Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi, Hiburan, Kesehatan, Islami dan Apapun Yang Bermanfaat

27 May 2015

Contoh Pidato Bung Karno

contoh pidato Bung Karno
Berikut ini saya berikan contoh orator ulung yang diakui bukan saja oleh bangsa, melainkan juga oleh dunia. Siapa lagi kalau bukan Bung Karno.
Pidato ini merupakan pidato tak tertulis di depan Dokuritu Zyunbi Tyoosakai pada 1 juni 1945 ketika sidang membicarakan dasar Negara Bung Karno membukanya seperti ini :


Paduka Tuan Ketua yang mulia !

Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka Tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya.
Saya akan menetapi permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka tuan ketua yang mulia ? Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepda siding Dokuritu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti yang kaan saya kemukakan di dalam pidato ini.
Maaf, beribu maaf ! Banyak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka.

Perhatikannlah bagaimana Bung Karno menggunakan cetusan “ Maaf beribu-ribu maaf” Ini pun digunakan pada penutupan pidatonya. Dan yang terpenting Bung Karno memprovokasi para pembicara sebelumnya karena tidak menyampaikan apa yang dimaksud dengan kemerdekaan Indonesia persiapkan untuk mendapatkan kebenaran.
Setelah menguraikan betapa para pembicara sebelumnya keliru, Bung Karno menyimpulkan pidato mereka semua itu sebagai berikut :

Tuan-tuan sekalian ! Dengan terus-terang saja saya berkata :

Tatkala Dokuritu Zyunbi Tyoosakai akan bersidang, maka saya, di dalam hati saya banyak khawatir, kalau-kalau banyak anggota yang saya katkan di dalam Bahasa asing, ma’afkan perkataan ini –“zwaarmiching” akan perkara yang kecil-kecil. “ zwaarwichtig” sampai – kata orang jawa –“ njelimet “. Jikalau sudah membicarakan hal yang kecil-kecil sampai njelimet, barulah mereka berani menyatakan kemerdekaan.

Inilah awal tuntutan Bung Karno pada pendahuluan pidatonya, yakni agar tuntutan dua juta pemuda Indonesia terlaksana, yaitu Indonesia merdeka sekarang juga. Pidato ini transkipnya bisa Anda baca melalui situs http://www.munindo.brd.de, atau jika Anda memilikinya, ada dalam buku Lahirnya Pancasila, Penerbit Guntur, Jogjakarta, cetakan kedua, 1949. Pidato yang sangat panjang ini terstruktur sebagai berikut:
1.    Pendahuluan ( Indonesia Merdeka Sekarang )
2.    Prinsip pertama ( Kebangsaan )
3.    Prinsip kedua ( Internasionalisme / Peri-Kemanusiaan )
4.    Prinsip ketiga ( Musyawarah )
5.    Prinsip keempat ( Kesejehteraan )
6.    Prinsip kelima (Ketuhanan )
7.    Pancasila
8.    Gotong Royong

Bung Karno menjelaskan pada bagian awal pidatonya bahwa kemerdekaan itu mutlak harus dicapai oleh bangsa Indonesia. Kemudian, ia menjelaskan lima prinsip yang menjadi dasar kemerdekaan yang tujuannya adalah membentuk sebuah negara di mana bangsa kita akan membangun. Setelah menguraikan kelima prinsipmya ia merangkumnya menjadi Pancasila, yang menjadi dasar negara Republik Indonesia. Di akhir pidato ia menambahkan mengenai gotong royong yang menjadi salah satu karakter bangsa Indonesia.
Dan Soekarno pun mengucapkan dua alinea penutupannya. Berikut ini penutupan pidatonya di mana Bung Karno kembali menggunakan permintaan maaf dan menegaskan sudah menjawab pertanyaan yang diajukan oleh sidang :

Jikalau bangsa Indonesia tidak bersatu dan tidak bertekad matia-matian untuk mencapai merdeka, tidaklah kemerdekaan Indonesia itu akan menjadi milik bangsa Indonesia buat selama-lamanya, sampai akhir jaman ! Kemerdekaan hanyalah didapat dan dimiliki oleh bangsa, yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad “Merdeka atau mati “
Saudara-saudara ! Demikianlah saya punya jawab atas pertayaan Paduka Tuan Ketua. Saya minta maaf, bahwa pidato saya ini menjadi penjang lebar, dan sudah meminta tempo yang sedikit lama, dan saya juga minta maaf, karena saya telah mengadakan kritik terhadap catatan Zimukyokutyoo yang saya anggap “verschrikkelijkzwaarwichtig” itu. Terima kasih.

Demikianlah contoh Pidato Bung Karno mudah-mudah bisa dicontoh. Terima kasih.

Sumber : The Power Of Public Speaking  - Charles Bonar Sirait

Contoh Pidato Bung Karno Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: