Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

20 May 2015

Cerita Pendek Inspiratif - Kisah Seorang Pelukis Tiga Dimensi

Ini merupakan kutipan dari buku " Aktifkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar " karya Bpk. Eric Siregar., saya sangat terharu saat membaca kisah nyata ada pada buku tersebut makanya saya kutip aja disini supaya banyak yang merasakan manfaat dan bisa menjadi inspirasi untuk terus berkarya.


cerita pendek inspiratif
Cerita ini bermula ketika suatu hari saya sedang berjalan-jalan mengantarkan teman yang ingin melihat taman wisata Kaliurang. Salah satu tujuan yang ingin dia datangi adalah gardu pandang karena dari tempat itu kita bisa melihat dengan  jelas Gunung Berapi. Saat berjalan kaki dari parkiran kami melihat sosok yang mencuri perhatian : seorang bapak berkursi roda sedang menawarkan lukisan 3 dimensinya. Awalnya saya tidak terlalu tertarik untuk melihat lebih jauh, karena tujuan saya saat itu hanya untuk mengantarkan teman yang ingin melihat indahnya Gunung Merapi.

Tapi ada satu hal yang membuat saya terganggu. Telinga saya sensitive sekali mendengar dialeknya. Teman saya lalu berkomentar. ‘Ah, kayaknya masih orang kau juga tuh. “ dengan tertawa kecil saya mengiyakan pernyataannya. Pulang dari gardu pandang say memberanikan diri untuk menanyakan asal bapak berkursi roda itu. Dia mengatakan bahwa dia orang Batak, dan keluarganya kebetulan berasal dari tempat papa saya dibesarkan…( hehe..Batak ketemu Batak nih ceritanya) .
                         
Dari sini, cerita ini mulai berkembang….
Saya makin berani untuk menelisik sejak kapan bapak itu mulai membuat lukisan 3 dimensi. Dia menjawab. “ saya melakukan ini sejak saya menderita kelumpuhan pada kaki saya’. Alangkah tercengangnya saya. Saya pikir dia sudah cacat sejak lahir. Lalu spontan saya bertanya kenapa dia bisa mengalami kecacatan tersebut.
Dia pun bercerita. Peristiwa itu bermula pada 1979. Saat itu dia bekerja di sebuah perusahaan penebangan sebuah pohon di Kalimantan. Dia orang lapangan dan terjun langsung, ikut menebang pohon. Sewaktu menebang sebuah pohon,  belum selesai sepenuhnya, pohon itu ambruk tertiup angin yang sangat kencang ke posisi bapak beserta teman temannya berdiri. Teman-temannya bisa berlari menghindar, namun naas baginya, batang kayu itu menimpa punggungnya. Teman-temannya berusaha mengangkat kayu yang menjepit tubuhnya. Syukur dia masih hidup, tapi dalam waktu bersamaan dia tidak bisa menggerakkan kakinya.

Lokasi kejadian sangat jauh dari keramaian, butuh waktu berhari-hari untuk menempuh jalan darat ke rumah sakit berfasilitas lengkap. Maka, dia dibawa ke sebuah rumah sakit kecil di sekitar lokasi. Namun pihak rumah sakit merujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap untuk operasi karena ada syaraf di punggungnya yang mengalami cedera serius.

Jarak menuju rumah sakit yang dimaksud sangat jauh. Tiba di sana, dokter menyatakan sudah terlambat untuk operasi. Dengat berat hati dokter memvonisnya tidak bisa berjalan lagi. Dia cacat seumur hidup dan harus memakai kursi roda.

Sejak saat itu dia diberhentikan bekerja dari perusahaan tersebut, dan akhirnya pulang ke rumah orang tuanya di Medan. Tapi cobaan kembali datang kepadanya. Bapak tercinta yang selama ini menafkahi keluarga harus duluan berpulang ke hadirat-Nya. Dia berpikir. “Sepertinya saya tidak dapat tempat di sini. Saya harus keluar.” Dia memutuskan meninggalkan kota Medan dan menuju Jakarta mesti tidak tahu apa yang nanti akan dia lakukan di sana.
Di Jakarta dia belajar membuat ukiran dan mencoba menjualnya, tapi kurang laku di pasar. Penasaran pada sebuah karya dari Yogya, yaitu lukisan 3 dimensi, dia membeli satu dan mempelajarinya. Setelah itu dia memutuskan meninggalkan Jakarta untuk menetap di Yogya. Gayung bersambung, sampai di Yogya bakatnya ditampung oleh sebuah yayasan orang-orang cacat yang memfasilitasi kerajinan.

Di sana kemampuan makin terasah dan dia merasa dapat tempat. Sejak pertama kali menginjakkan kakinya di Yogya pada 1991 sampai detik ini, dia sudah berhasil memasarkan barang-barangnya secara langsung, atau lewat beberapa toko seperti toko batik yang ada di Yogya dan Jakarta, maupun galeri-galeri di beberapa hotel terkenal di Yogya. Lukisan-lukisan itulah yang menjadi sumber nafkahnya.
Ada satu pesan berharga yang dia sampaikan kepada saya; “ Dulu bapak saya pernah berkata, kalau bisa jangan bekerja pada orang lain, dan sebenarnya saya setuju. Cuma, keadaan saat itu membuat saya harus bekerja pada orang lain karena saya tidak punya modal. Ternyata doa dan keinginan bapak terkabul. Mungkin cacat ini sebagai sarana bagi saya untuk mewujudkan apa yang saya dan bapak saya inginkan.’’

Terima kasih. Bapak Rouly Manalu. Sosok seperti Anda adalah contoh yang diberikan Tuhan bagi kita, terutama semangat Anda yang pantang menyerah, selalu berbesar hati menghadapi setiap cobaan dan tantangan hidup. Anda bisa mengubah ‘ keterpurukan ‘ menjadi sesuatu yang luar biasa.

Mudah-mudahan kutipan kisah nyata tadi bisa menginspirasi kita untuk terus berkarya.

Cerita Pendek Inspiratif - Kisah Seorang Pelukis Tiga Dimensi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: