Blog Informasi Apa Aja

08 November 2015

Arti Syiah Menurut Bahasa dan Istilah


Kata “ syiah “ dari sisi Bahasa diambil dari kata “ Sya’a-yasyi’u-syiya’an-syuyu’an, artinya menyiarkan dan menyebarkan. Dikatakan , “Syi’ah ar-rajul ai atba’uhu wa ansharuhu ( syiah seseorang, artinya pengikut dan pendukungnya ). Kata syiah berbentuk tunggal, bentuk jamaknya adalah syiya’un sementara bentuk jamaknya adalah Asyya’un.

Asal istilah kata “Syiah” adalah sekelompok manusia yang memisahkan diri. Kata Syiah digunakan untuk seorang, dua orang atau lebih, lebih mudzakar atau mu’annats, bentuk katanya adalah sama.

Kata “ Syi’ah “ berasal dari kata Al-Musyaya’ah artinya pengikut. Ada yang mengatakan bahwa syiah berasal dari kata Syawwa’a Qaumahu idza Jama’ahum ( menggalang kaumnya dalam arti mengumpulkan mereka ).

Kata Syiah dalam Al-Qur’an

Kata “syiah” disebutkan dalam Al-Quran sebanyak 12 kali dan artinya adalah sekelompok manusia, seperti dalam Firman Allah ,

‘’sesungguhnya orang-orang yang memecah bela agamanya dan mereka menjadi ( terpecah ) dalam golongan-golongan, sedikitpun bukan tanggung jawabmu ( Muhammad ) atas mereka. “ ( Al-An’am : 159 )
Kata “Syiah” dengan arti umat, seperti dalam firman Allah.

“ … dari setiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka. “  ( Maryam : 69 )

Dan Firmannya,

‘ Dan sungguh, telah kami binasakan orang yang serupa dengan kamu ( kekafirannya ) . ( Al-Qamar:51 )


Arti Syiah Menurut Istilah

Termasuk kesalahan besar, berpendapat bahwa di sepanjang sejarah ini hanya ada satu Syiah, Karena sesungguhnya setiap masa itu selalu ada semacam kelompok Syiah. Berpijak dari realitas ini, maka tidak mungkin menghadirkan defines Syiah yang jami’ ( komprehensif ) dan mani’ ( menghalangi / membatasi definisi lain ) yang dapat mengkover golongan golongan Syiah yang pernah ada seluruhnya seiring perjalanan waktu yang berbeda beda. Tatkala kita membahas tentang syiah sebagai bagian kelompok manusia, maka kita akan menemukan kejelasan definisi khusus setiap golongan syiah dimana perinciannya berbeda atas definisi golongan Syiah yang lain. Meskipun demikian, ada baiknya apabila kita perhatikan definis umumnya.

Di dalam buku buku karya orang orang Syiah, kita dapat menemukan An-Nubakhti ( w.301 H atau 299 H ) yang mendifinisikan syiah dengan “ Mereka adalah orang orang yang mendukung Ali bib Abi Thalib. Dari mereka inilah kemudian muncul golongan golongan Syiah seluruhnya.

Sedang di dalam kitab kitab Ahlu Sunnah Wal Jamaah, kita menemukan Abul Hasan Al-Asy’ari ( w. 324 H ), dia berkata, “ Mereka disebut Syiah karena berkumpul untuk mendukung Ali bin Abi Thalib dan mengutamakan Ali atas seluruh sahabat Rasulullah SAW.

Mungkin definisi tentang Syiah paling lengkap adalah definisi yang disampaikan oleh Asy-Syahrastani ( w.548) , dia berkata , “ Syiah adalah kelompok yang mendukung Ali bin Abi Thalib secara khusus.  Mereka mengatakan bahwa Ali menjadi imam dan khalifah ( pasca Rasulullah wafat ) berdasarkan teks dan washiyyah ( perintah yang menetapkan sebagai khalifah ), ada kalanya bersifat jalay ( jelas ) atau khafi ( samar ). Mereka berkeyakinan bahwa al-imamah ( gelar imam sebagai pemimpin umat ) tidak keluar dari anak-anak Ali, maka pihak yang zhalim bukanlah anak –anak Ali atau hal itu dimungkinkan karena anak anak Ali bertakwa dari menduduki al-imamah.

Mereka juga mengatakan, Al-Imamah bukanlah masalah maslahat yang diserahkan kepada pemilihan masyarakat umum untuk mendudukkan seseorang menjadi seorang imam, namun ia adalah masalah ushuliyah ( dasar pokok islam ), yaitu rukun agama . Tidak boleh bagi para Rasul yang diutus Tuhan melupakan dan mengabaikan masalah ini, dan tidak pula menyerahkan atau membebaskan urusannya kepada masyarakat umum.

Mereka telah bersepakat tentang wajibnya menunjuk dan mendelegasikan Al-Imamah berdasarkan nash, sebagaimana mereka bersepakat bahwa para Nabi dan imam itu wajib ma’shum ( terpelihara ) dari dosa dosa besar maupun dosa dosa kecil. Pernyataan bahwa itu hak Ali bin Abi Thalib dan keturunannya, dan para imam itu terbebas dari dosa merupakan pernyataan yang wajib ditempuh dalam ucapan, perbuatan dan keyakinan kecuali dalam kondisi bertakwa ( dalam arti tidak ingin menduduki kekuasaan yang sudah menjadi hak wilayahnya ).

Ijma’ mereka tolak oleh Syiah sekte Zaidiyah. Kaum Syiah sekte Zaidiyah telah membuat kategori seorang imam yang banyak berseberangan dengan kaum Syiah pada umumnya dimana pada setiap kategori maupun ketika mengambil posisi tawaquf, sekte Zaidiyah mempunyai sebuah juklak, madzhab, dan penolakan tersendiri.

Sumber : Ensiklopedia Aliran dan Madzhab di Dunia Islam ; Tim Riset Majelis Urusan Islam Mesir

Arti Syiah Menurut Bahasa dan Istilah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: