Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

23 April 2014

Pengertian dan Iklim Organisasi

Sebelum membahas iklim organisasi, perlu diketahui bahwa organisasi sering diartikan sebagai kelompok yang secara bersama – sama ingin mencapai tujuan yang sama. Dale dalam Handoko (2000 : 6) mendefinisikan organisasi sebagai suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan – hubungan kerja dari orang – orang dalam suatu kelompok kerja. Jadi, organisasi juga merupakan kumpulan dari peranan, hubungan dan tanggung jawab yang jelas dan tetap, paling tidak dalam jangka pendek.

Organisasi merupakan suatu sistem yang terdiri dari sub sistem atau bagian – bagian yang saling berkaitan satu sama lainnya dalam melakukan aktivitasnya. Aktivitas ini bukanlah merupakan suatu kegiatan yang temporer atau sesaat, akan tetapi merupakan suatu kegiatan yang memiliki pola atau urut – urutan yang dilakukan secara relatif teratur dan berulang – ulang. Hal ini selaras dengan apa yang dikatakan oleh Indriyo (1997 : 1) bahwa organisasi merupakan suatu sistem yang terdiri dari pola aktivitas kerja sama yang dilakukan secara teratur dan berulang – ulang oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan. Selama masa hidupnya orang lebih banyak berada dalam saling pengaruhnya dengan orang lain daripada menyendiri. Pada dasarnya orang tidak mampu hidup sendiri, hampir sebagian besar tujuannya hanya dapat terpenuhi apabila yang bersangkutan berhubungan dengan orang lain.

Hicks dalam Sutarto (1993 : 2) berpendapat bahwa hampir setiap orang dipengaruhi secara mendalam oleh kelompok. Melibatkan diri dalam beberapa macam kelompok atau organisasi menempatkan kedudukan penting dari kehidupan kebanyakan orang. Banyak keuntungan dapat diperoleh dari penyempurnaan hubungan antara individu – individu dan kelompok. Sebagai contoh, berhasilnya suatu usaha sering tergantung dari produktivitas perilaku para individu dalam kelompok kerja. Juga seorang pengusaha harus membagi keberhasilannya dengan pelanggan, para pemberi sumber dana dan material, satu satuan organisasi pemerintah, dan masyarakat umum.

Anthony (1993 : 1) menjelaskan bahwa organisasi merupakan suatu kelompok manusia yang berinteraksi melakukan berbagai kegiatan secara koordinasi untuk mencapai tujuan, dimana pada dasarnya bahwa individu tidak dapat mencapai tujuan secara sendiri – sendiri.

Dari beberapa pengertian yang dikemukakan diatas bahwa hakekat dari organisasi itu adalah manusia dan kerjasama suatu struktur organisasi yang menciptakan pembagian tugas dan jabatan serta meletakkan batas – batas kebebasan seorang dalam organisasi. untuk itu Handoko (1996 : 5) mengatakan bahwa “pengakuan” terhadap pentingnya satuan tenaga kerja dalam suatu organisasi. Sumber daya manusia merupakan unsur yang vital bagi pencapaian tujuan organisasi, maka pemanfaatan sebagai fungsi dan kegiatan personalia secara efektif dan bijak dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Gagasan tentang organisasi berasal dari kenyataan bahwa setiap individu tidak akan dapat memenuhi kebutuhan dan harapannya seorang diri. Individu terutama dalam masyarakat modern, merasa bahwa ia kurang mampu dan tidak berdaya bila harus memenuhi kebutuhan dasarnya. Baru setelah beberapa orang mengkoordinasikan usaha secara bersama, mereka lebih banyak berhasil daripada kalau melakukannya sendiri – sendiri. Organisasi terbesar yakni masyarakat memungkinkan anggotanya memenuhi kebutuhan mereka melalui koordinasi kegiatan dari banyak individu. Dengan demikian salah satu gagasan dasar konsep organisasi usaha saling membantu (Schein, 1983 : 14).

Organisasi dapat dikatakan sesuatu yang bersifat abstrak, dapat dirasakan eksistensinya baik oleh individu yang berada dalam organisasi itu sendiri maupun yang berada di masyarakat (Soenyoto, 1994 : 3). Organisasi dapat pula dilihat sebagai suatu sistem dimana anggota – anggotanya memiliki kesamaan tujuan dan perilaku untuk mencapainya.

Organisasi dibentuk karena organisasi dapat mencapai masalah sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh perorangan. Dengan konsep ini dapat dikatakan bahwa organisasi memiliki unsur – unsur sebagai berikut : 1) Adanya dua orang atau lebih, 2) Adanya maksud untuk bekerja sama, 3) Adanya pengaturan hubungan, dan 4) Adanya tujuan yang hendak dicapai.

Iklim organisasi disebut juga suasana organisasi adalah serangkaian sifat lingkungan kerja yang dapat diukur berdasarkan persepsi kolektif dari orang – orang yang hidup dan bekerja di dalam lingkungan tersebut dan diperlihatkan untuk mempengaruhi motivai serta perilaku mereka (Timpe, 1999 : 4).

Mill (1999 : 3) menyatakan bahwa lingkungan kerja yang menyenangkan mungkin menjadi pendorong bagi para karyawan untuk menghasilkan kinerja puncak. Suasana organisasi telah diukur dari berbagai dimensi, termasuk tingkat struktur, sentralisasi pengambilan keputusan, keterbukaan versus sifat mempertahankan diri, serta pengakuan dan umpan balik.

Kenyataan telah memperlihatkan bahwa suatu iklim organisasi atau lingkungan kerja yang menyenangkan begitu penting untuk mendorong kinerja karyawan yang paling produktif. Pada waktu penerimaan pegawai selama wawancara kontak psikologis telah terbentuk, beberapa diantaranya realitas dan beberapa diantaranya tidak. Di dalam interaksi sehari – hari antara atasan dan bawahan, berbagai asumsi dan harapan lain muncul. Ketika atasan dan karyawan terus membentuk serangkaian asumsi dan harapan mereka sendiri yang sering agak berbeda, perbedaan – perbedaan ini pada akhirnya berpengaruh dalam tingkat kinerja.

Bersambung di dimensi iklim organisasi

Pengertian dan Iklim Organisasi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: success online

0 comments: