Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

07 May 2015

Bahasa Tubuh Wanita Dan Pria Dalam Berpidato

bahasa tubuh pidato
Saat menyampaikan pidato, kita mengirimkan sejumlah sinyal yang berbeda kepada audiens. Sinyal yang paling nyata adalah komunikasi nonverbal, seperti penampilan, gerak fisik dan perangai seorang pembicara. Sehubungan dengan pengertian bahasa tubuh disini, kita juga akan membahas penggunaan kedua belah tangan dan lengan, gerakan tubuh, air muka ( mimic), kontak mata, gaya bicara, posisi berdiri (postur), serta cara berjalan menuju dan meninggalkan podium ( mimbar) atau panggung. Hal ini berlaku untuk wanita dan pria.

Para peneliti telah menyimpulkan bahwa lebih dari separuh proses komunikasi adalah proses nonverbal. Para audiens mulai memerhatikan seorang pembicara dan terlebih dahulu bertanya Tanya mengenai asal usulnya. Tanpa disadari oleh pembicara, para audiens akan menjadi terdiam memandang seorang pembicara diiringi rasa penasaran. Mungkin saja mereka sedang menilai pembicara tersebut dalam sikap diam mereka.

Kita mengirimkan pesan kepada para audiens melalui perilaku dan gerakan bawah sadar kita. Itu sebabnya saya menyarankan anda untuk menggunakan bahasa tubuh sebaik-baiknya. Ingatlah bahwa seulas senyum, mengangkat alis mata, menggaruk tanpa sadar pada pangkal paha dan gerakan tubuh kita lainnya akan memberikan sejumlah pesan kepada audiens, Entah kita menyadari atau tidak, kita akan terus mengirimkan sinyal.

Para audiens akan memberikan penilaian terhadap seorang pembicara berdasarkan pada apa yang mereka lihat, termasuk sinyal yang kita kirimkan, dan pesan yang disuarakannya. tidak peduli prian maupun wanita.

Dalam public speaking, keseluruhan tubuh kita merupakan perangkat efektif untuk membantu presentasi kita. Bahasa tubuh dapat mengklasifikasi suatu pesan atau perhatian yang disampaikan dan meyakinkan ketulusan hati kita serta antusiasme kita kepada audiens. Jika kita dapat menggunakan bahasa tubuh dengan tepat dalam presentasi kita, kita akan sukses menyampaikan pesan verbal kita.

Bila bahasa tubuh kita tidak sebangun dengan pesan verbal yang kita sampaikan, dapat dipastikan kita mengirimkan konflik pesan kepada audiens. Dengan demikian, kita gagal mencapai tujuan pidato kita. Apabila tujuan tersebut adalah menghibur, memotivasi, mengajak, atau memberikan informasi, seorang pembicara harus menyesuaikan bahasa tubuh yang digunakan dengan tujuan pidato yang ingin dicapainya.

Ingatlah bahwa sebagai seorang pembicara, kita adalah bintang diatas podium atau panggung, sedikit saja kita melakukan suatu gerakan yang tak perlu, para audiens akan memerhatikan hal tersebut. Ingat bahasa tubuh juga bisa menarik lawan jenis lho baik itu wanita maupun pria.

Sumber : The Power Of Public Speaking  - Charles Bonar Sirait

Bahasa Tubuh Wanita Dan Pria Dalam Berpidato Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: