Blog Informasi Apa Aja

08 Mei 2014

Pengertian Penilaian Kinerja Pegawai

Suatu organisasi melakukan aktivitasnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Penggerak dari organisasi itu adalah sekelompok orang yang berperan aktif dalam upaya pencapaian tujuan. Bila kinerja pegawai baik maka diharapkan kinerja organisasi juga akan baik. Kinerja organisasi dapat tercapai dimulai dari  kinerja karyawan yang selalu meningkat. Kinerja merupakan tidakan-tindakan atau pelaksanaan yang dapat diukur  (Seymor, 1994:304) dan ukuran kinerja dapat meliputi data produksi barang dan jasa, data personalia dan data lainnya (Cascio, 1982:310). Menurut Halim dalam Swasto (2003:27) mengukur kinerja para pengawas dengan kualitas kerja, produktivitas dalam pekerjaan, upaya yang dicurahkan dalam pekerjaan, kecepatan bekerja dan keseluruhan pekerjaan yang menimbulkan kinerja.  Mengatur kinerja merupakan sebuah proses berkesinambungan yang melibatkan sumber daya manusia untuk mencapai hasil yang diinginkan. Karena proses, kinerja sangat tergantung pada keadaan lingkungan yang ada di sekitarnya yang dapat  berperan terhadap perubahan kinerja, baik kinerja yang menurun maupun kinerja yang meningkat. Dihubungkan dengan kemampuan, bahwa karyawan yang sangat mampu mungkin hanya membutuhkan sedikit upaya untuk mencapai kinerja yang tinggi dibandingkan dengan karyawan yang berkemampuan rendah mungkin harus berupaya keras untuk mencapai kinerja tinggi.  .Mulyana (1986 : 32) menyatakan bahwa kinerja merupakan hasil dari kemampuan dan upaya karyawan. Karena kinerja merupakan proses yang berkesinambungan maka kinerja harus dilakukan penilaian agar dapat mengukur dan meningkatkan kinerja organisasi. Oleh karena itu pimpinan organisasi dituntut untuk mampu melihat berbagai permasalahan dalam organisasi yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Tuntutan tersebut diharapkan akan memacu organisasi untuk meninjau kembali internal organisasi terutama posisi SDM guna lebih mengoptimalkan kinerja pegawai dan kinerja organisasi.
Schuller and Jackson (1996:50) mengemukakan bahwa penijauan kembali  posisi  SDM pada dasarnya merupakan transformasi peran SDM yang menuntut kemampuan, cara kerja, cara pikir dan peran baru SDM dalam organisasi dan  organisasi sering diartikan sebagai kelompok orang yang secara bersama – sama ingin mencapai tujuan yang sama. Dale dalam Handoko (2000 : 6) mendefinisikan organisasi sebagai suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan – hubungan kerja dari orang – orang dalam suatu kelompok kerja. Jadi, organisasi juga merupakan kumpulan dari peranan, hubungan dan tanggung jawab yang jelas dan tetap, paling tidak dalam jangka pendek.
Penilaian kinerja  pegawai dikenal dengan istilah “Perfomance rating, performance appraisal, personnel assessment, employee evaluation, merit rating, efficiency rating, service rating. Meggison (1981 : 310) mengemukakan bahwa “Perfomance appraisal is the process an employer uses to determine whether an employee is perfoming the job as intended.” (Perfomanve appraisal adalah suatu proses yang digunakan majikan untuk menentukan apakah seorang pegawai melakukan pekerjaannya sesuai dengan yang dimaksudkan). Sikula (1991 : 205) menjelaskan bahwa “Employee appraising is the systematic evaluation of a worker’s job performance and potential for development. Appraising is the process of estimating or judging the value, excellent, qualities, or status of some object, person, or thing.” (Penilaian pegawai merupakan evaluasi yang sistematis dari pekerjaan pegawai dan potensi yang dapat dikembangkan. Penilaian adalah proses penaksiran atau penentuan nilai, kualitas, atau status dari beberapa objek, orang ataupun sesuatu yang lain.
Berdasarkan pendapat diatas, penilaian kinerja pegawai adalah suatu proses penilaian prestasi kerja pegawai yang dilakukan pemimpin perusahaan secara sistematik berdasarkan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Pemimpin perusahaan yang menilai prestasi kerja pegawai yaitu, atasan pegawai langsung, dan atasan tak langsung. Disamping itu pula, kepala bagian personalia berhak pula memberikan penilaian prestasi terhadap semua pegawainya sesuai dengan data yang ada di bagian personalia.

Sumber : Tesis

Fitria Sari, Pengaruh Iklim Organisasi dan Kompetensi terhadap kinerja Pejabat Fungsional Auditor di Inspektorat Kota Surabaya. Tesis. Program Pascasarjana Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Airlangga

Pengertian Penilaian Kinerja Pegawai Rating: 4.5 Diposkan Oleh: success online

0 komentar: