Blog Informasi Apa Aja

29 April 2014

Pengertian Kinerja Pegawai dan Penilaiannya



Kerberhasilan organisasi dapat dicapai dengan upaya kualitas SDM yang tersedia di organisasi. Upaya yang dilakukan dapat berbentuk pengembangan perbaikan sistem kerja, pemberian kompensasi dan peningkatan kemampuan manajerialnya maupun kemampuan teknisnya. Kinerja organisasi dapat tercapai dimulai dari  kinerja karyawan yang selalu meningkat. Kinerja merupakan tidakan-tindakan atau pelaksanaan yang dapat diukur  (Seymor, 1994:304) dan ukuran kinerja dapat meliputi data produksi barang dan jasa, data personalia dan data lainnya (Cascio, 1982:310). Kinerja bukan suatu peristiwa tetapi hasil suatu tindakan yang merupakan tindakan dari berbagai unsusr yang ada dalam organisasi dan kinerja adalah suatu hasil kerja secara teratur yang dicapai oleh karyawan dan organisasi (Mangkunegara, 2002:67).
Penilaian kinerja dapat diukur dari hasil yang dicapai dalam kurun waktu tertentu yang diindikasikan dari beberapa hal, misalnya jumlah penjualan, laba yang diperoleh atau jumlah komplin maupun keluhan pelangan yang semakin sedikit.  ( M. As’at, 1982:5). Kinerja juga berhubungan dengan kemampuan seluruh anggota organisasi dalam berperan di organisasi terutama tekanan dari dalam maupun dari luar organisasi.  Mempertahankan kinerja organisasi  diperlukan daya tahan dari setiap anggota organisasi kaena organisasi itu sendiri merupakan dari kumpulan individu yang melakukan kegiatan bersama. Kinerja karyawan (Job Perfomance) adalah sejumlah hasil yang tercermin dalam manifestasi kerja yang dilakukan karyawan atau organisasi yang biasanya digunakan sebagai dasar penilaian atas pekerjaan. Menurut Agus Darma (1985:1) kinerja sebagai sesuatu yang dikerjakan atau produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh seseorang kepada sekelompok orang.
 Menurut Cascio (1982 : 310) ukuran kinerja dapat meliputi data produksi barang dan jasa, data personalia dan data lainnya sesuai tujuan. Kinerja bukan suatu peristiwa t Mengatur kinerja merupakan sebuah proses berkesinambungan yang melibatkan sumber daya manusia untuk mencapai hasil yang diinginkan. Karena proses, kinerja sangat tergantung pada keadaan lingkungan yang ada di sekitarnya, dapat sangat berperan terhadap perubahan kinerja, baik kinerja yang menurun maupun kinerja yang meningkat.   Indikator pengukuran dari kinerja : 1) inisiatif, 2) kerjasama, 3) disiplin, 4) tanggungjawab.
Dihubungkan dengan kemampuan, bahwa karyawan yang sangat mampu mungkin hanya membutuhkan sedikit upaya untuk mencapai kinerja yang tinggi dibandingkan dengan karyawan yang berkemampuan rendah mungkin harus berupaya keras untuk mencapai kinerja tinggi. (L.Mulyana, 1986 : 32) menyatakan bahwa kinerja merupakan hasil dari kemampuan dan upaya karyawan.
Penilaian kinerja dilakukan untuk mengukur seberapa tinggi hasil yang telah dikeluarkan oleh karyawan dalam upaya memberikan kontribusi terhadap organisasi. Penilaian kinerja harus dilakukan secara adil, netral dan menggambarkan kinerja yang aktual. Penyebab kinerja yang rendah sering diabaikan dari proses penilaian kinerja. Bila kinerja karyawan harus baik karyawan harus diberi umpan balik tentang kinerjanya, penyebabnya harus diperbaiki (Timpe, 233). Kinerja berbeda antara satu karyawan dengan karyawan lainnya (As’at, 1982:5) karena dipengaruhi oleh dua hal yaitu : 1) faktor individu dan 2) faktor situasi. Kinerja yang dihasilkan antara karyawan berbeda karena adanya faktor-faktor individu yang berbeda misalnya karena perbedaan kemampuan, fisik, motivasi dan faktor-faktor individu lain. Faktor –faktor situasi juga berpengaruh terhadap kinerja yang dicapai oleh anggota organisasi, ituasi yang mendukung misalnya adanya sarana yang baik, ruangan yang tenang, pengakuan atas pendapatnya, pemimpin yang mengerti kebutuhannya dan demokratis. Pemimpin yang otoriter, sistem kerja yang tidak konsisten, pelayanan yang tidak memuaskan tekanan terhadap peran tentu akan menimbulakn kinerja yang rendah. Kinerja berarti harus mempunyai daya tahan terhadap tekanan dan setiap anggota organisasi selalu mendapat tekanan dari dalam diri maupun dari luar., sehingga perlu ditemukan cara yang efektif untuk meningkatkan daya tahan anggota organisasi. Kinerja individu juga berhubungan dengan kemampuan yang harus dimiliki oleh individu agar dapat berperan dalam organisasi.
Berdasarkan model tersebut dapat diketahui bahwa kinerja tidak timbul dengan sendirinya disamping adanya usaha dan kemampuan, kinerja juga dipengaruhi faktor lain. Ditinjau dari sudut motivasi khususnya imbalan yang akan diperoleh sehubungan dengan kinerja, maka akan terlihat bahwa kinerja merupakan bentuk hasil yang memuaskan. Sesuai yang diungkapkan oleh Gibson, (1989) bahwa kebutuhan berhubungan dengan kekurangan yang dialami oleh seseorang pada waktu tertentu. Kebutuhan dipandang sebagai pembangkit, penggerak perilaku, artinya apabila terdapat kekurangan kebutuhan maka orang akan lebih peka terhadap usaha  yang harus dilakukan.

Sumber : Kutipan Tesis " anonim "

Pengertian Kinerja Pegawai dan Penilaiannya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: success online

0 komentar: