Blog Informasi Apa Aja

10 Mei 2014

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan



Iklim organisasi sebagai faktor pendukung terlaksanannya tugas-tugas aparat dapat berjalan dengan lancar, sistimatis, terorganisasir, cepat dan tepat sehingga target dapat dicapai sesuai yang telah ditetapkan apabila iklim organisasi dalam kondisi yang mendukung dalam pengertian tidak terjadi konflik, kesempatan berinovasi yang luas, kebebasan memberikan pendapat yang membangun, kepemimpinan yang tidak otoriter sehingga menciptakan suasana  nyaman dan kondusif.
Sebagaimana yang dikemukakan oleh Nitisemito (1991:183), bahwa lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar pada pegawai dan dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankannya. Lingkungan kerja yang harmonis, hubungan kerja yang baik, rendah dari sumber stres  akan menciptakan iklim organisasi yang memberikan kesempatan berprestasi bagi pegawai.  Dari uraian tersebut dapat dijelaskan bahwa iklim organisasi yang kurang menyenangkan akan mengakibatkan hasil kerja yang dicapai oleh aparat akan menurun, karena para aparat tidak dapat mencurahkan kompetensi dirinya terhadap tugas-tugasnya yang menjadi bebannya atau dengan arti lain bahwa aparat  akan sangat terganggu dengan iklim organisasi yang tidak memberikan kesempatan untuk menyelesaikan tugas dengan maksimal.
Kinerja berbeda antara satu karyawan dengan karyawan lainnya (As”at, 1982 : 5) karena kinerja dipengaruhi oleh dua hal yaitu :1). Faktor individu. Kinerja yang dihasilkan antara pegawai dapat  berbeda karena adanya faktor-faktor individu yang berbeda misalnya karena perbedaan kemampuan, fisik, perilaku, kompetensi dan faktor-faktor individu lain. 2). Faktor situasi. Faktor –faktor situasi juga berpengaruh terhadap kinerja yang dicapai oleh anggota organisasi, situasi yang mendukung misalnya adanya sarana yang baik, ruangan yang tenang, pengakuan atas pendapatnya, pemimpin yang mengerti kebutuhannya dan demokratis. Pemimpin yang otoriter, sistem kerja yang tidak konsisten, pelayanan yang tidak memuaskan tekanan terhadap peran tentu akan menimbulkan kinerja yang rendah. Sebagaimana diungkapkan oleh Gibson et.al (1983 : 52) memberikan gambaran variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja, dengan sketsa seperti pada gambar berikut ini :


Berdasarkan model tersebut dapat diketahui bahwa kinerja timbul dengan sendirinya disamping adanya upaya dan kemampuan dan kinerja jang dipengaruhi oleh faktor lain. Kinerja berhubungan dengan sikap seseorang terhadap psikologik tertentu atau attitude are importance consideration of work performance. They accupy central position in the process of transforming work requirement in effort. Dipandang dari sudut motivasi khususnya imbalan yang akan diperoleh sehubungan dengan adanya kinerja seseorang akan terlihat bahwa kinerja merupakan jalan yang memuaskan kebutuhan. Sesuai dengan yang dikatakan Gibson et.al (1983) bahwa kebutuhan berhubungan dengan kekurangan yang dialami oleh seseorang pada waktu tertentu.
Kebutuhan dipandang sebagai pembangkit, penguat perilaku, artinya apabila terdapat kekurangan kebutuhan maka orang akan lebih peka terhadap usaha motivasi. Diuraikan oleh Rao (1986:88) hal-hal yang membuat karyawan lebih berprestasi karena merasa bahwa pegawai diperlukan organisasi, mendapatkan harapannya, tersedia peluang bagi dirinya untuk berkembang, mendapatkan imbalan yang diharapkan dan diperlakukan dengan penuh toleransi.
                Pendapat dari Rao akan lebih kuat lagi apabila hasil pekerjaannya  dapat bersifat memperoleh penghargaan intrinsik   maupun ekstrinsik. Perbedaan antara hasil intrinsik dan ekstrinsik penting memahami reaksi karyawan terhadap pekerjaan karyawan. Hasil semcam itu dianggap khas yang hanya ada pada pekerjaan profesional dan teknis, namun pada dasarnya semua pekerjaan dapat menimbulkan hasil intrinsik yang melibatkan perasaan tanggung jawab, tantangan dan pengakuan serta merupakan hasil dari ciri khas kerja seperti keragaman, otonomi identitas. Sebaliknya hasil ekstrinsik merupakan obyek atau kejadian yang mengikuti upaya karyawan sendiri sehubungan dengan faktor-faktor lain yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan itu sendiri. Kondisi kerja, rekan kerja, tempat kerja yang merupakan bagian yang penting dari pekerjaan itu sendiri.

Sumber :
Fitria Sari, Pengaruh Iklim Organisasi dan Kompetensi terhadap kinerja Pejabat Fungsional Auditor di Inspektorat Kota Surabaya. Tesis. Program Pascasarjana Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Airlangga.

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: success online

0 komentar: