Blog Informasi Apa Aja

25 April 2014

Pengertian dan Tujuan Kedisiplinan



Banyak orang memberikan pengertian bahwa kedisiplinan akan dikaitkan sama dengan karyawan yang selalu datang dan pulang tepat pada waktunya.  Nitisemo (1996;12) memberikan suatu penjelasan tentang pengertian dan kedisiplianan tersebut, seperti dikutip dibawah ini :
‘”….Kedisiplinan lebih tepat kalau diartikan sebagai suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik yang tertulis maupun tidak tertulis ….”.
Sedangkan pendapat yang lebih spesifik diungkapakan oleh  Siswanto (1989 : 278) yaitu : “Disiplin kerja dapat didefinisikan sebagi suatu sikap patuh, menghormati dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sangsi-sangsi apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya”.
Pendapat lain dari  Hasibuan (1994 : 212) mengemukakan bahwa : “Disiplin kerja adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku”. Jadi pada intinya disiplin kerja menghendaki suatu sikap yang harus dimiliki oleh karyawan untuk mematuhi, menghormati, dan mentaati semua peraturan baik itu peraturan tertulis yang berupa norma-norma maupun peraturan-peraturan yang tidak tertulis yang dianut oleh perusahaan tersebut.
Menegakkan disiplin kerja penting sekali bagi perusahaan sebab dengan kedisiplinan itu diharapkan sebagian peraturan dapat ditaati oleh setiap karyawan. Perlu sekali digaris bawahi  sebagian besar dalam kenyataanya sulit sekali peraturan perusahaan tersebut bisa dipatuhi keseluruhannya oleh setiap karyawan. Jadi dengan adanya kedisiplinan dapat diharapkan pekerjaan akan dilakukan seefektif dan seefesien mungkin. Sebab bila tidak demikian maka tujuan perusahaan yang telah direncanakan akan sulit tercapai.
Walaupun demikian banyak motif dan alasan mengapa seorang karyawan tersebut mematuhi peraturan. Antara pejabat structural dengan pegawai pelaksana tentu berbeda dalam memandang mengapa mereka harus patuh terhadap peraturan dan noma-norma yang berlaku dalam perusahaan.
Menurut pendapat dari  Siswanto (1989 : 80) mengemukakan beberapa tujuan dari pembinaan disiplin kerja karyawan, antara lain :
  • Agar para tenaga kerja mentaati segala peraturan dan kebijaksanaan dari perusahaan yang berlaku baik yang tertulis maupun tidak tertulis, serta melaksanakan perintah manajer dengan baik.
  • Dapat melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya serta mampu memberikan servis yang maksimal kepada pihak tertentu yang berkepentingan dengan perusahaan sesuai dengan bidang pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
  • Dapat memelihara sarana dan prasarana baik itu berupa barang dan jasa perusahaan dengan sebaik-baiknya.
  • Dapat bertindak dan berlaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku diperusahaan.
  • Agar para tenaga kerja mampu memperoleh tingkat produktivitas yang tinggi sesuai dengan harapan perusahaan, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.
Menurut pendapat  Siswanto (1989 : 70) bahwa pembinaan disiplinkerja salah satu tujuannya adalah untuk memperoleh tingkat produktivitas yang tinggi. Hal ini jelas mengacu pada tujuan perusahaan yang menginginkan suatu profibilitas yang tinggi, sehingga dapat mengacu pertumbuhan perkembangan perusahaan tersebut.
Sedangkan Filippo (1989 : 207) memberikan suatu uraian tentang bagaimana cara dari pembinaan disiplin kerja, sehingga didapat dari hasil yang baik dalam pelaksanaanya, seperti yang dikutip dibawah ini :

  • Tindakan pendisiplin harus dilakukan secara rahasia, yaitu tindakan semacam itu harus dikenakan kepada yang bersangkutan secara diam-diam karena tujuannya untuk mendapatkan perilaku yang baik bukan menghukum.
  • Pengenaan suatu hukuman harus mengandung unsur yang sifatnya membangun harus diberitahu secara jelas dan tepat alasan-alasan bagi tindakan yang dilakukan.
  • Tindakan pendisiplin harus dikenakan pada penyelia langsung kepada bawahan.
  • Tindakan disiplin yang dilakukan secara tiba-tiba harus dilakukan oleh pendisiplin adalah penting.
  • Konsistensi dalam pelaksanaan pendisiplin adalah sangat penting. Sifat konsistensi ini dapat diterapkan, pada hukuman yang sama harus dikenakan pada pelanggaran yang sama.
  • Seorang penyelia langsung tidak boleh dikenakan hukuman di depan para bawahannya.
  • Setelah dilakukan tindakan disiplin manajer harus berusaha untuk bersikap wajar terhadap karyawan.

Berdasarkan tinjauan diatas jelas bahwa peran serta pimpinan sangatlah penting dalam mempengaruhi perilaku karyawan, khususnya karyawan bawahan sesuai dengan aturan yang dibuat perusahaan.
Jadi kesimpulannya, bahwa pada hakekatnya tujuan dari pembinaan disiplin kerja adalah :
1.    Menumbuhkan rasa kesadaran akan nilai disiplin serta taat dan patuh terhadap posedur yang berlaku dalam perusahaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan.
2. Memupuk semangat kerja karyawan sehingga karyawan tersebut dapat melaksanakan pekerjaannya secara efektif dan efesian.
3.    Memberikan rasa percaya diri bahwa karyawan akan mendapatkan keuntungan jika kedua tujuan diatas dapat terealisasi.
Keuntungan tersebut meliputi :
·         Karyawan ada yang dapat mematuhi jam kerja dengan tepat waktu.
·         Tingkat absensi dalam masuk kerja menjadi baik.
·    Karyawan akan bertanggung jawab tehadap tugas dan tujuan perusahaan dengan baik sehingga produktivitas kerja yang diharapkn dapat tercapai.

Pengertian dan Tujuan Kedisiplinan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: success online

0 komentar: