Blog Informasi Apa Aja

11 April 2015

Pemimpin Dalam Islam - Pembangunan Pendidikan

pembangunan pendidikan
kata "PEMBANGUNAN" dalam  segala bentuk baik fisik  maupun  non  psikis selalu  diidentikkan  sebagai perubahan  dan pembaruan    dari    sesuatu kepada sesuatu dengan ciri-cirinya sendiri. Mengadakan suatu perubahan atau pembaharuan merupakan  hal sangat signifikan dalam Islam, sebab tanpa adanya pembaharuan hidup akan statis. Islam selalu menginginkan dan mengajarkan yang terbaik, adanya perubahan yang mengarah kepada paripurnanya ajaran Islam itu sendiri dan terwujudnya sebuah agama yang diakui disisi-Nya sebagaimana yang dijelaskan dalam bagian akhir ayat 3 surat Al-Maidah.

Dalam konteks sejarah keislaman, agent of change yang telah membuktikan perubahan secara menyeluruh, mulai dari fisik dan non fisik yang berkaitan langsung dengan peradaban dan norma-norma yang manusiawi. Muhammad sebagai utusan Allah SWT yang terakhir telah memainkan perannya sebagai tokoh pembaharu sekaligus tokoh pembangunan dalam Islam. Perannya sebagai agent of change melampaui dari batasan-batasan agent of change sendiri, baik sebagai individual maupun sebagai pemimpin keluarga sekaligus pimpinan lembaga/negara.

Seperti juga dalam perkembangan dan pembangunan dunia modern, agent of change dalam Islam dapat dibagi ke dalam beberapa sub bidang dan profesi, yaitu individual (kepala keluarga, tenaga pendidik, muballigh/dai, tokoh agama dan pemimpin), lembaga pendidikan (dayah/madrasah dengan segala jurusan dan tingkatan formal maupun non formal), kelompok masyarakat (komunitas-komunitas profesi, keilmuan, pendidikan nonformal, or-ganisasi keagamaan dan kepemudaan, kekuasaan (pimpinan atau tokoh sentral dalam lembaga-lembaga tertentu baik formal maupun nonformal baik yang bersifat keagamaan, sosial, struktural maupun non struktual, orang yang mempunyai wewenang dan otoritas dalam mengorganisir, menggerakkan, mengarahkan, membimbing komunitas atau lembaga tertentu).

Islam sebagai agama yang menawarkan keseimbangan teosentrisme dengan antroposentrisme, Islam memandang manusia memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan masa depannya. Kalau manusia mempunyai peran yang amat penting dalam menentukan masa depannya, maka pembinaan sumberdaya manusia menjadi sangat sentral dalam menghadapi persoalan-persoalan dan tantangan-tantangan pembangunan bangsa di masa mendatang.

Menyangkut pemberdayaan agen perubahan serta peningkatan kualitasnya, Harun Nasution sejak tahun 1998 melalui bukunya "Islam Rasionalitas" telah mengembangkan dan menawarkan wacana tentang hal tersebut. Ia lebih menekankan pada perubahan pada lembaga pendidikan keislaman terutama pada kualitas outputnya. Seperti yang ditulisnya bahwa tujuan pendidikan agama di lembaga-lembaga pendidikan seharusnya bukan lagi menghasilkan agamawan dan ulama tanpa prediket tertentu, tetapi ulama yang berpikiran luas, rasional, filosofis dan ilmiah dengan teologi rasionalnya. Untuk menghasilkan ulama yang berpikiran luas, rasional, filosofis dan ilmiah. Kurikulum, mulai dari dayah atau pesantren serta lembaga formal lainnya dari tingkat dasar harus disusun dengan ajaran agama serta perkembangan ilmu pengetahuan.
Kalau pada zaman lampau agama telah dibuktikan bukan sebagai penghalang. Bahkan menjadi pendorong bagi pembangunan sosial budaya, maka pada zaman kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi moderen sekarang, agama harus juga berperan serupa.

Pemimpin Dalam Islam - Pembangunan Pendidikan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: