bertahan dalam tekanan dari deretan eksekutif dan yang lebih tepat yang harus dimiliki karyawan adalah kompetensi manajerial sebagai kemampuan untuk mengelola sumber daya yang berada dalam  lingkungannya. Menurut Spencer (1993:9-11) kompetensi merupakan bagian dari kepribadian individu yang relatif dalam dan stabil dan dapat dilihat, diukur dari perilaku yang bersangkutan di tempat kerja atau dalam berbagai situasi. Apa yang dilakukan di tempat kerja, hasil kerja yang diperoleh dan tingkat prestasi kerja yang dicapai oleh seseorang dapat bersumber dari karakteristik individu yang dipengaruhi oleh salah satu atau kombinasi lima tipe sumber kompetensi yang berbeda. Perilaku efektif seseorang di tempat kerja atau pada situasi tertentu merupakan cerminan kompetensi dirinya.  Hal tersebut dapat digambarkan berikut dibawah ini. .

kompetensi model gunung es


       Keterampilan dan pengetahuan merupakan kompetensi yang tampak pada karyawan yang dapat ditunjukkan dalam hasil karyanya  berada dipermukaan serta dapat dikembangkan melalui pelatihan dan pendidikan karena pendidikan didesain bagi  karyawan untuk  belajar tentang perbedaan pekerjaan dalam organisasi. Pendidikan adalah bagian dari proses  pembelajaran yang mempersiapkan individu untuk pekerjaan yang berbeda pada masa yang akan datang, (Bambang Swasto, 2003 : 23) dikutip dari Nadler. Sedangkan pelatihan hasilnya akan  dihubungkan dengan pekerjaan yang sedang dilakukan sekarang atau dalam jangka waktu yang dekat, sedangkan unsur sikap, motif, karakter, konsep diri, merupakan kompetensi yang tidak nampak dan sulit untuk di inovasi karena merupakan bawaan dari pribadi karyawan. Hubungan antara ketrampilan dan pengetahuan yang tampak dalam diri karyawan dengan pembelajaran organisasi, perusahaan akan memberikan pendidikan, latihan, seminar, studi banding atau peningkatan kemampuan lainnya setelah mempertimbangkan kompetensi diri karyawan yang ada dalam organisasi, sebagai persiapan perusahaan untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi dan regenerasi yang memerlukan karyawan yang memilki kompetensi tinggi.     
            Indikator  kompetensi memiliki dimensi atau skala tingkatan dari yang terendah sampai yang tertinggi (Joko Siswanto, 2003:9). Dimensi kompetensi antara lain :
a.      Intensitas atau derajat penyelesaian kegiatan (intensity or completeness of action). Dimensi ini merupakan skala utama kompetensi yang menggambarkan intensitas maksud dan terselesaikannya tindakan untuk merealisasikan maksud tersebut.
b.      Besar dampak (size of impact). Dimensi yang menggambarkan jumlah dan posisi seseorang yang terkena pengaruh atau dampaknya.
c.    Kompleksitas (complexity). Dimensi kompleksitas merupakan skala utama pada beberapa kompetensi terutama kompetensi pemikiran.
d.    Besar usaha (ammount of effort). Dimensi ini menyatakan besar usaha tambahan atau waktu ekstra yang harus diberikan.
e.     Ukuran spesifik (unique dimensions). Dimensi yang khusus yang tidak dimiliki dimensi yang lain.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Salladin (2002:5-6) yang dikutip dari Wardiman Djojonegoro (1995) terdapat 4 (empat) kompetensi sumber daya yang handal yakni : 1)Kompetensi akademik, 2)Kompetensi profesional, 3)Kompetensi nilai dan sikap, 4)Kompetensi siap menghadapi perubahan. Sedangkan pendidikan yang sempurna apabila telah mampu menghasilkan 4 (empat) kompetensi tersebut karena peserta didik akan memiliki motivasi tinggi, mampu mengembangkan ilmu, berdedikasi tinggi, beretos kerja tinggi, mandiri, berkompetensi di bidang profesinya dan siap berbakti bagi nusa dan bangsa. Kompetensi profesi juga dimiliki oleh para alumni yang meliputi 3 (tiga) sisi. Pertama,  kompetensi tehnik, yaitu sanggup memiliki dan mengaplikasikan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan tehnik-tehnik kerja, perlakuan, material dan analisis kesalahan. Kedua, kompetensi yang sesuai, antara lain : 1) Menunjukkan minat dan tanggung jawab untuk memperdalam dan melanjutkan pendidikan, 2) Mampu belajar secara mandiri, dan 3) Mampu memecahkan masalah, menyusun perencanaan, melaksanakan dan memantau kegiatan dengan menerapkan berbagai tehnik kerja. Ketiga, kompetensi sosial, antara lain : 1) Kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama, 2) Bertanggung jawab atas hasil kerja, 3) Berkemampuan memperhatikan aspek-aspek ekologi dan keselamatan kerja, diuraikan oleh Salladien (2002:4-5) yang dikutip dari Sutjipto  (1997).
 
Sumber : Kutipan Tesis " anonim "

Kompetensi dan Peranan Karyawan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: success online

0 comments: